Olahraga-olahraga ekstrem berbasis freestyle selalu mendapatkan tempat di hati penggemarnya. Walau sebagian besar orang awam menganggapnya sangat berbahaya, tetapi mereka tidak tahu semenarik apa dan sekuat apa sensasi adrenalin yang membuat kita ketagihan buat mencobanya. Pastinya kita juga harus memperhatikan faktor risiko yang membuntuti setiap kegiatan menantang yang hendak dijajal. Ya, kan, bro?
Penggila aktivitas-aktivitas yang sangat mendebarkan pasti sudah pernah mendengar urban ride atau kerap disebut juga sebagai dirt jumping. Secara garis besar dirt jumping merupakan olahraga ekstrem berbasis freestyle yang akan mengingatkan kita pada hardtail, tetapi fungsinya menyerupai BMX. Bisa dibilang, dirt jumping mengombinasikan beberapa trik yang terdapat dalam cabang mountain biking. Namun, semuanya punya satu kesamaan: bikin penggiatnya deg-degan sekaligus ketagihan!
Dalam dirt jumping, kita bakal memakai fork dengan tipe rigid yang juga terdapat dalam BMX. Hanya saja, sebagian pemakai sepeda atau penggiat dirt jumping lebih memilih untuk menggunakan fork yang memiliki suspensi. Alasannya, menurut mereka suspensi mampu mengurangi getaran saat sedang melakukan dirt jumping di area off-road.
[bacajuga url=61886]
Selain itu, frame yang disematkan juga tak berbeda dengan sepeda gunung; hanya lebih rendah serta bobotnya lebih ringan supaya keseimbangan tidak terganggu atau berubah saat kita melakukan teknik terntentu. Kemudian, alih-alih memakai disc brake, dirt jumping mengandalkan v-brake yang terpasang di bagian rearwheel atau roda belakang saja dan memakai fixed gear atau bahkan single gear.
Mulanya, dirt jumping diciptakan dengan tujuan serta fungsi yang tak jauh berbeda dengan BMX. Di sisi lain, ada beberapa perbedaan mendasar antara dirt jumping dengan BMX selain dari jenis sepeda yang akan dipakai para pengguna. Untuk trek atau daerah praktiknya, dirt jumping akan mengingatkan kita pada tempat off-road yang kaya akan gundukan tanah di sepanjang lintasan. Tujuannya supaya kita bisa dengan bebas melakukan berbagai trik, tak terkecuali lompatan freestyle.
Sebelumnya, kita juga harus tahu bahwa tujuan dirt jumping bukanlah untuk berpacu dengan waktu atau time real, melainkan lebih terfokus ke level kesulitan melakukan teknik freestyle di udara. Sebagian teknik freestyle dalam dirt jumping rata-rata mengadopsi dari jenis olahraga ekstrem lainnya seperti freestyle motocross. Jadi, jangan kaget, ya, bro, kalau seandainya nanti bertemu trik seperti tailwipe hingga tsumami saat mempraktikan dirt jumping di lintasannya langsung.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Wilderness
Article Date : 15/03/2017
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :