Dengan berbagai macam penghargaan dan juga pengalaman yang dimiliki Dave Grohl dalam bermusik, ada satu kesempatan lagi yang sebenarnya masih bisa diraih oleh sang musisi, yaitu berkarier sebagai musisi solo. Namun, terkait kesempatan tersebut, Dave Grohl seakan sudah memastikan dirinya bahwa kesempatan berkarier sebagai musisi solo terbilang mustahil untuk dilakukan.
Penjelasan mengenai kesempatan berkarier solo bagi Dave Grohl ini mulai terungkap ketika sang musisi baru saja merilis film bertajuk Studio 666 yang diperangkan oleh seluruh anggota Foo Fighters dan menangkap kemungkinan Dave Grohl untuk berkarier secara solo di luar band yang dibentuknya selepas Nirvana tersebut.
Mencoba untuk menjawab kemungkinan yang ada di dalam film tersebut, Dave Grohl menjelaskan bahwa realita tersebut sangat punya kemungkinan yang kecil untuk jadi nyata. Diakui oleh Dave Grohl bahwa dirinya tidak akan mencoba untuk mengikuti jejak langkah para vokalis yang memutuskan untuk berkarier solo demi mendapatkan kebebasan untuk aspek kreatifnya. Menurut vokalis dari Foo Fighters tersebut dirinya masih sangat menyukai dinamika yang ditawarkan di dalam tubuh Foo Fighters dan enggan punya pikiran untuk meninggalkan band yang dibentuknya meskipun hanya untuk sementara.
Dave Grohl merasa apa yang dirinya rasakan untuk bisa berkontribusi secara penuh dalam sebuah band juga masih ada dalam benak para anggotanya. Hal tersebut diakui karena seluruh anggota Foo Fighters masih saling memberikan kontribusi untuk membantu proses berkarya secara kolektif. Proses tersebut juga dijalani dengan suka cita sehingga mengurangi keinginan banyak orang untuk pindah ke jalur karier solo.
Meskipun tidak mengambil jalur karier solo, hal tersebut tidak serta merta menghalangi Dave Grohl untuk berkarya di luar Foo Fighters. Dave Grohl dikenal sebagai salah satu penulis lagu yang cukup kompeten dan mampu memberi interpretasi cerita dengan baik. Hal tersebut juga yang akhirnya membuat sang musisi kerap kali mendapatkan undangan untuk bisa ikut serta dalam sebuah proyek musik kolaborasi.
Aksi kolaborasi yang baru saja dilakukan oleh Dave Grohl adalah ikut serta dalam proses pembuatan lagu untuk Liam Gallagher. Jejak kreatif Dave Grohl dapat terasa dan terdengar pada single baru dari Liam Gallagher, Everything’s Electric. Dalam lagu tersebut, Dave Grohl diundang sebagai penulis lagu oleh Liam Gallagher.
Tidak hanya berperan sebagai penulis lagu, Dave Grohl juga menyumbangkan kebolehannya dalam bermain dram untuk lagu baru dari Liam Gallagher. Spekulasi kerja sama antara Dave Grohl dan juga Liam Gallagher ini sudah muncul sejak beberapa tahun lalu. Kala itu, keduanya terlihat akrab selepas tur yang digelar bersama Oasis dan juga Foo Fighters. Hubungan pertemanan yang dijaga baik oleh Dave Grohl dan juga Liam Gallagher ini pun akhirnya diikat jadi lebih erat melalui single Everything’s Electric.
Di luar proyek kolaborasi yang dilakukan dengan berbagai macam musisi, Dave Grohl juga tengah disibukkan dengan kegiatan eksperimen musik bersama Foo Fighters. Rencananya, Dave Grohl ingin menghadirkan sisi progressive rock ke dalam album kesebelas Foo Fighters di masa yang akan datang.
arna musik baru yang coba digunakan dalam proses kreatif Foo Fighters ini pertama kali diungkap oleh Dave Grohl dalam sebuah wawancara bersama Rolling Stone. Dalam wawancara tersebut Dave Grohl menjelaskan bahwa setiap tema album yang coba diangkat oleh Foo Fighters merupakan sebuah respons yang mereka terima dari album sebelumnya. Progressive rock jadi jawaban yang bisa diungkapkan oleh Dave Grohl terkait arahan musik untuk album baru Foo Fighters. Meskipun begitu, Dave Grohl mengakui bahwa dirinya masih belum mulai menulis materi apa pun terkait album baru Foo Fighters nantinya.
Dalam sesi wawancara tersebut Dave Grohl juga membahas komentar tentang status komersial mereka. Sang vokalis menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah menganggap Foo Fighters sebagai kelompok musik papan atas. Bahkan tidak pernah ada di dalam bayangan sang musisi Dave Grohl jadi band yang dinilai keren. Komentar tersebut sempat dirasakan oleh Foo Fighters ketika mereka pertama kali muncul ke permukaan. Banyak orang yang menyayangkan Dave Grohl langsung membuat grup band baru selepas Nirvana bubar.
Menurut Dave Grohl, di masa awal kemunculan, perjuangan besar yang dilakukan oleh Foo Fighters adalah melawan stigma atau pendapat orang yang menganggap bahwa band bentukannya tersebut tidak boleh terbentuk. Banyak orang beranggapan bahwa apa yang dilakukan oleh Dave Grohl bersama Foo Fighters dianggap sebagai sebuah bentuk pengkhianatan kepada Nirvana maupun mendiang Kurt Cobain. Padahal, Dave Grohl memahami bahwa apa yang dirinya buat tidak mungkin bisa menggantikan pesona dan pencapaian Nirvana di dunia musik secara keseluruhan.
Di awal tahun 2021 ini, Foo Fighters juga mendapatkan sebuah kesempatan yang cukup mengejutkan. Selama 25 tahun berkarya, akhirnya Foo Fighters mendapatkan kesempatan untuk dapat bermain di acara pelantikan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden secara virtual.
Dave Grohl menyatakan bahwa sulit untuk mengemas sebuah penampilan musik secara virtual. Dirinya dan Foo Fighters harus merekam semuanya terlebih dahulu dan memastikan bahwa permainan musik mereka layak untuk ditampilkan. Meskipun mendapatkan kesempatan yang berharga tersebut, Dave Grohl sebagai perwakilan dari Foo Fighters menyatakan bahwa secara pribadi dirinya akan lebih senang untuk bisa tampil di Washington D.C. secara live.
Image courtesy of Danny Clinch
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 11/03/2022
10 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Julia Margaret
16/11/2024 at 23:59 PM
SUROSO R
14/04/2025 at 13:20 PM
Andyyy y
26/04/2025 at 22:47 PM
AKHMAT KHUDDORI
22/05/2025 at 18:55 PM
HENDRI PRATAMA
24/05/2025 at 08:35 AM
DIAH TITI SARI YANURWATI
10/06/2025 at 13:35 PM
Alriz .
20/06/2025 at 02:20 AM
Muhamad Saifudin
15/11/2025 at 18:22 PM
Brawijaya
06/01/2026 at 07:09 AM
Muhammad
06/01/2026 at 18:23 PM