Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Altitude sickness

Altitude sickness atau penyakit ketinggian adalah kumpulan gejala yang muncul ketika seseorang mendaki terlalu cepat menuju ketinggian tertentu. Beberapa gejalanya adalah sulit tidur, sesak napas, dan sakit kepala.

Pada ketinggian lebih dari 1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl), tekanan udara mulai menurun dan oksigen makin menipis. Kondisi ini menyebabkan seseorang yang berada pada ketinggian tersebut harus memberikan waktu bagi tubuhnya untuk beradaptasi. Untuk mengetahui info soal Altitude Sickness lebih lengkap, mari simak ulasan di bawah ini.

Jenis Altitude Sickness

Image source: elements.envato.com/user/svitlanah

Altitude sickness atau mountain sickness terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan cukup waktu untuk beradaptasi dengan perubahan tekanan udara dan kadar oksigen di ketinggian. Akibatnya, muncul gangguan pada sistem saraf, otot, paru-paru, dan jantung. Nah, berikut ini beberapa jenis altitude sickness berdasarkan jenisnya:

  • Acute mountain sickness (AMS), yaitu bentuk altitude sickness yang paling ringan dan paling sering terjadi.

  • High-altitude cerebral edema (HACE), yaitu penumpukan cairan di otak yang menyebabkan otak membengkak dan tidak berfungsi normal.

  • High-altitude pulmonary edema (HAPE), yaitu penumpukan cairan di paru-paru yang menyebabkan gangguan fungsi organ tersebut. Edema paru ini bisa berkembang dari HACE atau terjadi dengan sendirinya.

Penyebab Altitude Sickness

Image source: elements.envato.com/Meniphoto

Altitude sickness terjadi ketika seseorang berada di ketinggian lebih dari 3.000 mdpl. Pada ketinggian tersebut, tekanan udara makin menurun dan kadar oksigen makin berkurang, sehingga bagi orang yang tidak terbiasa berada di ketinggian, tubuhnya perlu waktu lebih lama untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut.

Gejala altitude sickness muncul ketika tubuh tidak mendapatkan cukup waktu untuk beradaptasi dengan perubahan tekanan udara dan kadar oksigen di ketinggian. Untuk penyebabnya, ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami altitude sickness, seperti pernah mengalami altitude sickness sebelumnya, mendaki terlalu cepat (lebih dari 300 meter per hari), dan gangguan di jantung, paru-paru, atau sistem saraf.

Pertolongan pertama pada Altitude Sickness

Jika ada kerabat atau teman lo yang mengalami kondisi ini, sebaiknya segera turun atau bawa penderita ke tempat yang lebih rendah. Penting untuk diingat, jangan mencoba mendaki lebih tinggi lagi meskipun gejala yang dialami tergolong ringan.

Sambil membawa penderita turun ke tempat yang lebih rendah, ada sejumlah langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala altitude sickness, yaitu:

  • Longgarkan pakaian penderita dan beri ruang yang cukup agar penderita bisa bernapas dengan normal.

  • Pastikan penderita minum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi.

  • Jangan memberikan minuman beralkohol atau obat tidur kepada penderita.

Jika penderita sedang berada di gunung dan kondisinya tidak memungkinkan untuk turun, hubungi petugas evakuasi untuk membawanya turun. Sambil menunggu pertolongan datang, jaga suhu tubuh penderita agar tetap hangat, batasi aktivitas fisiknya, dan biarkan ia beristirahat.

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Beginner #Hiking #Wilderness #Extreme

Article Category : News

Article Date : 13/11/2022

Superadventure
Admin Adventure
Superadventure
Admin Adventure
Penulis artikel petualangan outdoor dan ekstrem yang bawain kisah mendaki tebing, arung jeram, sampai menjelajah jalur off-road. Buat gue, petualangan itu lebih dari sekadar jalan-jalan, ini soal uji mental dan fisik. Tiap cerita gue kemas biar Superfriends kebawa sensasinya. Gue pengen lo yang baca ngerasa termotivasi buat keluar dari zona nyaman. Kalau lo suka tantangan alam, artikel di sini bakal bikin lo pengen langsung berangkat.

Source:https://www.alodokter.com/altitude-sickness

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
News

Hal-hal yang Perlu Lo Tahu Tentang Bukit Cita Cita

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Berapa Jam Jakarta ke Bali? Ini Rute & Tempat Wisata yang Menantang

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Curug Lembah Tepus Bogor: Daya Tarik dan Info yang Perlu Lo Tahu

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Intip Sederet Tips Buat Lo yang Mau ke Curug Semirang

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive