Tetapi selain skydiving, ada lagi extreme sport yang lebih seru. Tidak sekadar melayang di udara, namun bisa bermanuver bak burung elang yang memantau mangsa dari langit.
Bener banget bro, namanya olahraga itu Wingsuit. Secara umum, mekanismenya sama dengan skydiving. Hanya saja, Wingsuit membutuhkan kostum khusus di mana baju ini memiliki sayap di bagian lengan dan di antara kaki. Sayap akan mengembang persis seperti hewan Sugar Glider atau yang lebih dikenal masyarakat dengan tupai terbang.
Nah, dua sayap itulah yang menjadi kontrol untuk bermanuver ketika terbang di udara. Semakin dibuka dengan lebar pada bagian sayap, maka kecepatan terbang akan melambat. Begitu juga sebaliknya, ketika sayang dipersempit, maka laju terbang akan semakin cepat untuk menuju ke bawah.
Tidak mudah untuk mendapat 'lampu hijau' bisa melakukan olahraga ekstrem wingsuit ini. Persyaratan wajib yang harus dimiliki yakni telah melakukan 200 kali terjun payung dalam kurun waktu 18 bulan.
Oh iya, olahraga ini juga nggak murah ya guys. Ongkos untuk kostum wingsuitnya saja memerlukan dana kurang lebih sampai US$ 1.700 atau Rp 27 juta (Kurs rupiah per April 2020). So, kalau lo mau coba cek dulu budgetnya ya.
Terus di mana aja sih untuk melakukan olahraga wingsuit? Spotnya macam-macam bro, lo bisa melakukan di gunung sampai tebing. Simak ulasannya ya.
[readalso url=21465]
Melompat dari Gunung

Anton 'Squeezer' Andersson pernah mencatat rekor apada tahun 2-1 menjadi pilot wingsuit termuda yang terbang dengan kecepatan 250 km per jam. Dia mencoba dua lompatan untuk memecahkan rekor dari gunung Hinsberg di Swiss.
Spot Tebing Juga Bisa

Aksi wingsuit dari Tebing dilakukan oleh Daniel Ristow di Fisher Towers Picnic Area, Amerika Serikat. Dia melompat dari ketinggian 1.000 kaki. Lompatannya itu membawanya dalam kecepatan hingga 100 mph terjun ke permukaan tanah. Jarak yang tidak terlalu tinggi membuat Ristow melepaskan parasutnya dengan cepat.
Dia melintasi lembah dengan tenang dan mendarat dengan tenang. Tepuk tangan meriah menyambut Ristow di bawah. Selain wingsuit, dia juga pernah melakukan slackline.
[readalso url=21368]
Melewati Gedung-gedung dan Jembatan

Image source: wordlesstech.com
Roberta Mancino asal Italia yang kerap kali melakukan skydiving juga pernah merasakan sensasi wingsuit. Dia pernah menjadi model Vogue, Vanity Fair dan Maxim.
Manciano dengan kostum wingsuitnya berwarna putih terbang menggunakan helikopter terlebih dulu. Kemudian dia bersiap dengan peralatan lengkap termasuk helm. Di hitungan ketiga, di melompat dari helikopter.
Tangan dan kakinya direntangkan untuk melebarkan sayap. Manciano tampak konsentrasi penuh. Dia terbang melewati antara dua gedung pencakar langit di Panama City. Setelah berhasil melewati dua gedung itu, parasutnya dibuka. Manciano mendarat sempurna tanpa cedera.
Selain gedung, ada juga pilot wingsuit yang terbang melewati kolong jembatan. Dia adalah Jokke Sommer. Jembatan itu membentang melintasi dua puncak gunung Aiguille Du Midi di Mont Blanc massif. Dia melakukan extreme sport itu bersama dua rekannya yakni Espen Fadne dan Ludo Woerth.
Sebelum terbang dengan kostum khusus, Sommer terbang menggunakan helikopter ke ketinggian 4.300 meter. Jarak jembatan dari titik lompatan hanya 500 meter, sehingga butuh waktu singkat untuk bisa mulus melewati kolong jembatan itu. Setelah dihitung waktu untuk bisa melewati kolong jembatan dari titik lompatan di helikopter hanya 10 detik. Dan, Sommer sukses melewati jembatan itu.
Source: https://www.redbull.com/int-en/jokke-sommer-flies-under-aiguille-du-midi-bridge
ARTICLE TERKINI
Article Category : Extreme Action
Article Date : 18/04/2020
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :