Saat melakukan kegiatan outdoor seperti climbing, lo membutuhkan carabiner yang memiliki segudang manfaat. Jangan karena bentuknya kecil, terus lo jadi menyepelekan carabiner. Oleh karena itu, saat memilih benda ini bisa mengikuti cara berikut.
Carabiner adalah bagian terpenting dari peralatan climbing atau pendakian. Punya berbagai macam kegunaan, ukuran, dan jenis sesuai kebutuhan para penggunanya. Peralatan keamanan ini dilengkapi dengan pengunci atau gate. Fungsinya menghubungkan satu benda dengan benda lain, seperti tali dengan tali lainnya hingga botol dengan tas. Setiap orang menggunakan carabiner dengan berbagai macam.
Nggak sampai situ saja, carabiner bisa mengunci lokasi suatu benda biar nggak berpindah tempat. Dari kegunaannya saja, bisa dilihat kalau carabiner punya segudang manfaat buat para pencinta kegiatan outdoor. Jadi jangan meremehkan ukuran carabiner yang kecil. Biar lo langsung menemukan carabiner dari banyaknya jenis, bisa ikuti cara ini agar langsung menemukan yang tepat.
1. Materials
Image source: unsplash.com/@melbaylon
Kalau dilihat dari segi bahan yang digunakan dalam carabiner, sebenarnya hanya ada dua material saja. Pertama yang terbuat dari baja, carabiner baja paling sering digunakan saat skenario penyelamatan dan tali temali. Hal ini dikarenakan gaya serta beban kerja yang lebih besar. Carabiner baja punya kelebihan yang lebih kuat, tahan lama, tetapi punya bahan yang lebih berat.
Kedua yang terbuat dari alumunium, bahan ini jauh lebih ringan daripada yang baja. Dirancang khusus untuk pendakian rekreasi di mana gaya dan beban kerja jauh lebih sedikit. Superfriends bisa pilih di antara dua pilihan materials ini, tapi kalau memang kegiatan outdoor lebih sering dilakukan ada baiknya buat pilih carabiner baja.
2. Bentuk
Image source: unsplash.com/@nikolayvasiliev
Walaupun kalau dilihat sekilas mirip, carabiner sebenarnya punya beragam bentuk lho. Ada yang bentuk oval, memungkinkan untuk dibalik atau diputar dengan mudah, punya rak yang konsisten, dan nggak mahal. Carabiner oval cocok banget buat lo yang hobi rock climbing, karena nggak akan mengganggu kalau sedang menjempitkan carabiner lain.
Selanjutnya ada bentuk D-Shape, didesain dengan bentuk asimetris huruf D. Sehingga memungkinkan untuk mentransfer lebih banyak kekuatan dari gate menuju tulang belakang carabiner. Gate D-Shape juga dibuat lebih ringan dari bentuk lain serta punya bukaan gate lebih lebar. Kelebihan dari carabiner bentuk ini adalah lebih fleksibel daripada yang bentuknya oval simetris.
Lalu bentuk offset D-Shape yang mirip banget dengan bentuk D-Shape dari segi desain dan fungsi. Desain asimetris yang berlebihan memungkinkan pembukaan gate lebih lebar. Jadi jangan heran kalau harganya lebih mahal. Terakhir HMS carabiner yang bentuknya mirip sama buah pir. Kelebihannya bisa dirasakan saat digunakan halangan untuk belay.
3. Mekanisme Gate
Image source: govoproducts.com
Ada dua macam yang bisa membedakan mekanisme gate, ada yang dikunci tapi ada juga yang nggak. Tapi kebanyakan orang lebih memilih sistem yang punya penguncian. Karena jauh lebih aman sehingga lo lebih tenang. Sistem locking gate punya dua jenis, yaitu twist lock dan screw lock. Twist lock memiliki selongsong pegas yang harus diputar buat melepas gate.
Tapi desainnya rentan terhadap keausan, kotoran, es, dan masalah mekanis lainnya. Sedangkan screw lock memiliki selongsong berulir yang harus dibuka atau ditutup secara manual untuk melepas gate. Nggak rentan terhadap kerusakan komponen karena memiliki lebih sedikit ruang gerak daripada carabiner twist lock.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Places & Gears
Article Date : 26/10/2021
Source:https://www.gearx.com/blog/knowledge/climbing/how-to-choose-carabiners/
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :