Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Tatsuno, Kota di Jepang yang Penuh dengan Cahaya Kunang-kunang

Biasanya, festival dilakukan sebagai sebuah acara meriah yang diadakan dalam rangka memperingati sesuatu. Atau juga bisa diartikan dengan hari atau pekan dalam rangka peristiwa penting atau bersejarah, atau pesta rakyat. Seperti halnya Festival Kunang-kunang yang menjadi fenomena alam tahunan yang biasa disaksikan oleh pengunjung.

Ketika matahari terbenam di Kota Tatsuno, Jepang, ribuan kunang-kunang mulai bersinar. Namun pada musim panas tahun ini, momen tarian serangga bercahaya itu berlangsung tanpa adanya penonton, setelah langkah-langkah pencegahan virus Corona memaksa penyelenggara Festival Kunang-kunang membatalkan acaranya.

[readalso url=21972]

Berlangsung 10 Hari di Awal Musim Panas

Image source: snowmonkeyresorts.com

Keputusan dibatalkannya festival ini mungkin mengecewakan penggemar Festival Kunang-kunang, tetapi tanpa kehadiran manusia, kawanan serangga ini justru memancarkan cahayanya lebih indah. Cahaya yang dihasilkan kunang-kunang memang merupakan salah satu perilaku kawin serangga bercahaya tersebut. Kunang-kunang bersinar untuk berkomunikasi antara jantan dan betina.

Fenomena alam itu hanya berlangsung 10 hari di awal musim panas, sebelum akhirnya kunang-kunang tersebut mati. Selama periode singkat 10 hari, para kunang-kunang menemukan pasangan dan bertelur untuk tahun berikutnya.

Ketika musim panas berlangsung tanpa hujan atau angin, sebanyak 30 ribu kunang-kunang berterbangan selama 10 hari di Tatsuno, sebuah kota yang terletak di sungai di Prefektur Nagano tengah.

Kawanan Kunang-kunang Hampir Punah

Image source: snowmonkeyresorts.com

Walikota Tatsuno, Yasuo Takei, menyampaikan bahwa catatan sejarah mengatakan sejumlah besar kunang-kunang terlihat di sepanjang sungai Tenryu pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Tetapi kawanan kunang-kunang hampir punah di daerah itu, karena industri sutra dan lainnya berkembang lebih jauh ke hulu dan menciptakan polusi.

Setelah Perang Dunia II, kota ini bekerja keras untuk memulihkan lingkungan dan melindungi kunang-kunang, dan serangga bercahaya itu sekarang menarik puluhan ribu pengunjung selama festival kunang-kunang musim panas tahunan.

[readalso url=21965]

Serangga yang Berharga

Dengan adanya puluhan ribu kunang-kunang ini, kota Tatsuno jadi memiliki pemandangan spektakuler yang penuh dengan cahaya, dengan pancaran bintang dan kunang-kunang yang terpantul di air.

Kunang-kunang juga sering dikatakan sebagai bukti lingkungan alami yang masih asli, tetapi serangga hanya tumbuh subur ketika kondisi lain juga terpenuhi. Dan untuk membantu kunang-kunang agar tumbuh subur, tempat ini harus memiliki siput bernama ‘kawanina’.

Kunang-kunang menghabiskan sekitar sembilan bulan dari siklus hidup setahun mereka di air tawar, dan bayinya tumbuh dengan memakan siput. Kota ini juga telah menciptakan taman lengkap dengan parit untuk membawa air segar dari sungai dan air terjun untuk menghasilkan habitat air yang kaya oksigen untuk serangga.

Keheningan pada musim kawin kunang-kunang tahun ini membuat suasana Tatsuno terasa sedikit menyedihkan. Namun dengan cahaya yang menyinari, kota ini terasa mengesankan.

Festival Kunang-kunang diadakan sekitar akhir Juni di penjuru Jepang sejak turun temurun. Hal ini mungkin bagian dari tradisi unik Jepang, namun kehadiran serangga bercahaya itu sangat berharga bagi manusia yang hanya bisa melihatnya dalam waktu singkat.

Penyelenggara festival, Tatsuki Komatsu, mengatakan ia merasa serangga “mencari pasangan lebih bebas tanpa manusia di sekitarnya” tetapi juga mengatakan ia berharap festival ini bisa diadakan lagi tahun depan.

Walaupun nggak bisa disaksikan langsung oleh pengunjung, nyatanya para kunang-kunang di Tatsuno malah bersinar terang dengan menakjubkan nih, bro. Semoga Festival Kunang-kunang ini bisa disaksikan kembali tahun depan!

 

Source: cnnindonesia.com

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Beginner #Extreme #solo-traveling

Article Category : Urban Places

Article Date : 24/07/2020

Superadventure
Superadventure
Admin Adventure
Penulis artikel petualangan outdoor dan ekstrem yang bawain kisah mendaki tebing, arung jeram, sampai menjelajah jalur off-road. Buat gue, petualangan itu lebih dari sekadar jalan-jalan, ini soal uji mental dan fisik. Tiap cerita gue kemas biar Superfriends kebawa sensasinya. Gue pengen lo yang baca ngerasa termotivasi buat keluar dari zona nyaman. Kalau lo suka tantangan alam, artikel di sini bakal bikin lo pengen langsung berangkat.

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
Urban Places

Jadi Hotel Terbaik di Dunia, Simak Keindahan Capella Ubud di Bali

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Urban Places

Lagi di Bandung? Yuk Coba Rekomendasi 7 Wisata Kuliner Ini

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Urban Places

Taman Sari Yogyakarta, Waterkasteel yang Punya Keindahan Abadi

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Urban Places

Referensi Tempat Wisata di Sekitar Kaliurang, Yogyakarta

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive