Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

sherpaeverest

Author : Admin Adventure

Article Date : 12/05/2024

Article Category : News

Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan rahasia kekuatan Suku Sherpa di kaki Gunung Everest, Nepal. Sherpa sendiri dikenal sebagai pemandu dan porter tangguh bagi pendaki Gunung Everest. Sherpa adalah suku di pegunungan Himalaya yang bermigrasi dari Tibet sekitar lima abad lalu.

Mereka tinggal selama beberapa generasi di desa-desa yang berada di ketinggian 2.000-5.000 mdpl. Anggota Pendiri Xtreme Everest dan konsultan perawatan klinis di Rumah Sakit Universitas Southampton, Inggris, Denny Levett pada tahun 2013 melakukan ekspedisi ilmiah ke puncak Gunung Everest. Ekspedisi itu bertujuan untuk menjelajahi latar belakang kemampuan daya tahan manusia pada ketinggian tertentu. Levett teringat pada satu Sherpa yang tergabung dalam ekspedisi.

Mereka turun sejauh 2.000 meter dari puncak Everest hanya dalam waktu dua jam, ketika tim terbaik kami melakukannya dalam waktu setengah hari. Dia bahkan berhenti hanya untuk minum teh ketika turun dari puncak Everest. Inilah rahasianya,

  • Tantangan terhadap ketinggian

Kemampuan tubuh menyesuaikan terhadap ketinggian adalah tantangan dalam pendakian Gunung Everest. Kadar oksigen di puncak hanya ada sepertiga yang terkandung di langit. Menurut Levett, hanya enam persen pendaki dari seluruh dunia yang mampu mendaki tanpa oksigen tambahan. Penyakit di ketinggian bisa menyerang manusia yang berada di ketinggian beberapa ribu meter di atas permukaan laut. Oleh karena itu, tubuh manusia harus beradaptasi untuk menuju tempat yang lebih tinggi.

Relawan dites secara fisik dan biologis untuk mengidentifikasi perbedaan fisik sebelum dan selama pendakian menuju ketinggian 5.300 meter di atas permukaan laut.

 

 

  • Pemanfaatan oksigen

Levett mempresentasikan temuan penelitian terhadap suku Sherpa dalam World Extreme Medicine Expo in London. Dia mengidentifikasi perbedaan bagian sel manusia yang berfungsi untuk menghasilkan energi atau yang dikenal sebagai mitokondria.

Mitokondria pada suku Sherpa lebih efisien dalam menggunakan oksigen. Sel mereka seperti mobil yang irit bahan bakar. Anda bisa mendapat energi dari oksigen yang minim. Tim mempelajari pembuluh darah di bawah lidah dan lokasi lain di tubuh untuk memantau sirkulasi udara di organ-organ lain. Proses itu disebut mikrosirkulasi. Bentuk sirkulasi darah ini berada di pembuluh darah terkecil dan melihat bagaimana oksigen mampu mencapai otot, jaringan, dan organ hingga tubuh manusia bisa bekerja.

 

 

 

“Kecepatan ini lebih tinggi di mana darah dapat mengalir di sekitar memungkinkan tubuh untuk memberikan lebih banyak oksigen ke jaringan yang lebih cepat,” ujar ahli transplantasi ginjal di Rumah Sakit Universitas Coventry dan Warwickshire, Inggris, Chris Imray yang berangkat bersama Levett dalam ekspedisi ilmiah ini.

Jadi, studi-studi ini menyimpulkan bahwa ada perbedaan genetik pada suku Sherpa sehingga suku ini benar-benar sesuai dengan kondisi di Everest.

PERSONAL ARTICLE

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Extreme

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
News

Gear Esensial Sepeda Roadbike Yang Wajib Lo Punya

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Tempat Wisata Non Mainstream Di Jogja, Pernah Coba?

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Pengen Mencoba Backpacking Sendirian, Ini Yang Wajib Diperhatikan

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

MAKANAN WAJIB UNTUK PENDAKI YANG AMAN UNTUK PERUT!

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

GLAMPING BISA MENJADI ALTERNATIF ESCAPE, INI REKOMENDASINYA!

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Surga Surfing di Kepulauan Mentawai, Patut Dicoba!

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Keindahan Bawah Laut indonesia, Keajaiban Yang Wajib Kalian Jelajahi

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Mengenal Komunitas SIKSOROGO, Apa Itu?

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Masih Asing Dengan Rock Climbing? Ini Sejarahnya!

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Gak Perlu Jauh-Jauh! Ini 5 Wisata Perbatasan Indonesia dan Malaysia

Read to Get 5 Point
image arrow
1 /