Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Melihat Lebih Dekat Desa yang Bersih di Dunia, Jalannya Pakai Sampan

Desa ini juga dikenal dengan sebutan Little Venice. Uniknya desa ini hanya bisa diakses dengan menggunakan perahu sampan. Jangan harap lo bisa melihat mobil atau motor. Masyarakat di sana lebih memilih berjalan kaki untuk bepergian. Total ada 176 jembatan, taman dan berbagai tempat indah.

Jadi kalau pun ada jalan setapak itu hanya untuk pejalan kaki. Selebihnya hanya sungai yang membentang. Setiap rumah berhadapan dengan sungai dan jembatan. Sehingga warga setempat pun selalu memastikan agar sungai senantiasa bersih dari limbah. 

Keindahan Giethoorn dan keunikan konsep pemukiman di sana membuat para wisatawan dari seluruh dunia penasaran untuk melihat lebih dekat desa ini. Sampai sekarang, Giethoorn menjadi salah satu tujuan wisata populer di Belanda. 

Desa ini terletak di Overijssel. Keasrian Desa Giethoorn tak terkalahkan deh. Sejuk dan suasananya segar banget. Serba hijau dan warna warni dari dedaunan dan bunga.

[readalso url=22075]

Sejarah Desa Tanpa Jalan Raya

Image source: cntraveler.com

Giethoorn punya kanal yang tersebar di kotanya, yang jika digabungkan menjadi sepanjang 4,8 kilometer. Selain itu ada pula jalur sepeda yang membentang di pinggir kanal. Daerah wisata ini telah ada sejak abad ke-13 dan ditempati oleh para petani gambut.

Nama Giethoorn sendiri berasal dari kata Geytenhorn atau yang berarti Tanduk Kambing. Penduduk kemudian menyebut pemukiman mereka dengan nama Geytenhorn. Kemudian menjadi Greythorn, lalu berubah menjadi Giethoorn.

Disebut Tanduk Kambing karena para petani yang mendiami kawasan tersebut kemudian menemukan kumpulan tanduk kambing liar yang diduga mati akibat bencana banjir pada tahun 1170. Pada zaman dulu, wilayah ini terdiri dari kayu dan gambut tinggi. 

Kolam dan kanal di Giethoorn kemudian tercipta karena adanya aktivitas ekstraksi gambut. Konon, aktivitas ini telah ada sejak abad ke-11 dan 12.

Nah singkat cerita, pada tahun 1750, aktivitas ekstraksi gambut berhenti. Penduduk di sana kemudian beralih menjadi peternak. Mereka membiakkan sapi, memotong rumput dan jerami, serta mengembangkan sektor pertanian dan perikanan sebagai kegiatan tambahan.

[readalso url=21814]

Penduduk Hanya Bersepeda, Jalan, dan Naik Perahu

Image source: smithsonianmag.com

Setiap hari, sekitar 2.600 penduduk desa ini hanya menggunakan sepeda, berjalan kaki, kano, atau menyewa perahu saat sedang beraktivitas sehari-sehari. Jadi di Giethoorn lo nggak ada dengar bunyi klakson atau deru kendaraan yang bikin kuping terasa bising.

Kanal sepanjang 4 kilometer ini sebagai akses utama. Air yang jernih dan kiri-kanan dan berhiaskan pohon rindang menjadi pemandangan menarik selama perjalanan wisata di sini. 

Kalau berkunjung ke sana, kendaraan harus diparkir di luar desa. Yang bikin takjub lagi, di desa ini nggak ada sampah sama sekali yang berserakan. Tak hanya rumah-rumah warga, di sana juga ada fasilitas lain seperti restoran, toko-toko, dan lain-lain. Yang membuat Giethoorn dinobatkan sebagai salah satu desa paling bersih di dunia adalah udaranya yang bebas polusi dan air yang bersih dari limbah.

Seru banget kelihatannya ya. Siapa berencana mampir bro?

 

Source: https://kumparan.com/kumparantravel/giethoorn-desa-paling-bersih-di-dunia-yang-tak-punya-jalan-raya-hingga-sampah-1trIII52HXq/full

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Beginner #Extreme #solo-traveling

Article Category : Urban Places

Article Date : 16/08/2020

Superadventure
Superadventure
Admin Adventure
Penulis artikel petualangan outdoor dan ekstrem yang bawain kisah mendaki tebing, arung jeram, sampai menjelajah jalur off-road. Buat gue, petualangan itu lebih dari sekadar jalan-jalan, ini soal uji mental dan fisik. Tiap cerita gue kemas biar Superfriends kebawa sensasinya. Gue pengen lo yang baca ngerasa termotivasi buat keluar dari zona nyaman. Kalau lo suka tantangan alam, artikel di sini bakal bikin lo pengen langsung berangkat.

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
Urban Places

Jadi Hotel Terbaik di Dunia, Simak Keindahan Capella Ubud di Bali

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Urban Places

Lagi di Bandung? Yuk Coba Rekomendasi 7 Wisata Kuliner Ini

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Urban Places

Taman Sari Yogyakarta, Waterkasteel yang Punya Keindahan Abadi

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Urban Places

Referensi Tempat Wisata di Sekitar Kaliurang, Yogyakarta

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive