Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

penyakit gunung

Selain karena medan yang berat, dan faktor cuaca, tekanan udara di ketinggian juga ikut andil membuat beberapa pendaki gunung merasakan yang namanya penyakit gunung. Mulai dari penyakit yang ringan hingga penyakit yang mematikan seperti hipotermia menjadi hambatan yang banyak merenggut nyawa para pendaki.

Oleh karena itu, selain persiapan fisik Superfriends juga harus mengetahui apa saja penyakit yang sering menyerang para pendaki ketika di atas gunung. Berikut ini di antaranya yang perlu lo ketahui.

1. Kejang Otot/Kram

Image source: shutterstock.com/frantic00

Dalam pendakian gunung lo akan dituntut untuk berjalan lebih jauh dan berjam-jam dari biasanya sembari membawa beban keril yang berisi logistik, pakaian, dan perlengkapan pendakian gunung. Ditambah lagi, pendakian gunung ini termasuk dalam olahraga berat yang menuntut kekuatan fisik dan mental.

Seperti nama kerennya Hiking, maka dalam sebuah pendakian gunung kita akan dituntut untuk menyusuri jalan setapak sambil berjalan dalam kurun waktu tak hanya satu jam saja, tapi lebih dari satu jam bahkan berjam-jam. Selain itu, lo juga bakalan menemui trek atau jalur pendakian yang bermacam-macam mulai dari coran di kebun warga, trek tanah, trek batu, trek akar, dan sebagainya.

Tentu saja, dengan tantangan seperti itu tak jarang para pendaki gunung mengalami kejang/kram otot. Biasanya, kondisi ini disebabkan karena salah ambil jalur untuk berpijak dan juga kurangnya pemanasan dan latihan fisik sebelum pendakian. Ditambah lagi udara dingin di gunung juga sangat berpengaruh dan bisa buat otot jadi tegang dan kram.

2. AMS/Penyakit Ketinggian

Image source: shutterstock.com/Kirill Skorobogatko

Penyebab para pendaki mengalami mountain sickness ini adalah karena perbedaan ketinggian dan lingkungan sekitar. Biasanya, terjadi karena lamanya tubuh beradaptasi dengan lingkungan baru dan ketinggian baru. 

Hal tersebut juga bisa terjadi akibat semakin tinggi tempat didaki, tekanan udara juga semakin rendah dan oksigen semakin menipis. Sehingga jika tak bisa beradaptasi atau bahasa kerennya itu aklimatisasinya lama terhadap lingkungan baru terutama di gunung, maka kemungkinan besar akan terjangkit mountain sickness ini.

3. Hipotermia

Image source: shutterstock.com/Kamelevska Tatiana

Ini adalah salah satu penyakit paling mematikan yang ada di gunung selain terjatuh ke jurang atau salah jalur dan nyasar. Ada banyak korban jiwa berjatuhan karena terkena penyakit hipotermia atau yang lebih dikenal dengan sebutan hipo ini.

Hipotermia sendiri terjadi karena dropnya suhu di dalam tubuh akibat suhu di luar tubuh juga sedang dingin-dinginnya. Ditambah lagi dengan faktor kelelahan dan medan ketinggian yang begitu menguras tenaga dan juga pasokan oksigen yang menipis.

4. Radang Dingin

Image source: shutterstock.com/tome213

Penyakit frostbite atau radang dingin biasanya menyerang para pendaki yang mendaki di ketinggian lebih dari 4.000 MDPL atau di pegunungan bersalju. Meskipun tak begitu mematikan seperti hipotermia, namun radang dingin ini begitu mengerikan jika sudah parah bahkan bisa menghilangkan jari-jari tangan atau kaki.

Penyakit yang satu ini ditandai dengan kulit jari menjadi padat dan keabu-abuan dan jaringan kulit di tempat yang terkena penyakit ini akan mengeras dan mati rasa karena dingin. Hal tersebut karena jaringan kulitnya membeku akibat cuaca dingin dari luar yang  ekstrim.

5. Hipoksia/Kekurangan Oksigen

Penyakit yang satu ini memang sering menyerang para pendaki yang melakukan pendakian di gunung es atau yang memiliki ketinggian diatas 5.000 MDPL. Hal ini karena semakin tinggi tempat, maka tekanan oksigen akan menurun.

Penyakit yang satu ini biasanya dialami oleh para pendaki gunung yang memiliki riwayat asma atau yang gak melakukan pemanasan dan aklimatisasi terlebih dahulu dengan kondisi cuaca sekitar. Oleh karena itu, biasanya untuk mendaki gunung Everest lo akan berada di basecamp Everest selama kurang lebih 1 bulan hingga 40 hari sembari latihan untuk membuat tubuh beradaptasi dengan kondisi cuaca di sana terlebih dahulu.

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Beginner #Hiking #Wilderness #Extreme

Article Category : News

Article Date : 21/12/2022

Superadventure
Admin Adventure
Superadventure
Admin Adventure
Penulis artikel petualangan outdoor dan ekstrem yang bawain kisah mendaki tebing, arung jeram, sampai menjelajah jalur off-road. Buat gue, petualangan itu lebih dari sekadar jalan-jalan, ini soal uji mental dan fisik. Tiap cerita gue kemas biar Superfriends kebawa sensasinya. Gue pengen lo yang baca ngerasa termotivasi buat keluar dari zona nyaman. Kalau lo suka tantangan alam, artikel di sini bakal bikin lo pengen langsung berangkat.

Source:https://www.jelajahlagi.id/2021/08/6-penyakit-pendaki-di-gunung.html

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
News

Hal-hal yang Perlu Lo Tahu Tentang Bukit Cita Cita

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Berapa Jam Jakarta ke Bali? Ini Rute & Tempat Wisata yang Menantang

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Curug Lembah Tepus Bogor: Daya Tarik dan Info yang Perlu Lo Tahu

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Intip Sederet Tips Buat Lo yang Mau ke Curug Semirang

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive