Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Pendaki tersesat

Kasus orang hilang saat mendaki gunung bisa dibilang nggak pernah surut dari pemberitaan di berbagai media belakangan ini, Superfriends. Kira-kira apa saja ya faktor pribadi penyebab banyak pendaki tersesat di gunung? Berikut ulasan selengkapnya!

Disorientasi arah memang kerap menjadi penyebab utama yang membuat pendaki tersesat, Superfriends. Padahal, sadar atau nggak, hal ini juga sering menimpa para pendaki, lho.

Disorientasi bakal berubah menjadi 'tersesat' ketika pendaki tetap melanjutkan perjalanan tanpa melakukan navigasi terlebih dahulu sehingga kemudian pendaki mengikuti jalan yang salah, Superfriends.

Selain itu, ada juga faktor pribadi yang jadi penyebab lainnya dan wajib banget lo perhatikan, nih. Biar makin waspada, sebaiknya simak faktor pribadi penyebab banyak pendaki tersesat di gunung berikut ini, Superfriends!

Kurang Wawasan Tentang Jalur Pendakian

Image source: unsplash.com/@mael_balland

Faktor pribadi penyebab banyak pendaki tersesat yang pertama yaitu kurang wawasan tentang jalur pendakian. Maka dari itu, sebaiknya lakukan riset sebelum mendaki gunung tujuan lo, Superfriends.

Penting banget nih, apalagi kalau lo baru pertama kali mendaki gunung tersebut. Carilah informasi dari internet, dari teman yang sudah pernah mendaki gunung tersebut, atau dari basecamp mengenai jalur pendakian.

Saat mendaki, lo juga bisa minta didampingi oleh pemandu atau orang yang sudah berpengalaman. Usahakan jangan terpisah terlalu jauh saat berjalan di jalur pendakian biar tetap aman, Superfriends.

Kurang Menguasai Ilmu Navigasi

Image source: unsplash.com/@heidifin

Wawasan terkait navigasi yang banyak berhubungan dengan peta, angka-angka, dan analisa ini memang bukan ilmu favorit para pendaki gunung. Tapi seenggaknya, lo harus bisa menguasai navigasi dasar seperti membaca peta dan menentukan arah, Superfriends.

Jadi, ketika terjadi disorientasi lo nggak bingung menentukan arah untuk kembali ke jalur semula. Dengan begini, kemungkinan tersesat tentu bakal semakin kecil, Superfriends.

Hilang Fokus dan Konsentrasi

Image source: unsplash.com/@mael_balland

Ketika kita lelah, tubuh kita kehilangan banyak energi dan cairan. Kondisi ini membuat daya fokus dan konsentrasi kita menurun sehingga mampu membuat kita berhalusinasi, kehilangan cara berpikir dan salah mengambil keputusan, Superfriends.

Kelelahan juga membuat kita cenderung menjadi lebih sensitif perasaannya. Ketika melihat atau mendengar sesuatu yang berasal dari halusinasinya ini, kadang pendaki akan menghubungkannya dengan hal gaib atau mistis.

Hal ini mampu membuat pendaki mengalami rasa takut yang berlebih sehingga membuatnya berjalan tak tentu arah, keluar dari jalur dan tersesat, lebih parahnya terjadi kecelakaan, Superfriends.

Mengedepankan Ego Pribadi

Satu lagi dan bisa dibilang sering terjadi nih Superfriends, yaitu mengedepan ego pribadi. Mungkin lo adalah pendaki berpengalaman. Mungkin lo sudah akrab dengan gunung tersebut. Atau, mungkin lo punya skill navigasi yang hebat.

Tapi hal tersebut jangan sampai bikin lo jadi arogan dan egois, Superfriends! Banyak pendaki yang karena merasa ahli, lantas nggak mengindahkan peraturan dan prinsip pendakian yang ada. Ego mampu membuat pendaki meremehkan persiapan dan perlengkapan pendakian.

Mereka juga sangat yakin akan kemampuan navigasinya dan akan selalu merasa bahwa jalur yang dilaluinya itu merupakan jalur yang tepat dan cepat. Ego ini lah salah satu faktor banyak pendaki menggunakan jalur pintas, bukan jalur resmi.

Biasanya, ego ini didorong oleh keinginan untuk show off atau pamer, dan ingin merasa berbeda dari yang lain. Lo jangan sampai kayak gini ya, Superfriends!

Nah, itulah beberapa faktor pribadi penyebab banyak pendaki tersesat di gunung. Semoga bisa menjadi pembelajaran buat kita semua ya, Superfriends. Selamat bertualang!

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Hiking #Wilderness #Beginner #Extreme

Article Category : Extreme Action

Article Date : 27/10/2021

Superadventure
Admin Adventure
Superadventure
Admin Adventure
Penulis artikel petualangan outdoor dan ekstrem yang bawain kisah mendaki tebing, arung jeram, sampai menjelajah jalur off-road. Buat gue, petualangan itu lebih dari sekadar jalan-jalan, ini soal uji mental dan fisik. Tiap cerita gue kemas biar Superfriends kebawa sensasinya. Gue pengen lo yang baca ngerasa termotivasi buat keluar dari zona nyaman. Kalau lo suka tantangan alam, artikel di sini bakal bikin lo pengen langsung berangkat.

Source:https://www.indosurvival.com/2019/07/faktor-penyebab-pendaki-tersesat-di-gunung.html

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
Extreme Action

Tentang Highlining, Olahraga Ekstrem yang Menantang Maut

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Extreme Action

Tantangan Berat Gowes Sepeda dalam Kondisi Hujan

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Extreme Action

Atraksi Wisata Ekstrem yang Bisa Dilakukan di Wilayah Perairan

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Extreme Action

Tentang Zipline yang Populer di Kalangan Penggemar Olahraga Ekstrem

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive