Punya julukan “Mini Hollywood,” Desa Wisata Gamplong di Sleman, Yogyakarta ini awalnya dikenal dengan industri kain tenunnya yang terkenal. Bahkan hingga kini, masyarakatnya masih menenun, dan menjadikan industri ini sebagai pembangun ekonomi warga desa. Tapi lama kelamaan, desa ini ramai dikunjungi wisatawan karena memiliki bangunan-bangunan ala tempo dulu, yang menarik untuk jadi tempat berfoto sekaligus belajar sejarah.
Tempat Syuting Film Bumi Manusia
Image source: instagram.com/devizenovia_
Kalau lo pernah nonton film karya Hanung Bramantyo yang diangkat dari salah satu Tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer yaitu Bumi Manusia, lo pasti “ngeh” kalau latar belakang lokasinya adalah di desa ini. Desa ini disulap menjadi sebuah studio dengan latar belakang bangunan tahun 1600-an.
Banyaknya bangunan semi permanen bergaya era kolonial membuat desa ini sudah selayaknya kota jadul yang begitu terawat. Bangunan yang menjadi favorit para pelancong untuk berfoto karena begitu Instagramable diantaranya adalah Kawasan Kampung Mataram, Kampung Pecinan, dan juga Benteng Holland.
Kalau lo ingat bangunan yang dijadikan sebagai rumah Nyai Ontosoroh di film Bumi Manusia, kini rumah itu disulap menjadi sebuah museum, dengan nama yang sama, Museum Bumi Manusia. Gak hanya bisa menikmati ornamen rumah tua, di sini juga lo bisa mengenal lebih jauh tentang cerita novel Bumi Manusia dan segala informasi tentang desa ini. Hindari datang di hari Senin ya, Superfriends! Karena di hari Senin, museum biasanya tutup untuk pemeliharaan.
Kampung Tenun yang Asri
Image source: shutterstock.com/Fahroni
Sebelum terkenal karena film Bumi Manusia, Desa Gamplong lebih dulu terkenal sebagai sentra produksi tenun tanpa alat mesin. Dari generasi ke generasi, masyarakat Desa Gamplong sudah menenun kain sejak tahun 1950. Meski jumlah pengrajin telah menurun sejak tahun 2008 karena tidak ada penerusnya, masyarakat desa ini masih tetap menenun, meski telah beralih menggunakan mesin tenun.
Tapi kalau lo mau belajar menenun dengan tangan, bisa banget kok, Superfriends! Selain itu, lo gak hanya bisa belajar menenun aja, tapi juga bisa membeli kain tenun khas Desa Gamplong berupa kain lurik dan stagen di toko yang ada di desa ini.
Harga Tiket Masuk
Image source: instagram.com/rinasulfana
Pihak pengelola Desa Wisata Gamplong ternyata gak mematok biaya tiket, dan pengunjung bisa membayar biaya masuk seikhlasnya. Selain itu, jam operasional desa ini juga cukup panjang, yakni mulai pukul 08.00 sampai 17.00. Tapi sebaiknya, hindari datang di siang hari ya, Superfriends, karena di waktu ini matahari sedang terik-teriknya dan bisa jadi malah bikin lo gak bebas mengeksplor desa wisata ini. Well, have fun, Superfriends!
ARTICLE TERKINI
Article Category : Places & Gears
Article Date : 16/10/2022
Source:https://www.javatravel.net/desa-gamplong-sleman
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :