Karesidenan Pati selain dikenal sebagai wilayah penghasil rokok dan ukiran juga menghasilkan band-band yang layak diperhitungkan. Selain Menuju Utara dari Kudus yang identik dengan suporter Persiku Kudus dan sempat dirilis label US, rekan satu kota mereka, Innocent Voice, telah menjadi salah satu ikon metal di Muria Raya.
Dibentuk di Kudus pada 2006, dua tahun kemudian mereka melepas EP “War Anthem” yang berisi lima lagu via Solver. Sayangnya setahun kemudian mereka vakum karena kesibukan masing-masing dan membutuhkan enam tahun bagi mereka untuk kembali lagi dengan hanya menyisakan sang drummer, Anza, sebagai line up awal mereka.
Masuknya Irul dan Aftar (gitar), Anto (vokal), serta Panjul (bass) menghadirkan aransemen musik metal mereka terdengar lebih groovy layaknya single Reborn yang dirilis 2016 via Solver. Setahun kemudian mereka berkutat di studio untuk menggarap album penuh perdana bertitle “Circle of Repeat” yang dirilis oleh Aurigas pada 2019.
Selepas rilis “Circle of Repeat”, Innocent Voice sempat merilis single Rodan Pararel pada 2023. Dua tahun kemudian mereka menggandeng Smookersaid records meluncurkan album kedua bertajuk “Setara Mata Pisau” di digital stores 4 Oktober lalu. Sementara format CD akan diluncurkan kemudian pada 11 Oktober 2025. Album ini berisi delapan lagu yaitu: Dualitas, Labirin, Noir, Peran Terakhir, Rodan Pararel, Purgatorium, Setara Mata Pisau & Loneliness (acoustic version).
Secara musikal “Setara Mata Pisau” menyempurnakan apa yang sudah dikerjakan Innocent Voice di “Circle of Repeat”. Ke-delapan lagunya menawarkan modern metalcore dengan clean production yang mampu mengakomodir riff gitar agresif, heavy breakdown dan serta kombinasi vokal growl dan clean singing di beberapa part yang efektif untuk menciptakan campuran elemen yang menarik. Mengenai perubahan ini, Innocent Voice memastikan bahwa “kami ingin tetap di jalur kami meskipun ada sedikit perubahan namun adaptif dan idealis memiliki porsinya masing-masing, jadi semoga bisa relevan dengan teman-teman semua di luar sana.”
Keseluruhan tema lirik di album “Setara Mata Pisau” banyak berkutat tentang proses berubah, tragedi, kisah nyata, hingga rasa sakit yang dialami personel maupun peristiwa di sekitar mereka. Album yang direkam di Aurigas Music Labs ini sekaligus menandai eksplorasi mereka dalam penggunaan bahasa Indonesia yang lebih dominan pada divisi liriknya. Dari delapan lagu yang terangkum pada “Setara Mata Pisau”, hanya satu lagu yang menggunakan lirik berbahasa Inggris, Loneliness (acoustic version).
Loneliness ini sendiri merupakan lagu gacoan dari EP “War Anthem” yang kemudian dibikin versi akustik dengan featuring Indra Pamungkas serta Jeffry Arsand. Rasanya seperti mendengarkan tarikan suara Layne Staley, cocok ditaruh di track pamungkas. “Loneliness ini lagu yang punya arti yang dalam sekali bagi kami, kami mengaransemen ulang menjadi akustik karena lagu ini merupakan salah satu bagian sejarah Innocent Voice” jelas mereka tentang aransemen akustik ini.
Selain memoles Loneliness dalam versi akustik, Innocent Voice juga merekam ulang single Rodan Pararel dalam bentuk paling mutakhir untuk dimasukkan ke “Setara Mata Pisau”. Eksplorasi Innocent Voice tidak hanya berhenti disitu, mereka juga tidak gamang untuk menunjukkan sisi spiritual mereka diantara dentuman distorsi yang ditawarkan. Diantaranya melalui nomor Purgatorium yang menggambarkan kolaborasi tiga generasi antara Bunda Arie Koesmiran dari generasi 70an, Adjie (Down For Life) mewakili era 90an serta Innocent Voice yang terlahir di 2000an.
“Menurut kami Bunda Arie punya suara khas sementara mas Adjie DFL bisa mewakili kekuatan emosional untuk mengeksplorasi apa yang dibutuhkan pada Purgatorium, sehingga lagu ini menjadi penuh makna” ungkap mereka mengenai pemilihan dua musisi kolaborator ini. Purgatorium sendiri menggambarkan refleksi sisi kesalahan manusia yang berharap akan pengampunan, layaknya lirik “ku coba basuh dengan setetes rasa bersalah, harapku tiba masa ritual penyucian dilakukan”. Purgatorium diproyeksikan sebagai proses kehidupan akan sebuah kesalahan, pengampunan dan kesempatan kedua.
Pada artwork yang dikerjakan sang vokalis sendiri menggambarkan tentang figur-figur simbolis dari rasa sakit dan tragedi yang terjadi. Refleksi bayangan sosok merah yang terpantul dari bayangan pisau merupakan penggambaran bahwa “bisa jadi rasa sakit, tragedi dan amarah ada di dalam diri. Artwork kali ini mencerminkan jati diri Innocent Voice yang baru” jelasnya mengenai pemilihan artwork album.
Innocent Voice juga merilis video lirik dari Purgatorium pada 5 Oktober lalu melalui kanal YouTube band. Ilustrasinya sendiri dikerjakan oleh Mohzwart yang berkolaborasi dengan Jihad Hanip dan blackpalaemon sebagai seniman typograph, serta Slassstudio, mutmutand dan Kezia Karenina sebagai motion artists. Rencana ke depan mereka ingin seperti “band - band lainnya, pingin tour, pingin karya kami didengar semua orang, yang pasti kami tidak akan berhenti berkarya”.
ARTICLE TERKINI
Article Category : News
Article Date : 23/12/2025
37 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
PETRUS ARIANTO JOVITO
03/01/2026 at 21:56 PM
Andyyy y
04/01/2026 at 01:41 AM
DIAH TITI SARI YANURWATI
05/01/2026 at 10:22 AM
Reno Kuncoro
06/01/2026 at 06:09 AM
Ayu Mugi Astuti
06/01/2026 at 07:50 AM
Simon daud Fikri hardian
06/01/2026 at 08:12 AM
HERI YULI PRIANTO
06/01/2026 at 11:06 AM
Dinda Juliyani
06/01/2026 at 14:32 PM
Taufik Taufik
06/01/2026 at 18:01 PM
Widya Kumala Sari
06/01/2026 at 20:18 PM
Deddy
06/01/2026 at 20:25 PM
Ida Wahyuni
06/01/2026 at 20:37 PM
Yadi Mulyadi
07/01/2026 at 00:21 AM
Ali Nurdin Sholeh
07/01/2026 at 00:39 AM
Agus Syamsudin
07/01/2026 at 01:06 AM
Reno Kuncoro
07/01/2026 at 06:01 AM
Nurul Fadhilah
07/01/2026 at 19:45 PM
Topan Raharja
07/01/2026 at 22:08 PM
Asep Sukandar
08/01/2026 at 08:57 AM
Agus Samanto
08/01/2026 at 20:47 PM
Agus Samanto
08/01/2026 at 20:48 PM
Agus Syamsudin
09/01/2026 at 13:22 PM
Yadi Mulyadi
09/01/2026 at 14:34 PM
Asep Sukandar
09/01/2026 at 15:25 PM
Heni Nuraeni
09/01/2026 at 18:42 PM
Rudi Wicaksono
14/01/2026 at 06:40 AM
Sini
14/01/2026 at 10:07 AM
Syam .
14/01/2026 at 14:13 PM
Nafhan Ramdani
14/01/2026 at 17:08 PM
Inda
15/01/2026 at 06:55 AM
Musda -
19/01/2026 at 14:26 PM
dimas s
19/01/2026 at 14:56 PM
Nais k
19/01/2026 at 15:39 PM
MArsin
19/01/2026 at 20:38 PM
Fais Arifin
20/01/2026 at 18:15 PM
Heni Nuraeni
20/01/2026 at 23:13 PM
Hafizh Muflih
27/01/2026 at 00:53 AM