Buat yang belum kenal, Schmidt merupakan salah satu pelopor olahraga selancar angin alias windsurfing. Sejak 1972 dia membawa olahraga air ini dari Amerika Serikat ke Jerman. Tidak mudah untuk mengendalikan laju papan surfing di tengah angin kencang. Tercebur ke laut berkali-kali sudah jadi makanan tiap berlatih. Bahkan sampai tergulung ombak.
Schmidt sambil memamerkan senyum semringahnya bercerita soal kejayaan windsurfing di era 70-an. Ketika itu hampir di seluruh pantai di Jerman olahraga selancar angin ini selalu jadi tontonan. Kala itu belum banyak yang melakoni windsurfing. Makanya, selancar angin di danau atau pantai Jerman sangat mencolok dan menyedot perhatian.
Sejak saat itu, pemainnya mulai banyak. Tapi nggak ada yang bertahan lama. Karena memang ini bukan olahraga mudah. Bisa berselancar mulus di atas air saja sudah membanggakan, apalagi kalau bisa melakukan atraksi ekstrem melawan ombak laut.
Nah, buat pemula biasanya nggak langsung tuh mengendalikan papan windsurfing yang sudah memiliki layar. Biasanya belajar berdiri lebih dulu di atas papan sambil mendayung. Kalau lo tahu stand up paddle, itu tahapan pertamanya. Kalau sudah bisa mengendalikan keseimbangan, itu artinya lo bisa menjajal papan yang sudah dipasang layar. Itu pun belum tentu langsung mulus. Harus berkali-kali dicoba.
[readalso url=21485]
Asal Muasal Tahun 1948

Awal mula kehadiran windsurfing ini muncul pada tahun 1948 ketika Sidney Newman Darby membayangkan layar genggam dipasang untuk mengendalikan perahu katamaran kecil. Meski tidak membuat hak paten, namun Darb diakui sebagai penemu pertama papan layar ini. Hingga akhirnya dia mengajukan hak paten desain perahu layar untuk satu orang pada tahun 1980-an.
Tapi belakangan penemu lain muncul pada tahun 1970 yang buat oleh Jim Drake dan Hoyle Schweitzer. Penemuan Drake dan Schweitzer ini berbasis dari ide Darby yang kemudian menjadi windsurfing.
Jadi, layar yang dipasang pada papan selancar ini memungkinkan layar genggam bisa dimiringkan ke segala arah untuk dikendalikan. Jadi tiang dipasang untuk kebutuhan berlayar agar bisa dikontrol oleh penggunanya.
Di awal 1970-an Schweitzer mulai memproduksi papan layar polyethylene secara massal. Sejak saat itu windsurfing mulai populer dan kejuaraan dunia pertamanya digelar pada tahun 1973. Di Eropa sendiri demam windsurfing kian menggila. Di setiap rumah hampir seluruh pemiliknya punya papan layar. Barulah di tahun 1984 windsurfing menjadi olahraga Olimpiade untuk pria dan wanita baru diadakan di tahun 1992.
[readalso url=21481]
Legenda Windsurfing Indonesia
Windsurfing di Indonesia bisa dibilang mulai masuk ke perairan Indonesia pada tahun 1985. Ketika itu salah satu yang jadi legendanya yakni Oka Sulaksana. Putra asal Bali itu sudah malang melintang di kancah olahraga selancar angin ini.
Prestasinya malang melintang sejak Bali Open. Pembina dari Pengurus Besar Persatuan Olahraga Layar dan Selancar Angin Indonesia (PB Porlasi) menunjuk Oka untuk ikut kejuaraan Singapura Open. Tidak hanya itu saja, skill Oka di atas papan layar makin terasah dan tidak terkalahkan di tingkat nasional mulai tahun 1986-2004. Juara yang pernah diraihnya antara lain empat kali juara Sea Games, masing-masing diraihnya tahun 1993 di Singapura, 1995 di Chiang Mai, Thailand, 1997 di Jakarta dan 2001 di Kuala Lumpur. Dia juga mendapat penghargaan khusus dari Organisasi Selancar Angin Asia Tenggara.
Di dunia internasional, namanya kian harum dengan meraih dua medali emas di Asian Games 1998 di Bangkok, Thailand, dan 2002 di Busan, Korsel. Bahkan, di level Asia Tenggara ia menorehkan prestasi manis dengan selalu merebut emas dari tahun 1993 hingga 2001. Bisa dibilang, Oka salah satu atlet RI yang paling banyak tampil di Olimpiade dengan empat kali penampilan yakni Olimpiade 1996 di Atlanta, Amerika (Peringkat 11), Olimpiade 2000 Sydney, Australia (Peringkat 13), Olimpiade 2004 Athena, Yunani (Peringkat 15) serta Olimpiade 2008 Beijing, China (Peringkat 27).
Saat ini, Oka sudah memiliki klub selancar bernama Sanur WindSurfing Club dan membina puluhan anak didiknya. Dia mendedikasikan seluruh hidupnya di dunia selancar angin. Salut!
Source: thoughtco.com/history-of windsurfing-1992671.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Extreme Action
Article Date : 21/04/2020
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :