Sepeda bergerak karena chainring sebagai komponen, makanya nggak boleh diremehkan saat memilih. Ada beberapa pilihan, mulai dari single, double, dan triple chainring. Kalau lo belum tahu perbedaannya coba deh simak informasi berikut. Biar lo nggak perlu bingung lagi nentuinnya!
Chainring dianggap sebagai bagian paling vital pada sepeda karena dianggap komponen gerak. Ada tiga macam chainring yang bisa lo pilih, mulai dari single, double, dan triple. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Semua ini balik lagi sama gaya bersepeda dan tipe sepeda apa yang lo pakai.
Kombinasi chainring dan kecepatan jadi penentu gear ratio pada sepeda. Bisa diartikan berapa kali roda berputar dalam sekali gowes. Dengan memperhatikan gear ratio lo bisa ngeliat karakter sepeda dan medan apa yang cocok. Inilah beberapa perbedaan single, double, dan triple chainring biar lo lebih mudah nentuin.
Single Chainring
Image source: https://www.sepeda.me/
Sepeda ini nggak banyak punya variasi gear ratio, makanya punya karakter spesifik. Tapi punya ukuran chainring yang beragam, ada yang 32T dan paling besar 52T. Dalam memilih ukuran lo perlu perhatikan secara detail karena bisa nggak cocok sama medan tertentu.
Bisa juga nyesuain sama ukuran sprocket yang dipasang di belakang biar jarak gear ratio terlihat jelas. Kalau punya ukuran yang besar maka bisa ngebuat lo lebih fleksibel. Pada umumnya, single chainring dipasangkan sama sprocket 11 atau 12 speed.
Kalau pakai single chainring, sepeda bakal terlihat lebih sederhana karena cuma pakai satu shifter di handlebar. Selain itu, lebih ringan jadi waktu gowes nggak terlalu banyak ngeluarin tenaga. Sayangnya jarak gear terbatas banget dan harganya pun masih mahal.
Double Chainring
Image source: https://www.bukalapak.com/
Populer banget buat set up untuk sepeda road bike atau gravel bike. Karena adanya konfigurasi ini, sepeda jadi punya jarak gear ratio yang lebih besar. Selain itu, double chainring cocok banget diaplikasikan ke sepeda onroad, commuting, dan gravel.
Lo juga bisa kombinasiin ukuran sama yang biasa dipakai, tapi tetap perhatiin tipe sepeda. Contohnya 52/26T untuk sepeda lipat, 50/34T untuk sepeda gravel, dan 52/36T untuk sepeda balap. Double chainring juga mengurangi resiko crosschain karena posisi chainring sama sprocket jauh dengan gear.
Adanya double chainring bisa ngebuat lo lebih fleksibel saat bersepeda sehingga energi nggak banyak terbuang. Tapi konfigurasinya belum bersahabat sama pemula dan bobotnya bakal jauh lebih berat.
Triple Chainring
Image source: https://www.bukalapak.com/
Sekarang triple chainring populer banget di set up buat sepeda MTB. Terus pakai kombinasi 21 speed (3x7), 24 speed (3x8), dan 30 speed (3x10). Hal ini biar gear ratio bervariasi dan rentangnya jauh. Selain itu, ngebuat transisi mulus banget bahkan mindahin satu gear naik atau turun jadi nggak berasa.
Triple chainring punya harga yang murah banget dengan komponen suku cadang bervariasi dan cocok banget buat sepedaan dimana aja. Sayangnya proses shifting jadi semakin rumit, kondisi crosschain yang ngebuat gowesan nggak efektif, dan bobot semakin berat.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Places & Gears
Article Date : 31/08/2021
Source:https://review.bukalapak.com/sports/chainring-sepeda-113140
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :