Dataran Tinggi Dieng tak hanya dikenal dengan keindahan alamnya dan juga “negeri di atas awan”-nya saja, tapi juga terkenal karena suhu dinginnya yang mencapai hingga minus. Mungkin rasanya gak masuk akal, gimana bisa satu daerah di Indonesia yang merupakan negara tropis, bisa ada tempat yang sangat dingin hingga embun di pagi hari berubah jadi salju. Tapi, inilah keistimewaan Dataran Tinggi Dieng!
Suhu Rata-Rata di Dieng
Image source: instagram.com/indoflashlight
Pada siang hari, suhu rata-rata di Dieng berkisar antara 12-20 derajat celsius, suhu yang bisa dibilang cukup dingin, jika dibandingkan dengan suhu di kota-kota lainnya. Namun di malam hari, suhu akan turun drastis hingga mencapai 6 derajat celsius. Kebayang gak gimana dinginnya di sana?
Di musim kemarau, suhu pada malam hari di Dieng jauh lebih dingin dari biasanya. Suhu terdingin yang pernah dirasakan adalah -5 derajat celsius, yakni pada tahun 2018. Kala itu, suhu terdingin tercatat di Bukit Sikunir, Desa Sembungan. Wajar saja suhu ekstrem terasa di lokasi ini, karena memang desa ini merupakan desa tertinggi di Jawa.
Baca juga : 4 Kafe di Kawasan Dieng yang Asyik Buat Nongkrong, Pemandangannya Indah!
Fenomena Embun Upas
Image source: instagram.com/indoflashlight
Saking dinginnya, embun yang turun di Dieng sampai membeku dan membentuk bulir-bulir es dan menutupi rerumputan serta dedaunan. Warga setempat menamainya dengan sebutan “Embun Upas,” dimana “upas” memiliki makna racun. Tapi bukan berarti embun ini berbahaya bagi manusia ya, Superfriend, karena racun yang dimaksud adalah berbahaya bagi tanaman perkebunan warga setempat.
Tapi ternyata, tidak semua tempat akan tertutup embun upas, dan tidak setiap hari embun ini akan membuat rerumputan menjadi putih. Karena ada kondisi tertentu dimana hal ini bisa terjadi. Misalnya, jika malam sebelumnya di musim kemarau tidak turun hujan, kemungkinan embun upas akan tercipta. Lo juga bisa lebih dengan mudah melihat momen langka ini di tempat yang lapang, terbuka, tertutup oleh hamparan rumput dan jarang dilalui embusan angin.
Kenapa Dieng Bisa Sangat Dingin?
Image source: instagram.com/indoflashlight
Fenomena dingin di wilayah Dieng disebut oleh pihak BMKG sebagai fenomena yang alamiah terjadi di musim kemarau, yakni di bulan Juli – September. Apalagi di bulan Agustus, yang merupakan periode puncak musim kemarau. Selain itu, tekanan udara di Australia yang relatif tinggi membuat pergerakan massa udara menuju Indonesia memicu suhu di selatan seperti Jawa, Nusa Tenggara dan Bali menjadi lebih dingin. Belum lagi, cerahnya udara di malam hari juga membuat suhu menjadi lebih dingin dari biasanya.
Baca juga : 7 Destinasi Alam Dieng Ini Sedang Viral, Lo Wajib Coba!
Gak nyangka kan ada wilayah sedingin ini di Indonesia? Mumpung masih musim kemarau, ayo main ke Dieng dan rasakan sendiri sensasi dinginnya suhu di sana, Superfriends!
ARTICLE TERKINI
Article Category : News
Article Date : 04/09/2022
Source:https://tirto.id/suhu-dieng-penjelasan-bmkg-soal-fenomena-embun-beku-atau-upas-fUAR
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :