Gol terakhir bagi para pendaki gunung adalah puncak Everest di mana lo nggak bisa sembarangan mendaki dewanya gunung tersebut karena puncaknya yang merupakan titik tertinggi di dunia. Tapi ada lagi gunung yang nggak kalah ganas dan punya tingkat fatalitas yang sangat tinggi. Disebut-sebut sebagai Gunung Bengis atau Savage Mountain, K2 adalah gunung tertinggi kedua setelah Everest. K2 terletak di perbatasan Cina dan Pakistan dengan nama lokal Chhoghori atau disebut juga dengan Gunung Godwin-Austen. K2 punya ketinggian 8.611 meter di atas permukaan laut dan termasuk gunung paling sulit untuk ditaklukkan. Tingkat kematian pendakian di K2 adalah 1:4, alias 1 orang akan mati dari setiap 4 pendaki. Apa ya bro yang bikin gunung ini ganas banget?
Salju longsor dan guguran batu
K2 adalah gunung bersalju yang bisa sewaktu-waktu mencelakakan para pendakinya. Abruzzi adalah rute pendakian yang dikatakan paling “mudah†untuk mencapai puncak tetapi di rute ini jugalah paling banyak pendaki yang tewas dalam usahanya mencapai puncak. Tumpukan salju menggunung di dekat puncak bisa gugur sewaktu-waktu yang jatuh menimpa para pendaki yang ada di bawah dengan kecepatan dan gaya berat yang besar. Nggak jarang pula pendaki yang tewas akibat guguran batu baik kecil maupun besar. Bahkan kematian akibat guguran batu adalah penyebab nomor satu di K2.
[bacajuga url=17034]
Cuaca yang nggak menentu
Sama halnya dengan gunung tertinggi lainnya, cuaca di K2 juga nggak bisa diprediksi. Bahkan ketika musim panas, puncak K2 bisa saja terjadi badai salju yang membahayakan para pendaki. Karena itulah nggak ada yang berani mendaki K2 saat musim dingin bro karena bahayanya berlipat-lipat ganda. Cuaca yang nggak menentu ini misalnya datang angin besar yang bisa menghempaskan pendaki dari lereng gunung meski sudah pakai pengaman. Badai salju yang datang tiba-tiba juga bisa merusak jalur pendakian yang sudah diamankan dengan tali sehingga pendaki kehilangan pengamannya.
Udaranya tipis banget bro!
Semakin tinggi suatu tempat dari permukaan bumi maka semakin tipis oksigen di tempat itu dan semakin besar tekanannya. Adalah nggak mungkin lo naik ke K2 tanpa dibantu dengan tabung oksigen. Bahkan pendaki yang sudah menggunakan tabung oksigen masih bisa kesulitan untuk bernapas dan akhirnya organ tubuhnya nggak berfungsi dengan baik. Banyak kematian di K2 terjadi akibat sulitnya mendapatkan oksigen dan kelelahan.
Tebing-tebing yang terlalu curam
Everest memang merupakan puncak tertinggi di dunia dengan 257 meter lebih tinggi dibandingkan dengan K2, tapi untuk reputasi resikonya, K2 lebih berbahaya dan sulit untuk didaki. Ini karena jalur-jalur K2 lebih banyak terdiri dari tebing-tebing yang sangat tinggi, licin, dan curam dibandingkan dengan Everest. Bisa dibilang selama pendakian lo akan seperti Spiderman yang berjalan merayap di dinding dengan bantuan kapak, tali, dan tentunya crampons. Belum lagi letaknya yang berada di utara dengan kecenderungan cuaca lebih buruk dan lebih nggak bisa diprediksi dibandingkan dengan cuaca di Everest.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Extreme Action
Article Date : 13/01/2016
1 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
alan firmansyah
10/11/2025 at 21:25 PM