Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Apa Itu Penyakit Cerebral dan Pulmonary Oedema Saat Mendaki?

Kegiatan mendaki gunung memang perlu persiapan matang sebelum benar-benar dilaksanakan. Karena persiapan yang nggak matang hanya akan mendatangkan malapetaka kepada para pendaki itu sendiri. Selain menyiapkan fisik dan mental, wawasan mengenai pendakian juga harus diasah dengan baik. Salah satunya adalah pengetahuan seputar penyakit apa aja yang bisa menyerang saat berada di ketinggian.

Dalam istilah ilmiah, hal itu biasa disebut penyakit gunung. Penyakit-penyakit itu akan muncul saat seseorang mendaki ke tempat yang tinggi. Kondisi tersebut disebabkan oleh tekanan udara yang mengelilingi pendaki, yang biasa disebut tekanan barometrik.

Saat mendaki ke tempat yang tinggi, tekanan barometrik akan turun dan hanya akan ada sedikit oksigen yang tersedia. Dalam hal ini, Cerebral dan Pulmonary Oedema adalah penyakit yang perlu diwaspadai karena bisa mengancam jiwa. Nah, berikut ini adalah penjelasan mengenai penyakit tersebut dan cara mengatasinya.

[readalso url=22372]

Cerebral Oedema

Image source: theroamingredhead.com

Penyakit ini ditandai dengan adanya kelebihan cairan di ruang intraseluler atau ekstraseluler otak. Gejala dari cerebral oedema meliputi muntah, mual, penglihatan kabur, dan pingsan. Untuk kasus yang parah, penderita bisa mengalami kejang dan koma.

Gejala tersebut umumnya muncul dalam waktu 12 sampai 24 jam ketika sudah mencapai lokasi yang sangat tinggi. Kondisi ini bisa membaik dalam waktu satu atau dua hari jika mendapat penanganan yang tepat. Untuk mengatasi cerebral oedema saat mendaki, berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan.

Memberikan oksigen. Pertolongan pertama yang bisa dilakukan pada penderita cerebral oedema adalah pemberian oksigen. Cara ini dapat membantu darah mempunyai cukup oksigen di dalamnya. Selain itu, pemberian oksigen juga akan membantu mengurangi pembengkakan.

Menurunkan suhu tubuh. Cobalah untuk menurunkan suhu tubuh si penderita. Cara tersebut dapat membantu meredakan pembengkakan di otak dan mempercepat penyembuhan.

[readalso url=22177]

Pulmonary Oedema

Image source: tonylam.com

Kondisi ini terjadi karena adanya penumpukan cairan di paru-paru. Ini tentunya bisa sangat berbahaya dan bahkan bisa memicu kematian. Pembengkakan ini terjadi ketika alveoli terisi cairan dalam jumlah berlebihan, yang keluar dari pembuluh darah di paru.

Akibatnya, penderita akan kesulitan bernapas dan oksigenase darah menjadi terhambat. Pulmonary Oedema umumnya ditandai dengan sesak napas, mudah letih, pusing, atau lemas. Penyakit ini biasanya terjadi ketika seseorang melakukan pendakian di ketinggian lebih dari 10.000 kaki. Berikut ini adalah cara mengatasi pulmonary oedema saat mendaki.

Menaikkan kadar oksigen dalam darah. Oksigen dapat diberikan melalui masker atau selang plastik kecil di hidung. Tabung pernapasan bisa diletakkan pada trakea jika ada ventilator.

Menggunakan kateter hisap. Pihak medis umumnya akan menggunakan kateter hisap kecil untuk mengatasi pulmonary oedema. Cara ini dapat digunakan untuk mengeluarkan cairan yang menumpuk di paru-paru.

Namun, jika kasus yang dialami sudah parah, penderita tentu membutuhkan perawatan yang intensif dari pihak medis yang lebih berpengalaman.

Pengetahuan mengenai penyakit cerebral dan pulmonary oedema serta cara mengatasinya saat mendaki tentu juga penting diketahui para pendaki gunung. Dengan begitu, kondisi yang mengancam jiwa bisa langsung segera dihindari ketika melakukan aktivitas di alam terbuka, bro.

 

Source: https://akasakaoutdoor.co.id/blogs/aks-tips/cara-mengatasi-cerebral-dan-pulmonary-oedema-saat-mendaki

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Beginner #Extreme #solo-traveling

Article Category : Extreme Action

Article Date : 11/10/2020

Superadventure
Superadventure
Admin Adventure
Penulis artikel petualangan outdoor dan ekstrem yang bawain kisah mendaki tebing, arung jeram, sampai menjelajah jalur off-road. Buat gue, petualangan itu lebih dari sekadar jalan-jalan, ini soal uji mental dan fisik. Tiap cerita gue kemas biar Superfriends kebawa sensasinya. Gue pengen lo yang baca ngerasa termotivasi buat keluar dari zona nyaman. Kalau lo suka tantangan alam, artikel di sini bakal bikin lo pengen langsung berangkat.

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
Extreme Action

Tentang Highlining, Olahraga Ekstrem yang Menantang Maut

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Extreme Action

Tantangan Berat Gowes Sepeda dalam Kondisi Hujan

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Extreme Action

Atraksi Wisata Ekstrem yang Bisa Dilakukan di Wilayah Perairan

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Extreme Action

Tentang Zipline yang Populer di Kalangan Penggemar Olahraga Ekstrem

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive