Aktivitas menyelam yang nggak biasa ini disebut Muck Diving, istilah ini pertama kali digunakan oleh Bob Halstead pada tahun 1980-an ketika ia menyelam di Teluk Milne, Papua Nugini. Secara garis besar, muck diving adalah menyelam di perairan yang didominasi endapan pasir, debu, dan puing-puing alami dari terumbu karang yang mati, dan lain sebagainya.
Biasanya, penyelam melakukan muck diving untuk mencari atau mengamati makhluk laut yang unik dan nggak ada di perairan lain. Dibandingkan dengan reef diving yang penuh warna dan berbagai lanskap laut, muck diving lebih berfokus pada mencari sesuatu yang asing.
Lantas, bagaimana cara melakukan muck diving dan peralatan apa aja yang digunakan? Berikut ini penjelasan selengkapnya.
[readalso url=22585]
Prinsip Utama Muck Diving

Image source: othree.co.uk
Sama seperti jenis selam lainnya, muck diving memiliki seperangkat prinsip yang wajib diketahui, dan ditaati, agar pengalaman menyelam menyenangkan.
Pertama, agar debu-debu yang ada di lokasi selam nggak melayang ke mana-mana dan mengganggu penglihatan, maka harus mengasah kemampuan mengapung dulu. Usahakan agar fin nggak terlalu dekat dengan permukaan pasir atau endapan.
Gerakkan kaki dengan perlahan dan usahakan agar fin lebih tinggi dari tubuh. Sesekali, lihatlah ke belakang untuk memastikan gerakan kaki nggak menerbangkan debu-debu dan mengganggu penyelam lain.
Kedua, jangan pernah memegang karang atau lapisan tertutup pasir dan debu. Ini bukan hanya penting bagi keberlangsungan ekosistem, tetapi juga keselamatan penyelam. Pasalnya, banyak sekali ikan atau makhluk yang tersembunyi di dalam pasir. Meski penyelam memakai sarung tangan, duri dari devilfish atau scorpionfish tetap bisa tembus, dan akibatnya bisa fatal.
Peralatan Khusus Muck Diving

Image source: indigoscuba.com
Sebenarnya peralatan yang dipakai untuk muck diving sama persis dengan yang dipakai untuk scuba diving. Namun, fin yang lebih kaku akan sangat membantu agar dorongan kaki nggak menerbangkan pasir dan debu yang ada.
Kalau teknik mengapung belum terlalu bagus, juga bisa membawa tongkat logam untuk mempertahankan posisi ketika, misalnya, mau memotret atau merekam sesuatu. Tongkat tersebut juga bisa digunakan sebagai tumpuan untuk naik ke permukaan tanpa menyebabkan debu.
Kalau membawa tongkat, perlu diingat untuk memeriksa permukaan sebelum “menusukkan” tongkat tersebut. Bisa aja ada ikan yang tersembunyi di bawah pasir. Jangan pula menggunakan tongkat untuk mengganggu ekosistem yang ada.
[readalso url=22575]
Lokasi Muck Diving di Indonesia

Image source: pexels.com/@pixabay
Asia Tenggara, khususnya di Indonesia, dikenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk melakukan muck diving. Namun, yang paling terkenal dari semua lokasi muck diving yang ada di Indonesia adalah Selat Lembeh.
Titik selam ini bisa dikunjungi sepanjang tahun. Namun, hindari bulan Desember-Februari karena curah hujan pada bulan-bulan tersebut bisa memengaruhi visibilitas di dalam air. Selain Selat Lembeh, lokasi-lokasi muck diving yang bisa dinikmati di Indonesia, antara lain Ambon, Dili, dan Alor.
Itulah beberapa hal yang perlu diketahui mengenai muck diving. Walaupun tujuannya bukan untuk melihat warna-warni terumbu karang dan spesies ikan, aktivitas ini cukup menarik dan memberikan pengalaman berbeda. Tertarik untuk mencobanya, bro?
Source: https://review.bukalapak.com/sports/semua-yang-perlu-kamu-ketahui-tentang-muck-diving-76369
ARTICLE TERKINI
Article Category : Extreme Action
Article Date : 01/12/2020
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :