Kalau mau tahu kemajuan suatu negara, coba lihat bagaimana pengelolaan sampahnya. Seperti Korea Selatan, misalnya. Salah satu negara maju di benua Asia dengan aturan membuang sampah yang efektif dan efisien.
Memang apa bedanya dengan Indonesia? Buang sampah kan–di negara manapun–pasti ke tempat sampah. Mungkin lo akan berpikir seperti ini, tapi percaya deh, kalau dibandingkan dengan negara kita, jauh banget bedanya.
Bahkan untuk sampah rumah tangga, yang sering dianggap biasa saja oleh orang Indonesia, di sana benar-benar diperhatikan. Penduduk Korea Selatan tidak bisa sembarangan meletakkan sampah pada tong sampah yang ada di rumahnya, lho.
Masih ada lagi aturan-aturan lain yang harus lo tahu, apalagi kalau lo punya rencana liburan ke sana dalam waktu dekat. Jangan sampai deh lo kena denda gara-gara buang sampah.
Kantong khusus sampah
Image source: pexels.com/@shvets-production
Di Indonesia, pemerintah menyarankan agar sampah rumah tangga dikelola dengan cara memisahkan antara sampah organik dan non-organik. Masing-masing kategori harus diletakkan dalam tong sampah khusus, agar pengelolaannya jadi lebih mudah.
Di Korsel, penduduknya diminta memisahkan sampah menggunakan dua kantong plastik khusus. Pertama buat sampah yang nggak bisa didaur ulang, dan yang kedua buat sampah makanan.
Kantong khusus sampah ini biasanya tersedia di supermarket dengan harga dan ukuran yang bervariasi. Menariknya, tiap daerah punya kantong plastiknya sendiri, jadi lo tidak bisa membuang sampah ke daerah lain karena pasti langsung ketahuan.
Dengan sistem seperti ini, lo juga nggak bisa sembarangan memasukkan sampah ke tong sampah. Terkesan ribet memang, tapi cara ini lebih efektif karena pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab masyarakat dan pemerintah tiap daerah.
Kupon untuk barang bekas
Image source: unsplash.com/@yahyaaag
Khusus buat barang bekas yang nggak terpakai, lo harus menggunakan kupon saat akan membuangnya. Kupon ini bisa dibeli di supermarket terdekat dengan harga yang berbeda-beda, tergantung dari jenis barang bekasnya.
Kupon ini nantinya bakal ditempelkan ke barang bekas yang akan dibuang dan diangkut petugas ke perusahaan daur ulang. Sistem seperti ini cukup efektif untuk menjamin barang-barang bekas didaur ulang dengan benar sehingga menjadi barang yang baru dan bermanfaat kembali.
Kalau di Indonesia, barang bekas biasanya dijual ke tukang loak yang kemudian dijual lagi ke konsumen atau ke pengepul. Beberapa memang akan didaur ulang, tapi masih banyak juga yang menumpuk dan nggak jelas ujungnya mau dibagaimanakan.
Sampah daur ulang cuma bisa dibuang pada waktunya
Image source: unsplash.com/@splashabout
Sampah yang nggak bisa didaur ulang dan sampah makanan bisa dibuang tiap hari, tapi kalau sampah daur ulang cuma bisa dibuang pada waktunya saja. Biasanya, waktunya cuma satu kali dalam seminggu di hari yang sudah ditentukan.
Selain itu, masyarakat juga harus memilah dan meletakkan sampah di tong sampah yang berbeda-beda, tergantung kategorinya. Ada tong sampah khusus kardus, botol minuman soju, kertas, dan yang lainnya.
Transparansi hasil penjualan kantong plastik dan kupon
Hasil penjualan kantong plastik dan kupon yang diterima oleh supermarket akan diserahkan ke pemerintah daerah setempat. Kemudian oleh pemerintah, dana tersebut diserahkan lagi ke pihak perusahaan daur ulang. Besarannya bermacam-macam, sesuai kesepakatan yang sudah dibuat sebelumnya.
Kalau masih ada sisanya, uang tersebut akan dibagikan lagi ke penduduk daerah setempat dalam bentuk barang atau hadiah kecil yang bermanfaat buat kebutuhan rumah tangga. Nggak ada yang ditutupi atau dikorupsi hehe.
Bawa tas belanja sendiri saat ke supermarket
Di Korea Selatan, lo nggak bisa datang ke supermarket tanpa membawa apa-apa. Kalau nekat, biasanya petugas akan bertanya apakah lo mau menggunakan kardus atau kantong plastik.
Sudah tahu kan bagaimana komitmen masyarakat dan pemerintah Korea Selatan untuk urusan sampah ini? Mudah-mudahan di Indonesia juga bisa seperti itu ya, biar kita bisa hidup dengan sehat dan bebas dari ancaman gunungan sampah.
ARTICLE TERKINI
Article Category : News
Article Date : 08/08/2022
Source:https://anakrantau.id/life/5-aturan-membuang-sampah-di-korea-selatan-ft-yannie-kim/
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :