Nuclear Blast
Nilai: 5.7/10
Berada di belakang bayang-bayang pentolan band populer mungkin adalah sebuah kutukan. Ya, kejadian seperti ini tak hanya terjadi di satu maupun dua band tenar semata. Contoh paling konkretnya adalah raksasa heavy metal asal Brazil, Sepultura. Lihatlah bagaimana susah payahnya Derrick Green mengganti lakon seorang frontman kenamaan seperti Max Cavalera yang begitu ikonis dan punya pengaruh besar di dalamnya.
[bacajuga]
Tak ayal bertubi-tubi cemoohan dari penggemar militan Sepultura seakan mengalir deras hingga kini. Setidaknya Green butuh waktu hampir dua dekade untuk menjawab keraguan para fansnya sendiri. Bersama Green, tak kurang Sepultura telah menelurkan sebanyak delapan album penuh. Namun hal itu dirasa masih belum cukup memenuhi ekspetasi besar selayaknya era kepemimpinan Cavalera.
Sama halnya yang dirasakan oleh unit deathcore Suicide Silence. Semua kalangan fans tentu setuju kalau peran mendiang Mitch Lucker sungguh vital di kubu band asal California, AS tersebut. Tanpa Lucker, mustahil Suicide Silence bisa sebesar dan sepopuler sekarang. Namun roda telah berputar, waktu pun kian bergulir cepat.
Kini posisi Lucker telah diambil alih sepenuhnya oleh sosok Hernan Hermida selaku vokalis di garda terdepan. Bersama Hermida, Suicide Silence telah melontarkan opus berjudul You Can’t Stop Me (2014). Ya, mudah ditebak, tak semua masa transisi bisa diterima baik oleh kalangan penggemar. Ocehan negatif pun terlontar dari mulut para fans kepada sang idola.

Berbagai umpatan keras dilayangkan kepada mereka. Walau begitu, Suicide Silence mencoba untuk tetap berdiri tegak tanpa peduli komentar miring yang dialamatkan kepada mereka. Hal itu sungguh terkesan main hakim sendiri, tanpa terlebih dahulu memberi secercah kesempatan kepada Hermida.
Kembali ke benang merah, kini Suicide Silence telah memasuki babak baru bersama Hermida. Tepat di bulan Februari kemarin, band cadas yang telah berdiri sejak tahun 2002 silam itu baru saja melepas album teranyar berjudul sama dengan nama band di bawah naungan label spesialis metal, Nuclear Blast. Sebelum melepaskan opusnya tersebut, merebak kontroversi nyeleneh ketika seorang penggemar menggalang sebuah petisi untuk menghentikan karya album terbaru mereka itu. Suicide Silence dianggap telah berakhir masa jayanya.
Menelisik lebih dalam ke album. Terdapat total 9 track yang terpajang rapi pada repertoar album. Lagu dibuka dengan agresif lewat single bertitel “Doris”. Pada track ini gerombolan Suicide Silence seolah coba menduplikat cetakan biru nu metal/alternative metal dari pesohor-pesohor prominen seperti Deftones dan Korn. Terlihat jelas secara konteks vokal, Hermida coba menirukan lirih nada khas dari seorang Chino Moreno. Tidak buruk, tapi setidaknya tak perlu jadi impersonator ulung.
Di keseluruhan album, Suicide Silence sendiri mencoba sesuatu yang dianggapnya eksperimen. Sebenarnya formula yang dicoba mereka bukanlah sesuatu yang baru di kancah metalcore maupun deathcore. Di sini mereka coba menghadirkan clean vocal di dalam muatan lagu. Setidaknya dari total keseluruhan track, hanya terdapat tiga lagu ‘cadas’ ciri khas sebagaimana mestinya musik Suicide Silence. Di antaranya adalah “Hold Me Up, Hold Me Down”, “Listen”, dan “Don’t Be Careful, You Might Hurt Yourself”.
Sedangkan sisa tujuh lagu lainnya, di sektor vokal yang ditukangi Hermida, ia coba menggabungkan teriakan guttural dan clean vocal untuk saling berdampingan. Bukan jadi terobosan efektif, tetapi malah terlihat seperti layaknya gerombolan remaja tanggung yang begitu mengidolai Chino Moreno dkk. Lalu membentuk sebuah band, dan menganggap ia adalah Deftones dan konco-konco barisan nu metal/alternative metal. Seharusnya band sekaliber Suicide Silence mampu menjadi identitasnya sendiri tanpa harus ada intervensi dari pengaruh-pengaruh luar lainnya.
Track-track esensial: “Hold Me Up, Hold Me Down” dan “Don’t Be Careful, You Might Hurt Yourself”
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 27/04/2017
4 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Lukman Hakim
04/08/2025 at 22:35 PM
asep syaripudin
02/09/2025 at 07:07 AM
pujanadi
10/09/2025 at 08:15 AM
Imam Ciptarjo
11/09/2025 at 09:36 AM