Ketika berkunjung ke destinasi wisata yang menarik, biasanya tempat tersebut sudah dijangkau oleh fasilitas yang semua orang butuhkan yaitu akses internet. Karena di zaman yang serba canggih ini, akses internet pun bisa didapatkan dimana saja. Tentu dengan begitu juga memudahkan semua orang untuk membagikan momen ketika traveling ke media sosial.
Terkadang hal ini malah membuat orang menjadi ketergantungan sama teknologi ya, bro. Bahkan bisa sampai melupakan dunia sekitar karena terlalu fokus dengan gadget. Kalau begini jadinya, traveling jadi nggak benar-benar dinikmati karena sesekali update ke media sosial. Nggak seru nih, bro!
Sekarang saatnya untuk mencoba melakukan traveling dengan misi “get lost” dengan menjelajahi beberapa destinasi wisata tanpa jangkauan internet berikut ini, bro!
[readalso url=21494]
Tristan da Cunha, Britania Raya

Image source: richardsimko.com
Sekelompok kepulauan terpencil di sebelah selatan Samudra Atlantik ini termasuk bagian dari teritori Britania Raya. Tristan da Cunha disebut sebagai pulau yang paling terasingkan dari dunia luar. Statusnya saja pulau terpencil, jadi di pulau ini memang semua akses komunikasi terisolasi baik sinyal radio maupun jaringan internet. Tapi, ada sekitar lebih dari 200 orang yang menghuni di sini, bro.
Selain akses komunikasi yang nggak ada, untuk menuju pulau ini pun sangat sulit karena nggak bisa menggunakan pesawat. Satu-satunya akses yang bisa dilalui adalah lewat jalur laut yang akan memakan waktu 5-6 hari dengan menggunakan perahu dari Cape Town. Menariknya, pemandangan alam di sini juga sangat eksotis dan menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1995. Nah, walaupun nggak ada jaringan internet tapi bisa menikmati keindahan alam seru juga ya, bro. Mau cobain?
Wae Rebo, Indonesia

Image source: indonesia.travel
Dengan banyaknya kepulauan di Indonesia, tentu ada juga yang nggak dijangkau oleh jaringan internet, bro. Wae Rebo yang berada di Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur ini merupakan desa yang berada di ketinggian 1.200 mdpl.
Desa ini merupakan desa adat yang memiliki tujuh rumah utama berbentuk kerucut dengan bentuk dan ukuran yang sama besarnya. Uniknya, satu rumah ini ditinggali oleh 6-8 keluarga. Untuk sampai ke lokasi terpencil ini dibutuhkan waktu selama 3 jam trekking. Pemandangan yang indah ketika sampai di desa ini pun akan mengobati rasa lelah selama perjalanan. Cocok nih buat yang mau terhindar dari hiruk pikuk perkotaan dan urusan kerjaan.
[readalso url=21492]
Black Forest, Jerman

Image source: schwarzwald.com
Eits, ini bukan nama kue yang sering dimakan pas ulang tahun ya, bro. Black Forest ini merupakan kawasan hutan yang berada di barat daya Jerman tepatnya di wilayah Baden-Wurttemberg. Dinamakan Black Forest karena banyaknya pohon pinus dengan warna gelap yang tumbuh di kawasan ini.
Di dalam kawasan ini juga terdapat beberapa kota seperti Freiburg dan Pforzheim. Tanpa adanya akses internet di hampir seluruh area Black Forest, menjadikan tempat ini cocok sih buat mengisolasi diri dari keramaian. Sepertinya sih menyenangkan tinggal di sini tanpa adanya akses internet ya, bro.
Destinasi-destinasi tersebut bisa dimasukkan ke dalam wishlist dulu ya, bro. Traveling dengan misi “get lost”-nya nanti saja kalau pandemi sudah berakhir!
Source: boombastis.com
ARTICLE TERKINI
Article Category : Urban Places
Article Date : 23/04/2020
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :