Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

jejak Neanderthal

Ahli biologi evolusi dan direktur Museum Nasional Gibraltar, Professor Clive Finlayson, beberapa waktu lalu baru aja memimpin tim arkeolog dari museum ke ruang besar di belakang Gua Vanguard. Tim tersebut membuka segel ruang yang baru ditemukan di sebuah gua di Batu Gibraltar setelah sekitar 40.000 tahun. Konon, mereka mencari jejak Neanderthal.

Ekspedisi ini bisa memberi para peneliti gambaran tentang seperti apa kehidupan Neanderthal yang tinggal di daerah itu selama berabad-abad. Neanderthal sendiri merupakan spesies atau subspesies manusia purba yang telah punah yang hidup di Eurasia hingga sekitar 40.000 tahun yang lalu. Mereka kemungkinan besar punah karena asimilasi ke dalam genom manusia modern, perubahan iklim yang hebat, penyakit, atau kombinasi dari faktor-faktor tersebut.

Dilansir dari The Guardian, Finlayson menyatakan ruangan tersebut cukup besar dan hampir seperti menemukan makam Tutankhamun. Menurut pernyataannya pada Newsweek, dia merasa bahwa ini sebuah hak istimewa karena bisa masuk ke sebuah ruangan yang disegel selama lebih dari 40.000 tahun. Jadi bisa dikatakan, kalau orang-orang terakhir yang ada di sana adalah Neanderthal.

Penemuan di Dalam Gua

Image source: Gibraltar government

The Guardian melaporkan bahwa Finlayson menemukan celah dalam sedimen di gua selama eksplorasi beberapa waktu lalu. Setelah tim berpencar dan memasuki ruang, mereka menemukan ruang 13 meter dengan stalaktit menggantung dari langit-langit dan tirai batu pecah yang menunjukkan kerusakan akibat gempa bumi kuno.

Penemuan permukaan awal telah menghasilkan sisa-sisa lynx, hyena, dan burung nasar griffon serta bekas goresan di dinding, yang dihasilkan oleh karnivora yang belum diidentifikasi. Konon, para peneliti menjelajahi daerah tersebut berdasarkan firasat, Superfriends!

Finlayson mengatakan kepada Newsweek bahwa gua itu tertutup di bagian atas oleh endapan pasir tua, tapi sisi gua menunjukkan ada celah di belakang pasir. Meskipun tim nggak menemukan sisa-sisa manusia di ruang gua yang baru dibuka, para peneliti menemukan cangkang kulit anjing besar.

The Guardian melaporkan bahwa ekspedisi pertama dimulai pada tahun 2012 ketika para peneliti mulai menjelajahi Gua Vanguard, yang merupakan bagian dari kompleks Gua Gorham. Mereka berangkat buat menemukan lorong-lorong dan ruang-ruang dalam sistem gua.

Sejauh ini, tim udah menemukan perapian, peralatan batu, dan sisa-sisa hewan yang disembelih di seluruh sistem gua. The Guardian juga melaporkan bahwa peneliti menemukan gigi susu anak Neanderthal berusia empat tahun di daerah dengan populasi hyena yang besar. Finlayson mengatakan bahwa tim masih mencari tau buat melihat apakah ada sisa-sisa anak lain yang bisa ditemukan.

Melanjutkan Eksplorasi Gua Tanpa Batas Waktu 

Image source: Clive Finlayson/Gibraltar Museum

Jika tim menemukan sisa-sisa atau situs pemakaman, Finlayson mengatakan mengatakan bahwa harus ada protokol. Hal pertama yang mereka lakukan adalah mengambil sampel sedimen untuk melihat apakah mereka bisa mengekstrak DNA dan melihat apa yang ditemukan. Semuanya dipindai, digambar, dan difoto sebelum diangkat.

Finlayson mengatakan tim juga menemukan bukti perilaku yang dianggap orang di luar Neanderthal, seperti eksploitasi anjing laut, lumba-lumba, dan burung, terutama raptor besar.

Tim berencana untuk melanjutkan eksplorasi gua dan berharap menemukan ruang lain, yang bisa menawarkan informasi tentang budaya Neanderthal Mediterania. Jauh dari pandangan lama tentang makhluk mirip kera yang brutal, Finlayson dan tim menyadari bahwa dalam setiap aspek mereka adalah manusia, dan mampu melakukan sebagian besar hal yang bisa dilakukan manusia modern.

Finlayson juga mengatakan bahwa nggak ada batas waktu buat ekspedisi, dan tim bakal terus bekerja sepanjang tahun. Kecepatan pekerjaan ini bakal tergantung pada apa yang ditemukan di gua-gua.

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Wilderness #Beginner

Article Category : News

Article Date : 07/11/2021

Superadventure
Admin Adventure
Superadventure
Admin Adventure
Penulis artikel petualangan outdoor dan ekstrem yang bawain kisah mendaki tebing, arung jeram, sampai menjelajah jalur off-road. Buat gue, petualangan itu lebih dari sekadar jalan-jalan, ini soal uji mental dan fisik. Tiap cerita gue kemas biar Superfriends kebawa sensasinya. Gue pengen lo yang baca ngerasa termotivasi buat keluar dari zona nyaman. Kalau lo suka tantangan alam, artikel di sini bakal bikin lo pengen langsung berangkat.

Source:https://www.newsweek.com/excavators-unseal-cave-after-40000-years-search-clues-neanderthal-existence-1633512

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
News

Hal-hal yang Perlu Lo Tahu Tentang Bukit Cita Cita

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Berapa Jam Jakarta ke Bali? Ini Rute & Tempat Wisata yang Menantang

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Curug Lembah Tepus Bogor: Daya Tarik dan Info yang Perlu Lo Tahu

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Intip Sederet Tips Buat Lo yang Mau ke Curug Semirang

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive