Di era modern kayak sekarang ini, hampir semua sektor bisnis bergeser ke format digital, mulai dari cara promosi, cara menjual, hingga bentuk layanannya. Salah satu sektor bisnis yang juga bergeser ke format digital yaitu industri pariwisata. Yes, lo pasti udah nggak asing sama beberapa aplikasi yang nyediain layanan pemesanan hotel, tiket transportasi, hingga tiket destinasi wisata.
Di antara banyaknya aplikasi tersebut, ada satu aplikasi unik dan beda dari yang lain. Saking uniknya, mereka pernah dapet penghargaan dari Google Play sebagai Best Hidden Gem App atau Aplikasi Unik Terbaik di Indonesia tahun 2022. Namanya Atourin, aplikasi marketplace yang nyediain berbagai paket wisata khusus desa wisata di Indonesia. Mereka bahkan udah kerja sama bareng Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Komunikasi dan Informasi buat ngembangin aplikasi dan memberdayakan pelaku wisata di daerah buat go digital. Keren banget, kan!
Terus, gimana sih potensi bisnis pariwisata di era digital ini? CEO Atourin Benarivo Triadi Putra bakal jelasin semuanya, termasuk tips ngembangin bisnis pariwisata di era digital kayak sekarang ini. Simak selengkapnya berikut ini, Superfriends.
Potensi Bisnis Pariwisata di Era Digital
Sebanyak 80 persen wisatawan saat ini udah digital based. Artinya, mereka nyari rekomendasi, pesan tiket destinasi wisata, dan ngurus semua akomodasi yang dibutuhin buat traveling lewat aplikasi atau internet. Semua pembayaran pun dilakuin secara digital, baik lewat e-wallet maupun mobile banking. Nah, hal ini tentu jadi peluang besar buat bisnis pariwisata berkembang ke arah digital.
Sebagai marketplace desa wisata, Atourin pun jadi one stop solution buat wisatawan yang pengin traveling ke destinasi hidden gem yang ada di berbagai daerah di Indonesia. Lewat satu platform aja, wisatawan bisa dapet informasi seputar destinasi yang mau dikunjungi, paket wisata ke destinasi tersebut, dan bisa bayar langsung lewat platform tersebut.
“Jadi sebetulnya platform-platform ini sebuah solusi juga untuk temen-temen wisatawan atau konsumen tuh bisa lebih percaya. Karena kan kayak layaknya marketplace, setiap transaksi yang terjadi itu nggak langsung dikasih ke penjual, jadi akan ditampung juga sama sistem. Dan itulah bentuk-bentuk yang kemudian bisa ningkatin kepercayaan juga,” kata Rivo.
Meski potensinya cukup besar, Rivo ngaku kalau bisnis pariwisata di era digital tuh punya tantangan tersendiri yang mungkin nggak ditemui di sektor bisnis lain. Salah satunya soal awareness. Nggak banyak wisatawan yang tau tentang keberadaan desa wisata di Indonesia karena lokasinya kebanyakan berada di daerah terpencil.
Sebagai solusinya, Atourin pun bekerja sama dengan berbagai pihak agar layanan mereka bisa makin dikenal sama masyarakat. Mereka juga ngasih edukasi atau pelatihan ke desa wisata agar mereka bisa mempromosikan destinasi mereka sendiri.
“Karena kita fokusnya ke community, community development, community empoweremen, jadi yang kita lakukan ya itulah pendampingan, pelatihan. Pelan-pelan sampai betul-betul mereka paham dan kemudian bisa kita lepas,” ungkap Rivo.
Nah, kalau lo tinggal di daerah wisata, lo bisa ambil peluang buat ngembangin bisnis pariwisata di era digital kayak yang dilakuin sama Atourin, Superfriends. Selain mendatangkan keuntungan, bisnis di sektor ini juga bisa ngebantu pelaku wisata buat lebih melek teknologi dan bisa ngikutin perkembangan zaman. Jadi, lo nggak cuma fokus ke bisnis aja, tapi juga pemberdayaan buat pelaku wisata di daerah lo. (arpd)
ARTICLE TERKINI
Article Category : News
Article Date : 31/07/2023
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :