Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Ilustrasi dark tourism. Image: oljamu/Pixabay

Ada banyak gaya traveling di dunia ini. Salah satunya yang cukup populer sekaligus kerap menimbulkan pro-kontra di masyarakat yaitu dark tourism.

 

Dark tourism merujuk pada aktivitas mengunjungi tempat yang pernah jadi lokasi peristiwa kelam dalam sejarah, seperti bencana alam, perang, hingga pembunuhan, baik yang alami maupun yang nggak sengaja terbentuk. Istilah ini pertama kali diciptakan oleh J. John Lennon, professor pariwisata di Glasgow Caledonia University bersama rekannya, Malcolm Foley, pada tahun 1996.

 

Gaya traveling ini kerap dianggap kurang etis karena mengunjungi lokasi tragedi atau bencana alam. Emang bener begitu? Pahami dulu kelebihan dan kekurangannya berikut ini, Superfriends.

 

Kelebihan Dark Tourism

Ilustrasi dark tourism
Image: Wikipedia

 

1. Pendidikan Sejarah

Destinasi dark tourism berkaitan sama hal-hal yang menyedihkan atau mengerikan yang pernah dialami manusia, seperti bencana alam, perang, hingga genosida. Kejadian tersebut jadi sejarah kelam yang mungkin bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran agar hal itu nggak terulang lagi. Itulah sebabnya destinasi dark tourism nggak cuma menawarkan pengalaman menelusuri lokasi tragedi aja, tapi juga dilengkapi beberapa media berupa diorama, foto, video, atau penjelasan lisan dari tour guide.

 

2. Meningkatkan Empati

Selain belajar sejarah, berkunjung ke destinasi dark tourism juga bisa jadi bentuk untuk meningkatkan empati. Hal ini mendorong pengunjung untuk merenungkan konsekuensi dari kejadian masa lalu dan menumbuhkan rasa peduli. Selain itu, bagi keluarga korban, lokasi tersebut juga bisa jadi sarana “penyembuhan” untuk bangkit dari trauma.

 

3. Pelestarian Budaya

Beberapa dark tourism ada yang berhubungan dengan kebudayaan di suatu wilayah. Misalnya, kota Pompeii dari zaman Romawi kuno yang hancur akibat letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi. Saat ditemukan lagi pada tahun 1748 setelah lama tertimbun, ada banyak bangunan dan peninggalan zaman Romawi kuno yang masih utuh. Hal itu jadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

 

Kekurangan Dark Tourism

Ilustrasi dark tourism
Image: Wikipedia

 

1. Dianggap Kurang Etis

Dark tourism kerap dianggap kurang etis karena mengunjung lokasi tragedi yang menimbulkan kematian banyak orang. Secara umum, sebenarnya sah-sah aja kalau lo mau mencoba dark tourism dan mengunjungi tempat-tempat dengan catatan kelam, Superfriends.

 

Namun, ada beberapa hal yang harus lo perhatikan saat mengunjungi destinasi wisata ini. Salah satunya soal mendokumentasikan tempat tersebut dalam foto atau video. Cek dulu apakah ada aturan khusus soal memfoto dan merekam tempat tersebut. Selain itu, lo harus lebih bijak dalam mengunggah hasilnya ke media sosial agar nggak menimbulkan triggered pada keluarga korban.

 

2. Dampak Emosional dan Psikologis

Beberapa orang yang “senstifif” mungkin bakal merasa kurang nyaman saat mengunjungi destinasi dark tourism. Mereka bisa merasakan hawa negatif dari tempat tersebut. Hal itu bisa memicu perasaan sedih atau takut. Kondisi ini juga bisa dirasakan oleh keluarga korban saat mengunjungi tempa tersebut.

 

3. Potensi Salah Tafsir

Saat mengunjungi destinasi dark tourism, lo biasanya akan ditemani sama tour guide. Nggak cuma memandu, ia juga akan menjelaskan apa yang terjadi di balik tempat tersebut. Biasanya, tour guide menyederhanakan bahasanya agar mudah dipahami wisatawan. Namun, cara ini juga berisiko menimbulan salah tafsir dan pengunjung pun nggak sepenuhnya paham konteks sejarah dari lokasi tersebut.

 

Itu tadi beberapa kelebihan dan kekurangan dark tourism. Dibanding gaya traveling lainnya, dark tourism ini emang mengutamakan etika dan sopan santun, Superfriends. Hal itu untuk menghormati para korban dan barang-barangnya yang tersisa. (arpd)

ARTICLE TERKINI

Tags:

#traveling #fakta unik #fact

Article Category : News

Article Date : 29/01/2024

Superadventure
Admin Adventure
Superadventure
Admin Adventure
Penulis artikel petualangan outdoor dan ekstrem yang bawain kisah mendaki tebing, arung jeram, sampai menjelajah jalur off-road. Buat gue, petualangan itu lebih dari sekadar jalan-jalan, ini soal uji mental dan fisik. Tiap cerita gue kemas biar Superfriends kebawa sensasinya. Gue pengen lo yang baca ngerasa termotivasi buat keluar dari zona nyaman. Kalau lo suka tantangan alam, artikel di sini bakal bikin lo pengen langsung berangkat.

Source:Dark Tourism Online

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
News

Hal-hal yang Perlu Lo Tahu Tentang Bukit Cita Cita

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Berapa Jam Jakarta ke Bali? Ini Rute & Tempat Wisata yang Menantang

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Curug Lembah Tepus Bogor: Daya Tarik dan Info yang Perlu Lo Tahu

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Intip Sederet Tips Buat Lo yang Mau ke Curug Semirang

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive