Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Ilustrasi coto makassar. Image: Instagram/@coto_makassar_nyamanna

Author : Admin Adventure

Article Date : 21/02/2024

Article Category : News

Ngomongin soal kuliner Indonesia tuh emang nggak ada habisnya. Dari Sabang sampai Merauke, hampir semua makanannya menggugah selera. Salah satunya kuliner khas Makassar yang satu ini, nih.

 

Yup, apa lagi kalau bukan coto Makassar. Hidangan ini semacam jenis sup yang berisi daging sapi dan jeroan yang sebelumnya dimasak bersama racikan bumbu khusus. Warna kuahnya tampak pekat karena berasal dari rebusan daging, jeroan, dan rempah-rempah.

 

Ternyata, coto Makassar termasuk makanan berkuah tertua di Indonesia, lho. Pengin tau lebih banyak fakta unik soal kuliner yang satu ini? Simak selengkapnya di sini, Superfriends.

 

Sudah Ada Sejak Abad ke-16

Ilustrasi coto makassar
Image: Wikipedia/Wibowo Djatmiko

Alasan coto Makassar disebut sebagai makanan berkuah tertua di Indonesia yaitu karena makanan ini udah ada sejak abad ke-16, tepatnya pada masa Kerajaan Gowa pada tahun 1538. Ada beberapa versi asal mula munculnya coto Makassar.

 

Dalam versi pertama, makanan ini dibuat oleh koki kerajaan dan disajikan pada keluarga bangsawan. Selain itu, coto Makassar juga jadi suguha wajib dalam upacara adat.

 

Sementara dalam versi lain, coto Makassar awalnya dibuat oleh rakyat jelata dan dipersembahkan untuk pengawal kerajaan. Makanan tersebut biasanya disajian sebagai menu sarapan.

 

Jadi Nenek Moyang Soto

Sebagai makanan berkuah tertua di Indonesia, nggak heran kalau coto Makassar jadi inspirasi bagi kuliner Indonesia lainnya, tak terkecuali soto. Pada zaman dulu, coto Makassar disebarkan ke berbagai daerah. Hal itulah yang bikin beberapa daerah punya soto khasnya yang isinya hampir mirip seperti coto, yaitu daging dengan kuah berempah. Namun, bahan-bahan soto pun dimodifikasi berdasarkan ciri khas dan bahan yang tersedia di daerah tersebut, seperti tauge, bihun, kol, telur rebus, perkedel kentang, hingga koya.

 

Dimodifikasi dengan Sambal Tauco

Ilustrasi coto makassar
Image: Instagram/@coto_makassar_nyamanna

Ternyata, coto Makassar yang umum lo rasakan saat ini berbeda jauh dengan rasa aslinya saat pertama kali muncul, lho. Hal itu karena makanan ini udah dimodikasi dan diadaptas dari makanan China dengan menambahkan sambal tauco. Awal mula perubahan ini terjadi ketika pedagang China yang datang ke Indonesia pada zaman dulu mencoba untuk memadukan makanan lokal Nusantara dengan bumbu yang khas daerah asalnya.

 

Dibumbui dengan 40 Jenis Rempah

Walaupun udah dimodifikasi, rempah-rempah yang digunakan dalam coto Makassar kurang lebih sama seperti resep aslinya. Terdapat sekitar jenis 40 jenis rempah-rempah dalam makanan tersebut, seperti kemiri, cengkeh, pala, serai, lengkuas, merica, bawang merah, jahe, laos, ketumbar putih, jintan, daun jeruk purut, daun salam, gula tala, asam, kayu manis, bawang merah, bawang putih, dan lain sebagainya.

 

Dimakan dengan Cara Unik

Ternyata, ada cara khusus buat menikmati coto Makassar, lho. Makanan ini biasanya dinikmati bersama buras, sejenis lontong khas Sulawesi Selatan yang bentuknya lebih pipih. Namun, memotong-motong buras dan memasukkannya ke dalam mangkuk coto Makassar merupakan cara makan yang kurang tepat.

 

Nah, cara yang benar tuh, buras dibelah jadi dua bagian, lalu burasnya disendok langsung dari bungkusnya. Setelah memasukkan buras ke mulut, lo bisa menyendok kuah coto bersaa isiannya. Jadi, semuanya akan bercampur dalam sekali kunyah tanpa menghancurkan tekstur burasnya.

 

Itu tadi deretan fakta unik tentang coto Makassar. Coba spill rumah makan coto favorit lo dong, Superfriends. (arpd)

PERSONAL ARTICLE

ARTICLE TERKINI

Tags:

#makassar #Kuliner #fakta unik

Source:Detik, IDN Times

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
News

Punya Nama Sama, Ini Perbedaan Nasi Liwet dari Solo dan Sunda

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Serunya Bertualang di Gunung Merapi Naik Mobil Jeep, Ini Harganya

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Liburan 2 Hari 1 Malam di Sleman, Ini Itinerary yang Bisa Lo Ikuti

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Kelebihan dan Kekurangan Liburan Pakai Jasa Agen Travel, Worth It Nggak Ya?

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Manfaat Stargazing untuk Kesehatan Mental, Bisa Bikin Lebih Bahagia!

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Apa Bedanya Lontong, Ketupat, dan Buras? Ini Jawabannya

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Nggak Sekadar Jadi Penutup Wajah, Ini Fungsi Lain Buff saat Naik Gunung

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Setelah 4 Tahun Tutup, Jalur Pendakian Gunung Everest via China Dibuka Lagi

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Alasan Kenapa Lo Harus Pakai Jasa Agen Travel, Bikin Liburan Jadi Anti Ribet

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Biar Pengalaman Lo Lebih Seru, Ini Tips Stargazing yang Wajib Lo Ikuti

Read to Get 5 Point
image arrow
1 /