Kalau lo doyan naik gunung tapi pengin suasana yang masih sepi dan belum terlalu mainstream, Gunung Tangkit Tebak wajib masuk radar. Gunung ini dikenal sebagai gunung tertinggi kedua di Lampung, tapi masih jarang dibahas dibandingkan Gunung Pesagi. Buat Superfriends yang suka tantangan dan alam liar, tempat ini punya daya tarik sendiri.
Secara lokasi, Gunung Tangkit Tebak Lampung Utara berada di kawasan yang masih alami dan minim sentuhan wisata massal. Jalurnya menantang, medannya serius, dan panoramanya jelas nggak main-main. Cocok buat lo yang pengin naik gunung bukan cuma buat foto, tapi juga buat ngerasain prosesnya.
Sekilas Tentang Gunung Tangkit Tebak
Sebelum ngebahas lebih jauh, penting buat kenal dulu “karakter” gunung ini. Jangan samain Gunung Tangkit Tebak dengan gunung wisata yang jalurnya sudah rapi dan rame pendaki.
Gunung Tangkit Tebak ini lokasinya ada di Lampung Utara dan dikenal sebagai gunung tertinggi kedua di Provinsi Lampung, tapi namanya belum sepopuler gunung-gunung lain di daerah sana. Sampai sekarang juga masih tergolong gunung non-komersial, jadi suasananya cenderung sepi dan jalur pendakiannya masih terasa alami banget.
Buat yang sering nanya Gunung Tangkit Tebak berapa mdpl, ketinggiannya berada di kisaran ±2.100 mdpl. Angka ini bikin Tangkit Tebak jelas bukan gunung receh, apalagi buat pendaki pemula yang belum terbiasa dengan jalur panjang dan minim fasilitas.
Fakta Menarik Gunung Tangkit Tebak
Gunung ini punya banyak cerita dan fakta yang bikin pendakian terasa lebih “hidup”. Nggak cuma soal tinggi, tapi juga soal karakter alamnya.
1. Gunung Tertinggi Kedua di Lampung
Posisi ini bikin Tangkit Tebak sering jadi incaran pendaki lokal yang pengin eksplor gunung Lampung lebih dalam, bukan cuma yang itu-itu aja.
2. Vegetasi Masih Rapat
Jalur didominasi hutan lebat dengan pepohonan tinggi dan semak yang cukup padat. Di beberapa titik, lo harus ekstra fokus cari jalur.
3. Minim Sumber Air
Salah satu tantangan utama di Gunung Tangkit Tebak Lampung Utara adalah ketersediaan air yang terbatas, terutama saat musim kemarau.
4. Satwa Liar Masih Aktif
Karena belum ramai, beberapa pendaki mengaku masih sering nemu jejak satwa liar di jalur pendakian.
5. View puncak yang luas
Kalau cuaca bersahabat, pemandangan dari atas bisa ngasih view perbukitan Lampung yang luas dan lega.
Medan Pendakian Gunung Tangkit Tebak
Medan jadi salah satu alasan kenapa gunung ini nggak bisa dianggap remeh. Gunung Tangkit Tebak lebih cocok buat lo yang sudah punya pengalaman naik gunung dengan jalur alami.
Medan pendakian di sini didominasi jalur tanah dan akar pohon, dengan trek menanjak panjang yang jarang banget ngasih bonus jalur landai buat istirahat napas. Saat musim hujan, beberapa titik bisa jadi licin dan karena penanda jalurnya minim, lo harus ekstra fokus biar nggak salah arah.
Di awal pendakian, jalur masih relatif bersahabat. Tapi makin naik, tanjakan mulai panjang dan konsisten. Ini tipe jalur yang bikin napas lo kerja terus tanpa banyak jeda. Karena belum banyak jalur resmi, navigasi jadi faktor krusial. Salah ambil arah bisa bikin waktu tempuh jauh lebih lama.
Estimasi Waktu Pendakian
Waktu pendakian Gunung Tangkit Tebak cukup variatif, tergantung kondisi fisik dan cuaca. Tapi secara umum, lo bisa pakai gambaran berikut:
- Basecamp ke pos camp: 6–8 jam
- Pos camp ke puncak: 2–3 jam
- Total naik: 8–11 jam
Pendakian biasanya dilakukan dengan sistem camp satu malam. Jarang ada yang langsung tektok kecuali tim kecil dengan fisik kuat dan perhitungan matang.
Tips Mendaki Gunung Tangkit Tebak Biar Aman
Karena medan dan fasilitasnya terbatas, persiapan itu wajib hukumnya. Jangan modal nekat doang. Beberapa tips penting sebelum mendaki Gunung Tangkit Tebak:
1. Datang dengan Tim, Jangan Solo
Gunung ini bukan tempat buat uji nyali sendirian. Minimal naik bertiga supaya kalau ada apa-apa, masih ada backup.
2. Bawa Air Lebih dari Cukup
Karena sumber air terbatas, lo wajib bawa stok air ekstra. Jangan mengandalkan “nanti juga ketemu mata air”.
3. Navigasi Itu Wajib
GPS offline, peta jalur, dan kompas seenggaknya harus ada. Sinyal di area Gunung Tangkit Tebak Lampung Utara nggak bisa diharapkan.
4. Persiapkan Fisik
Tanjakan panjang bakal nguras stamina. Latihan fisik sebelum naik bakal sangat ngebantu.
5. Perhatikan Cuaca
Musim hujan bikin jalur makin licin dan berisiko. Kalau cuaca nggak mendukung, lebih baik tunda.
6. Jaga Etika dan Alam
Karena masih alami, jangan rusak jalur, jangan buang sampah, dan tetap hormati alam sekitar.
Cocok Buat Siapa Gunung Tangkit Tebak?
Gunung ini cocok buat pendaki yang sudah punya pengalaman, suka gunung yang sepi, dan pengin eksplor jalur alami bareng tim kecil tanpa banyak gangguan. Buat pendaki lokal, Tangkit Tebak juga pas banget kalau lo pengin kenal karakter gunung-gunung Lampung lebih dalam.
Kalau lo masih baru pertama kali naik gunung, Tangkit Tebak jelas bukan pilihan ideal karena medannya cukup nguras tenaga. Tapi buat lo yang pengin naik level dari gunung-gunung populer, tempat ini bisa jadi next challenge yang seru dan beda.
Kesimpulan
Gunung Tangkit Tebak bukan cuma soal tinggi, tapi soal pengalaman. Dari jalur yang masih liar, medan yang konsisten nanjak, sampai suasana sepi yang jarang lo temuin di gunung populer. Ditambah lagi statusnya sebagai gunung tertinggi kedua di Lampung bikin pendakian ke sini punya nilai tersendiri.
Dengan persiapan matang dan sikap yang tepat, mendaki Gunung Tangkit Tebak Lampung Utara bisa jadi pengalaman yang solid dan berkesan. Sekarang lo juga nggak perlu bingung lagi soal Gunung Tangkit Tebak berapa mdpl, karena gunung ini jelas bukan sekadar bukit buat main-main.
Article Category : News
Article Date : 23/02/2026
1 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Maoreen Lokito
23/02/2026 at 18:26 PM