Larantuka, sebuah Kecamatan di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur ini berhasil dilirik mata dunia lewat sebuah ritual rohani menyambut datangnya hari Paskah. Nama perayaan itu Semana Santa
Semana Santa ini merupakan budaya rohani yang dilakukan masyarakat Larantuka. Biasanya, Semana Santa dilakukan seminggu sebelum perayaan paskah yang rutin diselenggarakan setiap tahun.
Sama seperti perayaan budaya yang ada di Tanah Air, Semana Santa di Larantuka juga tak luput dari perhatian masyarakat. Daya tariknya bukan cuma dari seremonial secara kolosal, tetapi juga mengandung banyak sejarah dan fakta yang mungkin belum banyak diketahui banyak orang.
[readalso url=22487]
Ikatan Kuat dengan Drama Penjajahan di Indonesia

Image source: traverse.id
Sebagai ibu kota dari Kabupaten Flores Timur, Larantuka memiliki ikatan kuat dengan drama penjajahan di Indonesia. Di awal abad ke-16, kota ini menjadi salah satu tempat singgah para pedagang dan misionaris Portugis.
Nama 'Flores' sendiri pun diambil dari bahasa Portugis yang berarti 'bunga'. Meskipun orang Portugis meninggalkan Larantuka di abad 17, tetapi pengaruh para pedagang Portugis yang bermukim memberi pengaruh yang sangat besar bagi warga lokal. Hal tersebut bisa dirasakan dalam nama-nama klan atau suku, misalnya da Costa, de Hornay, dan da Gomez. Dalam Semana Santa, jejak Portugis juga terpatri pada beragam aksesori dan istilah peribadatan.
Ada 3 Kapel di Larantuka

Image source: gotravelaindonesia.com
Dalam perayaannya, ada tiga kapel atau gereja di Larantuka yang menjadi titik penting dalam Semana Santa, yaitu Kapela Tuan Ma, Kapela Tuan Ana, dan Kapela Tuan Meninu. Ketiganya diberi nama sesuai dengan nama tiga patung suci yang disimpan di dalam bangunan.
Perlu diketahui, di luar perayaan Semana Santa, ketiga patung tersebut tak akan bisa disaksikan dan disembunyikan dari mata publik.
[readalso url=22473]
Jutaan Lilin Dinyalakan Sepanjang 2 Km

Image source: Ulet Ifansasti/Getty Images
Prosesi Jumat Agung atau Sesta Vera merupakan puncak dari rangkaian perayaan Semana Santa. Sebelum puncak acara, di pagi harinya mereka melalukan arak-arakan Tuan Menino (bayi Yesus) di laut menggunakan perahu dayung kecil, diikuti perahu-perahu lain.
Siang harinya, arak-arakan pun berlanjut dengan membawa patung Tuan Ma dan Tuan Anna menuju Katedral. Dari titik inilah prosesi Sesta Vera dengan jutaan lilin dimulai. Selama malam Jumat Agung, lilin dinyalakan sepanjang 2 km di jalan dan di depan rumah penduduk yang dilalui prosesi.
source: http://destinasian.co.id/flores-dan-ritual-paskah-magis/2/#a
ARTICLE TERKINI
Article Category : Urban Places
Article Date : 08/11/2020
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :