Ketika berpetualang ke suatu tempat, pasti lo akan menemukan sekelompok orang baru dan mempunyai tradisi budaya yang unik dan menarik untuk dipelajari. Misalnya Tradisi Nopeng yang dilestarikan Suku Dayak Kanayatn di Kalimantan Barat.
[readalso url=21337]
Asal-Usul Tradisi Nopeng

Image source: https://etnis.id/
Tradisi Nopeng dilaksanakan untuk mengingat kembali sosok Antu Dayak atau roh para dewa dan leluhur Suku Dayak Kanayatn. Daerah yang hingga kini ritual tradisi tersebut salah satunya di Desa Sebadu, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.
Masyarakat setempat melangsungkan Nopeng setiap setahun sekali, tepatnya untuk turut memeriahkan hari Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus. Walau Nopeng kini hanya hiburan belaka, namun orang-orang yang terlibat sebagai pelaku sosok pemeran Antu Dayak ini dipersiapkan dengan sangat serius dan harus melalui tahapan ritual tertentu. Pemain Nopeng ini biasanya terdiri dari sepuluh orang atau lebih. Mereka biasanya akan memakai topeng kayu dengan berbagai jenis watak, dari lucu hingga menyeramkan. Selain itu, badan mereka akan dibalut dengan dedaunan hijau di seluruh tubuhnya, sehingga konon mirip Antu Dayak.
Mitosnya, pada zaman dahulu kala saat orang Dayak berperang, musuhnya tumbang secara tiba-tiba, seolah ada sosok nggak terlihat yang memeranginya. Selain itu, ada juga kabar bahwa orang-orang yang punya kekuatan supranatural yang bisa melihat melihat sosok tak kasat mata yang ikut berperang, mereka serupa manusia, namun bentuknya menyamar memakai dedaunan di sekujur tubuhnya.
Pelaksanaan Tradisi Nopeng

Image source: peduliadat.org
Para pemeran tokoh Nopeng biasanya diharuskan berada dalam kawasan hutan sekitar desa untuk mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari pemasangan dedaunan di tubuh dan lain-lain. Saat musik mulai dikumandangkan, pertanda bahwa para pemain sudah harus mulai berjalan keluar dari dalam hutan yang seolah-olah sebagai roh yang benar-benar berasal dari alam gaib. Di lokasi ritual, sudah berdiri pendoa yang disebut Panyangahatn. Sebelum para pemain Nopeng ini sampai ke desa, Panyangahatn sudah terlebih dahulu mempersiapkan sesajen seperti seekor ayam, beras putih, beras banyu atau beras kuning, kapur, sirih, paku, telur dan pabayo yaitu perangkat ritual yang terbuat dari bambu.
Setelah para pemain sampai di area pertunjukan, mereka harus menari kompak serentak mengelilingi sesajen dan Panyangahatn dengan mengikuti alunan musik. Sambil menari berkeliling, Panyangahatn akan membaca mantra-mantra sambil menaburkan baras banyu ke arah para pemain satu per satu. Usai ritual, barulah seluruh pemain Nopeng berkeliling kampung untuk menghibur warga sekitar.
[readalso url=21339]
Warga Turut Berpartisipasi

Image source: https://etnis.id/
Setiap warga diwajibkan untuk memberikan pangkaras atau tanda pemberian, baik berupa uang, barang dagangan, makanan ringan atau barang lainnya kepada para pemain nopeng yang biasanya dimasukkan ke dalam tas berupa karung yang sudah dibawa masing-masing pemain Nopeng.
Jadi bagaimana bro dengan beberapa informasi seputar mitos Suku Dayak Kanayatn di atas? Tentunya menjadi bukti kalau kebudayaan di Indonesia sangatlah kaya dan beragam. Tetap jaga semangat berpetualang dan jaga semangat toleransi ya, bro!
ARTICLE TERKINI
Article Category : Urban Places
Article Date : 22/03/2020
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :