Salah satu yang paling penting adalah ban. Ternyata, terdapat dua jenis ban motor yang digunakan pada motor trail, bro. Ada ban motor trail yang khusus pada trek ban full off-road dan semi off-road. Apa saja keistimewaan dari dua jenis ban motor trail tersebut? Simak penjelasannya dibawah ini ya, bro!
[readalso url=21421]
Ban Full Off-Road

Image source: mcas.com.au
Para petualang roda dua pastinya sudah akrab dengan blusukan trek yang sangat menantang dan memacu adrenalin. Pastinya lo pernah terpeleset atau mencium tanah saat berusaha menaklukan rintangan yang sulit dong? Untuk mencegah atau mengurangi resiko terulang kejadian tersebut mungkin lo butuh menyesuaikan ban pada motor trail andalan lo, bro.
Jangan terkecoh dengan tampilan sangar dan gagah yang ditawarkan. Pada dasarnya ada tiga pilihan ban yang bisa lo gunakan untuk motor di jalur off-road, yaitu hard, intermediate, dan soft. Hard akan sangat cocok digunakan untuk jalur off-road tanah kering atau pun jalur lintasan berupa bebatuan, sedangkan soft yang cocok digunakan di jalur off-road yang basah maupun penuh dengan lumpur.
Untuk ban full off-road tipe intermediate, masih bisa dipakai di jalur off-road kering, namun juga tidak begitu berbahaya ketika dipakai di jalur off-road basah. Tipe ban yang satu ini memang menawarkan kompromi antara tipe ban hard dan soft.
Ban Semi Off-Road

Image source: otosia.com
Untuk para petualang yang masih ingin mengendarai motor trailnya di perkotaan, ini tipe ban yang paling pas buat lo, bro. Yap, ban semi off-road memang didesain khusus untuk bisa melewati jalanan aspal namun tetap terlihat garang dan tidak mengesampingkan faktor keamanan.
Dilansir dari gridoto.com, biasanya motor trail 150cc yang dipasarkan di daerah perkotaan sudah memasang ban semi off-road bawaan pabrik. Jadi ban tersebut masih bisa untuk dipakai di jalan aspal maupun jalanan yang sedikit tanah dan berbatu. Komposisinya pun berbeda-beda ada yang 50-50, ada yang 60% tanah dan 40% aspal.
[readalso url=21375]
Risiko Salah Penggunaan Ban
Motor trail pada dasarnya diproduksi untuk melibas berbagai medan off-road dan lintasan-lintasan yang sulit dilalui kendaraan roda dua lainnya, seperti bukit, sungai, lumpur, jalan berbatu dan masih banyak lagi.
Tapi, seringkali kita lihat di kota-kota besar di Indonesia, motor trail sering digunakan digunakan untuk menopang kegiatan sehari-hari. Hal tersebut sah-sah saja, namun jika salah menggunakan ban tentu saja sangat berbahaya apalagi jika aspal yang dilalui diguyur hujan.
Dilansir dari otomotif.tempo.com, jika nekat menggunakan ban motor trail full off-road pada aspal yang basah, dikhawatirkan akan sangat mudah tergelincir. Karena tapak atau kembang pada ban hanya sedikit yang menapak aspal, hal ini akan menyebabkan kurangnya traksi atau daya cengkram ban pada lintasan, sehingga sangat membahayakan penggunanya.
Penggunaan ban semi off-road pada lintasan juga kurang efektif lho, bro. Karena tapak atau kembang pada ban yang kurang menonjol sehingga ban rawan kehilangan traksi pada lintasan tanah berlumpur terlebih pada tanjakan atau turunan.
Jadi jangan salah pilih ban untuk motor trail ya, bro. Selain kurang nyaman saat dipakai berkendara, ban motor trail yang kurang tepat ternyata juga sangat berpengaruh pada keamanan dan keselamatan berkendara. Tetap semangat dan selamat berpetualang!
Referensi : https://otomania.gridoto.com/read/241819617/ada-dua-jenis-ban-trail-satunya-berbahaya-digunakan-di-aspal?page=all
https://otomotif.tempo.co/read/1178538/ini-efeknya-kalau-motor-pakai-ban-pacul-di-jalan-aspal/full&view=ok
https://adventuriderz.com/2015/03/07/tips-memilih-ban-yang-tepat-untuk-jalur-full-off-road/
ARTICLE TERKINI
Article Category : Tips
Article Date : 10/04/2020
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :