Terkadang kesan indie kerap kali punya anggapan sebagai sebuah hal yang kurang merakyat dan terdengar eksklusif. Mencoba untuk mengaburkan stigma tersebut, Prontaxan memutuskan untuk menghadirkan karya-karya unik bernapaskan indie yang bisa dinikmati oleh semua kalangan.
Prontaxan merupakan kolektif musik asal Yogyakarta yang ingin membangun jembatan agar musik indie bisa dinikmati secara sederhana. Meskipun begitu, Prontaxan diketahui perlu melalui jalan yang kompleks untuk merealisasikannya. Salah satunya adalah dengan karya remix. Baru-baru ini, Prontaxan kembali lagi dengan karya remix teranyar mereka yang diambil dari tembang milik Rollfast berjudul Pajeromon.
Pajeromon merupakan sebuah karya dari Rollfast yang kental akan nuansa industrial rock. Hal tersebut memang jadi karakteristik band asal Bali tersebut. Namun, kali ini, Prontaxan mencoba untuk menghadirkan nuansa yang lebih ceria dan mudah dicerna oleh berbagai kalangan penikmat musik. Tentu saja remix lagu indie yang punya karakter kuat bukan lah hal baru yang dilakukan oleh Prontaxan.
Sebelum merilis remix Pajeromon dari Rollfast di tahun ini, beberapa waktu lalu Prontaxan juga pernah merilis karya remix yang berlandaskan lagu-lagu indie lainnya, seperti Pulang dari Float, Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan-nya Payung Teduh, hingga karya Hindia yang cukup ikonis, Evaluasi. Berbekal pengalaman yang ada, Prontaxan percaya diri untuk menggubah musik industrial menjadi musik yang terdengar merakyat.
Instrumen elektronik jadi senjata utama bagi Prontaxan untuk melakukan remix Pajeromon dari Rollfast ini. Instrumentalisasi tersebut berhasil membantu Prontaxan untuk melakukan eksplorasi musik yang luas. Hal ini dapat terdengar melalui berbagai elemen musik yang disisipkan oleh Prontaxan, mulai dari campur sari hingga elemen musik rock hadir mewarnai remix berdurasi enam menit ini.
Untuk makna asli dari lagunya sendiri, Rollfast sempat mengungkapkan bahwa Pajeromon merupakan sebuah respons yang mereka gaungkan dalam memandang fenomena sosial akan digandrunginya dunia malam. Melalui remix ini, Prontaxan juga membuat respons yang kurang lebih sama. Prontaxan mencoba untuk menggambarkan gaya hidup dunia malam dengan perpaduan beat dan warna musik yang berbeda-beda.
Di penghujung tahun 2021 lalu, Prontaxan juga sempat merilis album kolaborasi bersama para musisi yang tergabung dalam label rekaman Sun Eater. Album tersebut dirilis dengan judul SUPER: Sun Eater Prontaxan Energi. Berisi empat buah lagu, karya-karya dari para musisi seperti .Feast, Hindia, Somewhere Somewhere & Rayhan Noor tersaji dengan apik dalam album ini.
Prontaxan lahir atas inisiasi dari Hahan, Yahya Dwi Kurniawan, Egha, dan Lana Pranaya yang menyoroti fenomena lantai dansa dengan strata sosialnya. Kehadiran Prontaxan mencoba untuk kembali meleburkan kondisi tersebut. Mereka ingin berkarya untuk memberikan ruang kepada banyak orang agar bisa menikmati lantai dansa tanpa harus peduli strata sosial yang melekat di dalam tubuh mereka.
Image courtesy of Prontaxan
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 21/03/2022
8 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
SAWI TRI
02/04/2025 at 23:46 PM
O Heni
23/04/2025 at 23:18 PM
O Heni
23/04/2025 at 23:18 PM
GRACE JELIA PUTRI TADETE
21/05/2025 at 06:03 AM
Maoreen Lokito
24/07/2025 at 13:32 PM
Muhamad Saifudin
09/11/2025 at 16:33 PM
Tio
12/01/2026 at 15:33 PM
tiurnatalia
12/01/2026 at 20:49 PM