Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Suicide Silence – s/t

Nuclear Blast

Nilai: 5.7/10

Berada di belakang bayang-bayang pentolan band populer mungkin adalah sebuah kutukan. Ya, kejadian seperti ini tak hanya terjadi di satu maupun dua band tenar semata. Contoh paling konkretnya adalah raksasa heavy metal asal Brazil, Sepultura. Lihatlah bagaimana susah payahnya Derrick Green mengganti lakon seorang frontman kenamaan seperti Max Cavalera yang begitu ikonis dan punya pengaruh besar di dalamnya.

[bacajuga]

Tak ayal bertubi-tubi cemoohan dari penggemar militan Sepultura seakan mengalir deras hingga kini. Setidaknya Green butuh waktu hampir dua dekade untuk menjawab keraguan para fansnya sendiri. Bersama Green, tak kurang Sepultura telah menelurkan sebanyak delapan album penuh. Namun hal itu dirasa masih belum cukup memenuhi ekspetasi besar selayaknya era kepemimpinan Cavalera.

Sama halnya yang dirasakan oleh unit deathcore Suicide Silence. Semua kalangan fans tentu setuju kalau peran mendiang Mitch Lucker sungguh vital di kubu band asal California, AS tersebut. Tanpa Lucker, mustahil Suicide Silence bisa sebesar dan sepopuler sekarang. Namun roda telah berputar, waktu pun kian bergulir cepat.

Kini posisi Lucker telah diambil alih sepenuhnya oleh sosok Hernan Hermida selaku vokalis di garda terdepan. Bersama Hermida, Suicide Silence telah melontarkan opus berjudul You Can’t Stop Me (2014). Ya, mudah ditebak, tak semua masa transisi bisa diterima baik oleh kalangan penggemar. Ocehan negatif pun terlontar dari mulut para fans kepada sang idola.

Berbagai umpatan keras dilayangkan kepada mereka. Walau begitu, Suicide Silence mencoba untuk tetap berdiri tegak tanpa peduli komentar miring yang dialamatkan kepada mereka.  Hal itu sungguh terkesan main hakim sendiri, tanpa terlebih dahulu memberi secercah kesempatan kepada Hermida.

Kembali ke benang merah, kini Suicide Silence telah memasuki babak baru bersama Hermida. Tepat di bulan Februari kemarin, band cadas yang telah berdiri sejak tahun 2002 silam itu baru saja melepas album teranyar berjudul sama dengan nama band di bawah naungan label spesialis metal, Nuclear Blast. Sebelum melepaskan opusnya tersebut, merebak kontroversi nyeleneh ketika seorang penggemar menggalang sebuah petisi untuk menghentikan karya album terbaru mereka itu. Suicide Silence dianggap telah berakhir masa jayanya.

Menelisik lebih dalam ke album. Terdapat total 9 track yang terpajang rapi pada repertoar album. Lagu dibuka dengan agresif lewat single bertitel “Doris”. Pada track ini gerombolan Suicide Silence seolah coba menduplikat cetakan biru nu metal/alternative metal dari pesohor-pesohor prominen seperti Deftones dan Korn. Terlihat jelas secara konteks vokal, Hermida coba menirukan lirih nada khas dari seorang Chino Moreno. Tidak buruk, tapi setidaknya tak perlu jadi impersonator ulung.

Di keseluruhan album, Suicide Silence sendiri mencoba sesuatu yang dianggapnya eksperimen. Sebenarnya formula yang dicoba mereka bukanlah sesuatu yang baru di kancah metalcore maupun deathcore. Di sini mereka coba menghadirkan clean vocal di dalam muatan lagu. Setidaknya dari total keseluruhan track, hanya terdapat tiga lagu ‘cadas’ ciri khas sebagaimana mestinya musik Suicide Silence. Di antaranya adalah “Hold Me Up, Hold Me Down”, “Listen”, dan “Don’t Be Careful, You Might Hurt Yourself”.

Sedangkan sisa tujuh lagu lainnya, di sektor vokal yang ditukangi Hermida, ia coba menggabungkan teriakan guttural dan clean vocal untuk saling berdampingan. Bukan jadi terobosan efektif, tetapi malah terlihat seperti layaknya gerombolan remaja tanggung yang begitu mengidolai Chino Moreno dkk. Lalu membentuk sebuah band, dan menganggap ia adalah Deftones dan konco-konco barisan nu metal/alternative metal. Seharusnya band sekaliber Suicide Silence mampu menjadi identitasnya sendiri tanpa harus ada intervensi dari pengaruh-pengaruh luar lainnya.

Track-track esensial: “Hold Me Up, Hold Me Down” dan “Don’t Be Careful, You Might Hurt Yourself”

 

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Suicide Silence #MItch Lucker #Herman Hermida #album review

Article Category : Super Buzz

Article Date : 27/04/2017

Supermusic
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

4 Comments

Comment
Lukman Hakim

Lukman Hakim

04/08/2025 at 22:35 PM

Nice info
asep syaripudin

asep syaripudin

02/09/2025 at 07:07 AM

Suicide Silence sendiri mencoba sesuatu yang dianggapnya eksperimen
pujanadi

pujanadi

10/09/2025 at 08:15 AM

Max Cavalera
Imam Ciptarjo

Imam Ciptarjo

11/09/2025 at 09:36 AM

Suicide Silence – s/t
Other Related Article
image article
Super Buzz

The Dare Lepas Single Terbaru yang Berjudul Strangestreetfellows

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Tampil di Jepang, Isyana Sarasvati Akan Kolaborasi Bareng Mantan Gitaris Megadeth

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Milledenials Luncurkan Musik Video untuk Single Precious Me dan Feel Any Pain

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Break Out Day Fest Cirebon Berlangsung Super Seru!

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive