Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

GRAUSIG

Di tengah era digital yang makin menggila, semua musisi sekarang udah main di platform streaming. Dari yang dulu ngandelin kaset sampe CD, sekarang semua serba klik, termasuk scene metal yang dulu identik sama distribusi fisik dan jaringan underground.

Tapi satu hal yang nggak berubah: attitude. Dan itu masih dipegang kenceng sama GRAUSIG.

Band death metal pionir asal Jakarta ini udah eksis lebih dari 3 dekade. Yup, sekitar 37 tahun mereka bertahan di jalur keras, ngelewatin berbagai era, dari analog sampe digital, tanpa kehilangan taringnya.

Setelah sempat ngerilis “Litani Agoni” di Agustus 2025, sekarang GRAUSIG balik lagi dengan lanjutan ceritanya lewat single terbaru berjudul “Chant Of Blight.”

Nggak cuma sekadar lagu baru, track ini jadi semacam kelanjutan naratif dari rilisan sebelumnya. Vibenya makin gelap, makin dalam. “Chant Of Blight” sendiri bisa diartikan sebagai mantra kehancuran dan itu bukan cuma judul doang.

Lagu ini ngebawa cerita tentang sosok yang kebakar dendam karena takdir pahit. Dendamnya nggak berhenti di dunia hidup, tapi malah jadi obsesi buat nyusul ke alam kematian. Bukan buat damai, tapi buat balas dendam dengan cara yang lebih kejam. Singkatnya: dark banget.

Dari sisi produksi, GRAUSIG juga masih konsisten ngejaga kualitas. Mixing digarap sama Yuda di K-Studio, sementara mastering tetap dipercayakan ke Dan Randall di Mammoth Sound Mastering, USA. Jadi secara sound, udah kebayang bakal sepadat dan sebrutal apa.

Perjalanan panjang sejak 1989 jelas bukan hal gampang. Tapi GRAUSIG buktiin kalau umur bukan alasan buat melunak. Justru makin ke sini, mereka makin solid dan relevan—bahkan di era digital sekarang.

GRAUSIG juga ngerilis video musik “Chant Of Blight” di YouTube (Grausig Channel), barengan sama perilisan di semua platform digital.

 

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Death Metal #band metal jakarta

Article Category : News

Article Date : 01/05/2026

Supermusic
Admin Music
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

2 Comments

Comment
DEVI TRI HANDOKO

DEVI TRI HANDOKO

01/05/2026 at 15:21 PM

Masih Sangar Setelah 3 Dekade, GRAUSIG Rilis “Chant Of Blight”
Aditya Prayoga

Aditya Prayoga

02/05/2026 at 15:48 PM

Mantap
Other Related Article
image article
News

The Strokes Siap Buka Babak Baru Lewat Album “Reality Awaits”

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Belajar Piano Jadi Gampang! Ini Aplikasi Piano Terbaik di HP

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Playlist Lagu Metal tentang Kehidupan yang Wajib Lo Denger

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Lagu Supaya Semangat Kerja Biar Makin Produktif

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive