Penjelajahan dan perubahan musikalitas merupakan salah satu bensin yang membuat kancah extreme metal tetap menghasilkan band-band berkualitas. Tapi tak semua langkah yang ditempuh suatu band direspons positif oleh penggemarnya. Tidak jarang status ‘band metal’ mereka dipertanyakan, salah satunya adalah Opeth.
Musikalitas mereka terus berkembang sejak album Morningrise (1996). Eksplorasi Mikael Åkerfeldt dan kawan-kawan memperkaya musik progressive death metal ala Opeth. Disokong instrumen akustik, clean singing, serta sound death metal yang menghujam, Opeth kini menjadi salah satu garda depan death metal.
Namun perkembangan tersebut juga dianggap sebagai bergesernya Opeth dari ranah heavy metal. Album Damnation (2003) menunjukkan langkah berani untuk memainkan musik akustik, dan semenjak Heritage (2011), dengan absennya vokal death growl dan bertambahnya porsi instrumen akustik, materi Opeth lebih menyerupai band progressive rock.
Menanggapi hal tersebut, gitaris Opeth, Fredrik Åkesson, dalam wawancara dengan webzine Metal Wani pada beberapa waktu lalu menyatakan bahwa mereka tetaplah sebuah band metal.
“Kami tetaplah seorang metalheads. Kami sangat menyukai dan banyak mendengarkan metal, kami tetap memainkan lagu-lagu lama. Tidak benar bahwa kami dengan bodohnya tiba-tiba menjauhi metal. Jika kamu menonton konser kami, pastinya bagian (metal) band kami tetap terasa. Walaupun kami juga tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya. Saya selalu berkata begitu tiap kali kami menyelesaikan album (tertawa),” jelas Fredrik.
Fredrik juga menjelaskan mengapa arah musik Opeth berubah pasca Watershed (2008) dan Heritage, dan apakah perubahan itu didesain atau terjadi begitu saja.
“Saya pikir yang terjadi adalah keduanya. Saya percaya Mikael (Åkerfeldt, gitar/vokal) sebagai pilot dan penulis lagu utama di band ini sedari dulu. Dia merasa dalam proses rekaman Watershed, bahwa dia telah menuju titik puncak extreme metal, dan kami merasa harus melakukan hal yang berbeda, kalau tidak maka akan terjadi stagnansi. Kalau tidak begitu, mungkin saja sekarang kami sudah bubar,” ujar Fredrik.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 04/02/2017
1 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
pujanadi
27/08/2025 at 09:25 AM