Laze akhirnya kembali dengan sebuah materi terbaru setelah vakum rilisan di sepanjang tahun 2021 lalu. Laze kembali dengan lagu berjudul Tempat Pulang. Di materi baru ini, Laze turut menggandeng Livingroom., duo rapper dan produser yang juga merupakan kakak beradik beranggotakan Braunsugar dan 1ng.
Ketika bicara mengenai makna dari rumah, setiap orang tentu mempunyai pemahamannya masing-masing. Demikian halnya dengan Laze dan Livingroom. yang berusaha menceritakannya di single Tempat Pulang. Mereka menganggap bahwa tidak semua rumah bisa menjadi tempat pulang.
Dalam rilisan persnya, Laze dan Livingroom. menyebutkan, “Tempat pulang yang sebenarnya adalah tempat yang dapat memberi seseorang kenyamanan dan merasa di rumah, di mana pun ia berada. Nyatanya, tempat pulang tersebut terkadang bukan di mana tempatnya, tetapi siapa orangnya.”
Selain itu, Laze dan Livingroom. juga menyampaikan rasa syukur mereka kepada pendamping hidup yang dibalut dengan melodi serta lirik-lirik penuh makna dalam Tempat Pulang.
Kolaborasi antara Laze dan Livingroom. kali ini pun juga memiliki cerita tersendiri. Kala itu, Laze sempat mendengar beberapa demo hasil garapan sang kakak beradik ini. Setelah mendengarkannya, Laze terkesan dengan demo tersebut. Singkat cerita, perjalanan itu berlanjut hingga ketiganya masuk studio bersama.
Setelah single Tempat Pulang, Laze masih akan menghadirkan materi-materi terbarunya di sepanjang tahun ini, juga melanjutkan perjalanannya setelah album Puncak Janggal di tahun 2020 lalu. Sementara Livingroom. sendiri menandai perjalanan mereka di tahun 2022 dengan single Precious yang juga menjadi single pertama mereka di bawah payung Wonderland Records.
Laze adalah pemilik nama asli Mochamad Havie Parkasya. Ia lahir pada 20 Maret 1992. Ia dikenal secara profesional sebagai seorang rapper dan penyanyi berkebangsaan Indonesia.
Laze tertarik pada dunia musik lahir dari hobi menonton acara-acara MTV, salah satunya adalah MTV Cribs yang populer di tahun 2000-an. Laze mulai mengenal musik hiphop sejak duduk di bangku SD. Kala itu, dia mengidolakan Eminem, 50 Cent, dan musisi hiphop Amerika lainnya dalam menyanyikan lagu rap. Kecintaan terhadap musik rap berlanjut hingga remaja. Laze mulai menyaksikan film 8 Mile (2002) yang diperankan Eminem.
Sebelum menjadi Laze, ia banyak mengikuti kontes rap tersebut di usia 15 tahun dengan nama panggung Lazy-P. Laze memenangkan kompetisi rap besar. Semenjak itu, Laze terus bermusik dengan mengambil jalur rap hingga mencetak album mixtape berjudul Vacant Room (2015). Kemudian, Laze berhasil mencetak dua album penuh yaitu Waktu Bicara (2018) dan Puncak Janggal (2020).
Laze dikenal sebagai rapper yang mahir menceritakan kisah sehari-hari. Kisah-kisahnya dikemas dengan penuh empati serta detail yang tajam. Permainan kata yang digunakan berbahasa Indonesia. Ia mulai serius menggelutinya sejak masih kuliah di Institut Teknologi Bandung. Kemudian di tahun 2015, Laze menjadi bagian dari kolektif rapper, musisi dan insan kreatif yang bernama Onar.
Laze menyadari bahwa musik hiphop di Indonesia masih jadi “anak bawang”. Laze juga menyadari bahwa musik hiphop yang terus dibawakannya sejak awal kalah populer di Indonesia dan butuh waktu lebih lama agar dapat diterima. Mungkin orang familiar dengan hip-hop, tapi belum familiar dengan hiphop Indonesia dan karena itulah Laze menggunakan bahasa Indonesia dalam lagu-lagu rapnya.
Sebenarnya Laze pernah bikin EP bahasa Inggris, meski sudah punya lagu bahasa Indonesia. Tapi Laze ingin dengan caranya sendiri, ia ingin eksplorasi lagu-lagunya yang tidak di level permukaan, sehingga dipilihlah rap berbahasa Indonesia sebagaimana cara orang-orang Indonesia berkomunikasi. Laze merasa jika ia memaksakan bahasa Inggris, tak semua orang juga bisa menangkap karena itu bukan cara mereka bercakap-cakap setiap hari.
Di awal 2018, Laze melepas album Waktu Bicara, album solo perdana dengan balutan musik elegan yang kebanyakan hasil produksi Laze sendiri dan membuatnya terdengar semakin berbeda dibanding musik hip-hop Indonesia pada umumnya.
Kemudian pada 2020 lalu, Laze kembali dengan Puncak Janggal, album penuh kedua yang dirilis pada pertengahan November 2020. Diiringi musik mewah yang diproduksi Randy Mohammad Pradipta alias Randy MP, yang sebelumnya menggarap album Teza Sumendra dan juga telah merilis beberapa single disko Indonesia di bawah nama proyek Parlemen Pop.
Dalam rilisan album kedua ini Laze menawarkan berbagai observasi yang didapat dari dinamika kehidupannya selama beberapa tahun terakhir dengan segala perasaannya yang campur aduk. Selain Randy MP, album Puncak Janggal juga menampilkan kontribusi produksi dari Riza Rinanto, Monty Hasan dan Marcellino Nugraha alias m-Tunes.
Puncak Janggal juga merupakan bagian dari upaya Laze untuk membuat musik hiphop bisa lebih diterima oleh pendengar di Indonesia. Oleh karena itu, Laze mengajak berbagai kolaborator yang lebih dikenal dari luar ranah hiphop, termasuk Hindia, Petra Sihombing, Ben Sihombing, dan bahkan Mono, mantan anggota Alexa yang sudah mengeluarkan dua album di bawah nama Neurotic.
Laze juga telah mencetak sekurang-kurangnya delapan penampilan sebagai artis yang ditampilkan atau berkolaborasi dengan sejumlah musisi/artis lainnya. Beberapa di antaranya adalah:
- Wake Up / Zero Savings (BAP. menampilkan Laze) (2016)
- Bad Seeds (Mardial menampilkan Laze & Yacko) (2017)
- Reuni SMA (NAJ menampilkan Laze (2018)
- School (A. Nayaka menampilkan Laze & Emir Hermono) (2018)
- Sudut Pandang (CVX menampilkan Laze) (2018)
- Stickshuft (BAP. menampilkan Laze) (2018)
- Lagi? (Rayi Putra menampilkan Laze) (2021)
- Senjani (Paul Partohap menampilkan Laze) (2022)
Image source: Pop Hari Ini
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 28/02/2022
6 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
DENNY ADHY NUGROHO
26/02/2025 at 15:04 PM
Agung Sutrisno
21/03/2025 at 14:49 PM
Sofi .
04/06/2025 at 23:19 PM
Maoreen Lokito
22/06/2025 at 13:14 PM
Muhamad Saifudin
21/11/2025 at 21:56 PM
Yohanes Hariono
02/02/2026 at 00:34 AM