Gunung Ceremai merupakan salah satu gunung yang keindahannya sudah terkenal ke mana-mana. Hal tersebut dibuktikan dengan kedatangan para pendaki yang tidak hanya berasal dari dalam negeri saja, namun juga dari mancanegara.
Gunung Ceremai memang menjadi salah satu spot petualangan favorit para pendaki, dikarenakan oleh pemandangan serta panorama alamnya yang indah, dan jalur pendakiannya yang penuh dengan tantangan. Sayang, beberapa waktu lalu, pendakian Gunung Ceremai kurang mengasyikan.
Kurang mengasyikan dalam pendakian Gunung Ceremai pada waktu itu dipengaruhi oleh beberapa hal. Wah, penasaran apa saja? Sila simak ulasan ini sampai habis, ya.
Mengantri di Jalur Pendakian Yang Terjal

Pendakian Gunung Ceremai. credit photo: exploregunung.net
Mengantri adalah salah satu aktivitas yang memang membosankan, terlebih saat lo harus mengantri untuk melewati jalur pendakian yang terjal di jalur Gunung Ceremai. Antrian ini disebabkan oleh membludaknya para petualang dan pendaki yang ingin naik ke Gunung Ceremai.
Hal ini cukup membuat kaki para pendaki pegal-pegal lantaran harus mengantri saat mendaki trek terjal tersebut. Salah satu alasan mengapa hanya jalur ini saja yang dibuka, karena dua jalur untuk mendaki Gunung Ceremai sedang ditutup dikarenakan kebakaran pada waktu itu.
Saat seperti ini, lo harus pintar mengatur waktu, ya. Artinya, bisa saja lo menunggu antrian sampai habis, namun waktu akan mepet dengan senja dan malam, atau ikut antri dan berdesakan saat naik di trek terjal tersebut, tetapi tidak mepet oleh waktu senja.
Banyak Teriakan Tidak Jelas dan Mengganggu

Pendakian Gunung Ceremai. credit photo: flickr.com
Mendaki gunung dan lo mengharapkan suasana sepi khas pegunungan, yang hanya terdengar hanya suara alam saja? Tidak untuk musim pendakian kali itu, bro. Sontak trek Gunung Ceremai menjadi sebuah pasar atau layaknya jalan raya perkotaan. Ramai sekali!
Keramaian ini ditambah dengan berbagai teriakan pendaki yang tidak mengarah tujuannya. Alhasil, teriakan tersebut dibalas oleh pendaki lain, jadilah sahut-sahutan teriakan, yang jelas itu mengganggu pendaki lainnya.
Sekedar tips untuk lo, jelas karena banyaknya pendaki yang masuk di bulan Agustus untuk menaklukan Gunung Ceremai, silap ilih bulan lain untuk menghindari hal-hal seperti yang sudah disebutkan di atas tadi.
Susah Mencari Spot Untuk Mendirikan Tenda

Pendakian Gunung Ceremai. credit photo: cakrawala.co
Karena saking banyaknya pendaki yang naik ke Gunung Ceremai pada saat yang bersamaan, spot untuk mendirikan tenda saja bisa berebut. Bisa dibayangkan, Gua Walet, Pos Pesanggrahan, Pos Sanghyang Ropoh sudah penuh semua dengan tenda.
Alhasil banyak pendaki yang asal serobot spot pendirian tenda, dan akhirnya rebutan. Pemandangan ini jelas tidak sama sekali mengenakan bagi para pendaki lain yang bertujuan untuk menikmati alam bersama.
Bangun Kesiangan Membuat Pendakian Semakin Sulit

Pendakian Gunung Ceremai. credit photo: outdoorcafeindonesia.com
Untuk lo yang sudah merencanakan untuk melihat sunrise, idealnya lo harus memulai pendakian lagi dari jam 3 pagi, setelah istirahat pada pos rebutan tenda sebelumnya. Namun, kalau lo kesiangan bangun sedikit saja, jelas kesalahan fatal, lo tidak akan dapat sunrise di Gunung Ceremai.
Hal ini jelas dikarenakan banyak yang mengincar momen tersebut, sehingga jalur pendakian pasti harus dilalui bersama, bahkan cenderung berebutan. Lalu lalangnya pendakian juga menjadi salah satu tantangan yang harus lo lewati.
Ketika sedang semangat mendaki, lo juga harus bergantian dengan mereka yang tengah menuruni jalur pendakian setelah dari puncak. Untuk itu, lo yang harus mengalah dan memberikan jalur kepada mereka yang ingin turun gunung.
Debu Pendakian Gunung Ceremai

Pendakian Gunung Ceremai. credit photo: satyawinnie.com
Karena banyak jejak dan tapak kaki yang melintasi jalur pendakian trek tersebut, tidak heran jika debu khas Gunung Ceremai berterbangan dengan bebasnya. Hal ini bisa lo siasati dengan menggunakan masker atau buff yang bisa menutupi seluruh bagian wajah lo.
Namun, terlalu lama menutup wajah dengan masker atau buff juga tidak bagus untuk kelancaran pernafasan. Oleh karena itu, atur pemakaian buff lo, jangan sampai malah membuat kesulitan bernafas dan pendakian lo malah terbengkalai.
Asap Kebakaran Membuat Pemandangan Terganggu

Pendakian Gunung Ceremai. credit photo: rebanas.com
Pada saat itu, kebakaran masih suka terjadi gunung kawasan Gunung Ceremai, alhasil kepulan asapnya malah mengganggu pemandangan para petualang dan pendaki yang sudah sampai di puncaknya. Kebakaran yang terjadi kawasan Gunung Ceremai kebanyakan adalah aktivitas alam.
Artinya, udara yang panas, daun kering yang bergesekan mengakibatkan percikan api yang pada akhirnya menjadi besar karena menjalar ke mana-mana. Besar kebakaran tersebut berdampak buruk bagi ekosistem di sana, dan jelas menjadi pemandangan yang tidak sedap saat dilihat dari puncak gunung ini.
Nah, itulah 6 hal yang tidak mengenakan saat mendaki di Gunung Ceremai. Semoga para petualang dan pendaki lain tidak menemukan 6 hal di atas, ya. Gunung Ceremai terkenal dengan treknya yang menantang, serta pemandangan alam yang luar biasa.
Oleh karena itu, wajar jika Gunung Ceremai selalu ramai pendaki yang ingin merasakan petualangan di spot ini. Wah, bagaimana nih bro? Apakah lo sudah semakin penasaran dengan pemandangan serta trek terjal yang ada di Gunung Ceremai?
Kalau iya, langsung saja nih lo siapkan cuti dari rutinitas, siapkan budget secukupnya, berkemas, dan langsung saja berangkat berpetualang ke Gunung Ceremai!
Feature Image - iklantravel.com
ARTICLE TERKINI
Article Category : Wilderness
Article Date : 01/06/2018
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :