Kasus orang hilang saat mendaki gunung bisa dibilang nggak pernah surut dari pemberitaan di berbagai media belakangan ini, Superfriends. Kira-kira apa saja ya faktor pribadi penyebab banyak pendaki tersesat di gunung? Berikut ulasan selengkapnya!
Disorientasi arah memang kerap menjadi penyebab utama yang membuat pendaki tersesat, Superfriends. Padahal, sadar atau nggak, hal ini juga sering menimpa para pendaki, lho.
Disorientasi bakal berubah menjadi 'tersesat' ketika pendaki tetap melanjutkan perjalanan tanpa melakukan navigasi terlebih dahulu sehingga kemudian pendaki mengikuti jalan yang salah, Superfriends.
Selain itu, ada juga faktor pribadi yang jadi penyebab lainnya dan wajib banget lo perhatikan, nih. Biar makin waspada, sebaiknya simak faktor pribadi penyebab banyak pendaki tersesat di gunung berikut ini, Superfriends!
Kurang Wawasan Tentang Jalur Pendakian
Image source: unsplash.com/@mael_balland
Faktor pribadi penyebab banyak pendaki tersesat yang pertama yaitu kurang wawasan tentang jalur pendakian. Maka dari itu, sebaiknya lakukan riset sebelum mendaki gunung tujuan lo, Superfriends.
Penting banget nih, apalagi kalau lo baru pertama kali mendaki gunung tersebut. Carilah informasi dari internet, dari teman yang sudah pernah mendaki gunung tersebut, atau dari basecamp mengenai jalur pendakian.
Saat mendaki, lo juga bisa minta didampingi oleh pemandu atau orang yang sudah berpengalaman. Usahakan jangan terpisah terlalu jauh saat berjalan di jalur pendakian biar tetap aman, Superfriends.
Kurang Menguasai Ilmu Navigasi
Image source: unsplash.com/@heidifin
Wawasan terkait navigasi yang banyak berhubungan dengan peta, angka-angka, dan analisa ini memang bukan ilmu favorit para pendaki gunung. Tapi seenggaknya, lo harus bisa menguasai navigasi dasar seperti membaca peta dan menentukan arah, Superfriends.
Jadi, ketika terjadi disorientasi lo nggak bingung menentukan arah untuk kembali ke jalur semula. Dengan begini, kemungkinan tersesat tentu bakal semakin kecil, Superfriends.
Hilang Fokus dan Konsentrasi
Image source: unsplash.com/@mael_balland
Ketika kita lelah, tubuh kita kehilangan banyak energi dan cairan. Kondisi ini membuat daya fokus dan konsentrasi kita menurun sehingga mampu membuat kita berhalusinasi, kehilangan cara berpikir dan salah mengambil keputusan, Superfriends.
Kelelahan juga membuat kita cenderung menjadi lebih sensitif perasaannya. Ketika melihat atau mendengar sesuatu yang berasal dari halusinasinya ini, kadang pendaki akan menghubungkannya dengan hal gaib atau mistis.
Hal ini mampu membuat pendaki mengalami rasa takut yang berlebih sehingga membuatnya berjalan tak tentu arah, keluar dari jalur dan tersesat, lebih parahnya terjadi kecelakaan, Superfriends.
Mengedepankan Ego Pribadi
Satu lagi dan bisa dibilang sering terjadi nih Superfriends, yaitu mengedepan ego pribadi. Mungkin lo adalah pendaki berpengalaman. Mungkin lo sudah akrab dengan gunung tersebut. Atau, mungkin lo punya skill navigasi yang hebat.
Tapi hal tersebut jangan sampai bikin lo jadi arogan dan egois, Superfriends! Banyak pendaki yang karena merasa ahli, lantas nggak mengindahkan peraturan dan prinsip pendakian yang ada. Ego mampu membuat pendaki meremehkan persiapan dan perlengkapan pendakian.
Mereka juga sangat yakin akan kemampuan navigasinya dan akan selalu merasa bahwa jalur yang dilaluinya itu merupakan jalur yang tepat dan cepat. Ego ini lah salah satu faktor banyak pendaki menggunakan jalur pintas, bukan jalur resmi.
Biasanya, ego ini didorong oleh keinginan untuk show off atau pamer, dan ingin merasa berbeda dari yang lain. Lo jangan sampai kayak gini ya, Superfriends!
Nah, itulah beberapa faktor pribadi penyebab banyak pendaki tersesat di gunung. Semoga bisa menjadi pembelajaran buat kita semua ya, Superfriends. Selamat bertualang!
ARTICLE TERKINI
Article Category : Extreme Action
Article Date : 27/10/2021
Source:https://www.indosurvival.com/2019/07/faktor-penyebab-pendaki-tersesat-di-gunung.html
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :