Sebagai pemilik sekaligus pemimpin dalam bisnis, lo harus memastikan lingkungan kerja dalam perusahaan atau UMKM lo sehat. Nah, ada salah satu sistem kerja yang harus lo hindari karena bisa bikin bisnis lo terancam bangkrut. Apa itu?
Adalah micromanaging. Dalam sistem ini, seorang atasan atau manajer biasanya memberikan pengawasan berlebihan pada karyawannya. Bos tersebut seakan nggak ngasih keleluasaan buat bawahannya untuk bekerja, sehingga karyawan pun merasa tertekan. Dalam jangka panjang, micromanaging bisa bikin kinerja karyawannya lo turun dan berpengaruh pada performa bisnis lo.
Pengin tau lebih banyak tentang micromanaging? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini, Superfriends.
Apa itu Micromanaging?
Micromanaging merupakan bentuk kepemimpinan yang ketika atasan terlalu mengawasi karyawan, baik itu dari level bawah maupun level leader tim. Kondisi ini bisa bikin karyawan merasa nggak nyaman karena atasan terkean merendahkan kemampuan mereka dan nggak percaya sama kinerja mereka. Selain itu, karyawan pun jadi merasa kurang percaya diri saat bekerja karena nggak dikasih kebebasan untuk mengeksplorasi pekerjaannya.
Dalam micromanaging, pemimpi bisnis baisanya menghabiskan waktunya buat mengawasi pekerjaan karyawannya secara langsung, bahkan yang nggak berkaitan sama job desk-nya. Ia juga terlalu fokus sama hal-hal kecil yang sebenarnya bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Kalau sistem ini terus berlanjut, hal itu nggak cuma berdampak pada kinerja karyawan, tapi juga penurunan pada bisnis lo secara keseluruhan. Bukan nggak mungkin bisnis lo terancam bangkrut, Bro.
Tanda-tanda Micromanaging dalam Bisnis
Beberapa tanda pemimpin yang menerapkan micromanaging dalam bisnisnya yaitu sebagai berikut.
1. Selalu minta CC di setiap email,
2. Sibuk sama pekerjaan yang harusnya dikerjakan orang lain, bahkan mengambil alih pekerjaan tersebut karena merasa bisa mengerjakannya dengan lebih baik,
3. Selalu memantau apa yang dikerjakan karyawan,
4. Sering minta update yang nggak perlu,
5. Mendelegasikan pekerjaan secara langung tanpa memberi peluang pada karyawan untuk berinisiatif,
6. Nggak pernah puas sama hasil yang dicapai dan kinerja karyawan,
7. Terlalu fokus sama hal-hal yang kurang penting.
Cara Mengubah Micromanaging
Kalau lo merasa menerapkan micromanaging dalam bisnis lo, sebaiknya mulai diubah deh, Superfriends. Beberapa cara yang bisa lo lakukan yaitu sebagai berikut.
1. Bikin beberapa metrik yang menentukan keberhasilan proyek tertentu,
2. Abaikan detail kecil yang kurang penting,
3. Delegasikan pekerjaan, tapi biarkan karyawan melakukan pekerjaan tersebut dengan caranya sendiri,
4. Buat kebijakan terbuka dan pembinaan lebih lanjut untuk karyawan,
5. Tetapkan tenggat waktu atau deadline pada setiap proyek yang dikerjakan, termasuk soal update yang harus dilaporkan karyawan.
Itu tadi penjelasan tentang micromanaging, mulai dari definisi, tanda, dan cara mengubah sistem tersebut. Kalau lo merasa melakukan sistem ini, buruan introspeksi diri deh biar nggak ditinggal kabur sama karyawan lo, Superfriends. (arpd)
ARTICLE TERKINI
Article Category : News
Article Date : 03/11/2023
Source:Investopedia
6 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Yohanes Hariono
31/03/2025 at 17:42 PM
Ricko Pratama Putra
30/05/2025 at 10:13 AM
Agus Samanto
22/08/2025 at 23:41 PM
Muhammad Fickri
23/12/2025 at 09:23 AM
Brawijaya
20/02/2026 at 09:58 AM
Tio
27/02/2026 at 22:02 PM