Desa ini juga dikenal dengan sebutan Little Venice. Uniknya desa ini hanya bisa diakses dengan menggunakan perahu sampan. Jangan harap lo bisa melihat mobil atau motor. Masyarakat di sana lebih memilih berjalan kaki untuk bepergian. Total ada 176 jembatan, taman dan berbagai tempat indah.
Jadi kalau pun ada jalan setapak itu hanya untuk pejalan kaki. Selebihnya hanya sungai yang membentang. Setiap rumah berhadapan dengan sungai dan jembatan. Sehingga warga setempat pun selalu memastikan agar sungai senantiasa bersih dari limbah.
Keindahan Giethoorn dan keunikan konsep pemukiman di sana membuat para wisatawan dari seluruh dunia penasaran untuk melihat lebih dekat desa ini. Sampai sekarang, Giethoorn menjadi salah satu tujuan wisata populer di Belanda.
Desa ini terletak di Overijssel. Keasrian Desa Giethoorn tak terkalahkan deh. Sejuk dan suasananya segar banget. Serba hijau dan warna warni dari dedaunan dan bunga.
[readalso url=22075]
Sejarah Desa Tanpa Jalan Raya

Image source: cntraveler.com
Giethoorn punya kanal yang tersebar di kotanya, yang jika digabungkan menjadi sepanjang 4,8 kilometer. Selain itu ada pula jalur sepeda yang membentang di pinggir kanal. Daerah wisata ini telah ada sejak abad ke-13 dan ditempati oleh para petani gambut.
Nama Giethoorn sendiri berasal dari kata Geytenhorn atau yang berarti Tanduk Kambing. Penduduk kemudian menyebut pemukiman mereka dengan nama Geytenhorn. Kemudian menjadi Greythorn, lalu berubah menjadi Giethoorn.
Disebut Tanduk Kambing karena para petani yang mendiami kawasan tersebut kemudian menemukan kumpulan tanduk kambing liar yang diduga mati akibat bencana banjir pada tahun 1170. Pada zaman dulu, wilayah ini terdiri dari kayu dan gambut tinggi.
Kolam dan kanal di Giethoorn kemudian tercipta karena adanya aktivitas ekstraksi gambut. Konon, aktivitas ini telah ada sejak abad ke-11 dan 12.
Nah singkat cerita, pada tahun 1750, aktivitas ekstraksi gambut berhenti. Penduduk di sana kemudian beralih menjadi peternak. Mereka membiakkan sapi, memotong rumput dan jerami, serta mengembangkan sektor pertanian dan perikanan sebagai kegiatan tambahan.
[readalso url=21814]
Penduduk Hanya Bersepeda, Jalan, dan Naik Perahu

Image source: smithsonianmag.com
Setiap hari, sekitar 2.600 penduduk desa ini hanya menggunakan sepeda, berjalan kaki, kano, atau menyewa perahu saat sedang beraktivitas sehari-sehari. Jadi di Giethoorn lo nggak ada dengar bunyi klakson atau deru kendaraan yang bikin kuping terasa bising.
Kanal sepanjang 4 kilometer ini sebagai akses utama. Air yang jernih dan kiri-kanan dan berhiaskan pohon rindang menjadi pemandangan menarik selama perjalanan wisata di sini.
Kalau berkunjung ke sana, kendaraan harus diparkir di luar desa. Yang bikin takjub lagi, di desa ini nggak ada sampah sama sekali yang berserakan. Tak hanya rumah-rumah warga, di sana juga ada fasilitas lain seperti restoran, toko-toko, dan lain-lain. Yang membuat Giethoorn dinobatkan sebagai salah satu desa paling bersih di dunia adalah udaranya yang bebas polusi dan air yang bersih dari limbah.
Seru banget kelihatannya ya. Siapa berencana mampir bro?
Source: https://kumparan.com/kumparantravel/giethoorn-desa-paling-bersih-di-dunia-yang-tak-punya-jalan-raya-hingga-sampah-1trIII52HXq/full
ARTICLE TERKINI
Article Category : Urban Places
Article Date : 16/08/2020
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :