Selama ini lo pasti tau para pemandu pendakian Gunung Everest atau yang disebut Sherpa. Penghasilan mereka pun nggak main-main, lo tau nggak berapa gaji mereka, Superfriends?
Dalam pendakian Gunung Everest, selain dikenal sebagai gunung tertinggi di dunia, di sini juga terkenal sama para pemandu pendakian atau yang populer disebut Sherpa. Buat lo yang belum tau, Sherpa ini adalah warga lokal yang emang menjadi pemandu. Mereka biasanya ngebantu operator pendakian buat menemani pendaki sampai ke puncak gunung.
Bisa dibilang, Sherpa adalah orang-orang tangguh yang udah biasa menghadapi cuaca dan rintangan di Everest. Mereka bahkan bisa bertahan dalam kondisi oksigen yang tipis atau cuaca ekstrem yang dingin. Makanya, tugas sebagai Sherpa pun bukanlah hal yang mudah.
Pada tahun 2018, jumlah Sherpa bisa dibilang nggak sebanding sama jumlah pendaki yang semakin bertambah. Hal ini justru membuat Sherpa karbitan bermunculan, yang akhirnya malah bisa membahayakan dirinya sendiri dan pendaki yang datang bersamanya.
Sherpa yang pernah ada dalam kondisi ini adalah Dawa Sange Sherpa, saat itu usianya masih 20 tahun dan ditemukan pingsan dalam perjalanan menuruni puncak bersama pendaki lainnya. Meski selamat, dia harus terpaksa kehilangan jarinya karena terpaan udara dingin yang ekstrem.
Fenomena Sherpa Karbitan
Image source: https://blue.kumparan.com/ (
Dawa Sange Sherpa disebut belum cukup pengalaman buat jadi pemandu sampai ke puncak. Apalagi umurnya masih sangat muda, harusnya dia melatih diri dulu buat menjadi pengantar barang dari satu pos ke pos berikutnya.
Seven Summit Treks, sebuah operator pendakian terbesar di Nepal yang mempekerjakan Sange, mengaku kalau nggak ada masalah dengan performa sherpa-sherpanya. Kepala Sherpa di Seven Summit Treks, Mingma, mengatakan kalau kondisi tubuh Sherpa emang nggak bisa ditebak, sehingga masalah apapun bisa aja terjadi.
Sampai saat ini pun nggak ada persyaratan khusus buat bekerja di Everest. Ada operator pendakian yang mewajibkan dua sampai tiga pelatihan dari Nepal Mountaineering Association (NMA), ada juga yang nggak mewajibkannya sama sekali.
Berbanding terbalik sama operator pendakian Asian Trekking. Sang Kepala Sherpa, Dawa Steven Sherpa, mengatakan kalau seluruh sherpanya wajib mengikuti pelatihan NMA.
14 kali Gaji Tahunan Pekerja Biasa
Image source: https://images.law.com/
Dengan pekerjaan yang berat dan berbahaya, para Sherpa ternyata mendapat penghasilan yang cukup fantastis, Superfriends. Seorang Sherpa senior yang udah berpengalaman bisa mengumpulkan bayaran hingga USD 10 ribu (sekitar Rp 144 juta) selama musim pendakian di bulan April sampai Mei.
Konon bayaran ini 14 kali lebih banyak dari gaji tahunan para pekerja biasa di Nepal. Jadi nggak heran kalau para Sherpa ini bisa menyekolahkan anak-anaknya sampai perguruan tinggi di Kathmandu, India, bahkan sampai ke Amerika Serikat.
Namun, para Sherpa senior ini nggak banyak yang mewariskan keahliannya dalam mendaki ke anak-anak mereka. Alasannya, mereka nggak mau anak-anaknya juga melakoni pekerjaan yang sangat berbahaya ini.
Sherpa sendiri udah jadi teman pendaki Everest sejak tahun 1920-an. Udah banyak juga Sherpa senior yang pensiun atau pindah ke gunung lain dengan bayaran yang lebih tinggi.
Mingma mengatakan kalau kurangnya Sherpa ini dikarenakan operator pendakian nggak melatih sherpa-sherpa muda dan cuma mempekerjakan Sherpa senior. Sedangkan menurut Phurba Tashi Sherpa, Kepala Sherpa dari operator pendakian Himalayan Experience, masalah yang yang dialami Sherpa muda adalah mereka terlalu nekat dengan minimnya teknik.
Nah, itu dia banyaknya gaji pemandu pendakian Gunung Everest yang jumlahnya nggak main-main. Lo tertarik buat jadi salah satunya, Superfriends?
ARTICLE TERKINI
Article Category : Extreme Action
Article Date : 29/08/2021
Source:https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180518125540-269-299225/gaji-pemandu-gunung-everest-bisa-mencapai-rp141-jutaan
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :