Bali memang tidak selalu deretan pantai dengan berbagai fasilitasnya. Pulau Dewata ini masih punya berbagai spot petualangan yang sepadan untuk lo datangi dan eksplorasi, salah satunya adalah Air Terjun Kanto Lampo.
Berlokasi di Banjar Kelod Kangin, Desa Beng, Kecamatan/Kabupaten Gianyar Bali, Air Terjun Kanto Lampo ini sudah terkenal di kalangan para petualang dari dalam negeri sendiri, dan para petualang dari mancanegara.
[readalso url=17920]
Jika lo berada di Denpasar, lo akan menempuh perjalanan sekitar 30 kilometer, dan jika lo sudah berada di Gianyar, tinggal mengikuti petunjuk jalan ke arah utara, lo hanya tinggal menempuh jarak 3 kilometer saja.
Air terjun yang unik ini dengan mudah menjadi daya tarik para petualang. Spot petualangan ini termasuk spot yang masih terjaga keasriannya. Hal tersebut terlihat dari pepohonan yang rindang mengelilingi spot petualangan ini, termasuk beberapa kebun milik masyarakat setempat.
Sekedar tips untuk lo nih, jika ingin ke sana dan menghindari keramaian, sebaiknya lo ke sana saat tidak menjelang akhir pekan atau saat akhir pekan. Saat hari-hari biasa, spot petualangan ini jarang dikunjungi para traveller dan pengunjung lainnya.
Oleh karena itu, cocok untuk lo yang menghindari keramaian. Deru deras air yang jatuh dibebatuan tersebut merupakan suara alam yang cocok untuk lo menenangkan diri. Nah, dari segala keindahan panorama pemandangan Air Terjun Kanto Lampo, spot petualangan ini menyimpan berbagai fakta yang mengejutkan.
Apa saja fakta yang mengejutkan itu? Sila simak bahasan kali ini, ya!
Mendaki Ratusan Anak Tangga

Mendaki Ratusan Anak Tangga di Air Terjun Kanto Lampo. credit photo: en.brilio.net
Untuk mencapai dan melihat Air Terjun Kanto Lampo tidak semudah datang dan langsung melihat spot petualangan tersebut, lho. Hal ini dikarenakan ratusan anak tangga yang harus lo daki. Oleh karena itu, siapkan alas kaki yang memadai perjalanan petualangan ini ya, bro.
Kondisi ratusan anak tangga ini sudah lebih baik dari pada sebelumnya. Sebelumnya, banyak anak tangga yang rusak dan sulit untuk didaki atau dilalui. Kemudian, masyarakat setempat memiliki inisiatif untuk memperbaiki anak tangga tersebut.
Sekarang, kondisi ratusan anak tangga tersebut sudah aman untuk dilalui. Dengan begini, petualangan lo di Air Terjun Kanto Lampo ini akan semakin mudah.
Gua Peninggalan Kolonialis

Aliran Sungai Dari Air Terjun Kanto Lampo. credit photo: tribunnews.com
Di sekitar Air Terjun Kanto Lampo ada sebuah gua yang sudah tidak digunakan lagi. Dahulu, menurut sesepuh masyarakat setempat, gua tersebut adalah tempat para kolonialis menyusun strategi dan rencana melawan masyarakat Bali.
Sekarang, gua tersebut sudah tidak dipakai lagi. Untuk sementara ini, jalan menuju gua tersebut tidak dapat dilalui, lagipula mulut gua juga ditutup, menandakan gua yang memiliki panjang 3-4 meter ini memang tidak bisa dikunjungi atau dieksplorasi.
Asal Nama Air Terjun Kanto Lampo

Asal Nama Air Terjun Kanto Lampo - Air Terjun Kanto Lampo, Gianyar. credit photo: pinterest
Apakah lo mengetahui asal nama air terjun ini berasal dari sebuah pohon buah? Bro, perlu lo ketahui nih, Air Terjun Kanto Lampo berasal dari nama pohon buah yang tumbuh lebat disekitar lokasi air terjun. Pohon tersebut bernama Kanto Lampo.
Pohon yang cukup langka ini memiliki buah yang cukup unik pula. Pasalnya, warna dari buah pohon Kanto Lampo ini dapat berubah-ubah, dari warna kuning menjadi hijau. Kemudian, saat akan masak, buah ini akan berubah warna lagi menjadi kemerahan.
Dengan keunikannya dan tumbuh di sekitar air terjun dan sungai yang mengalir di dekatnya, jadilah air terjun ini dinamakan Air Terjun Kanto Lampo. Masyarakat sekitar juga membantu penyebaran nama ini dari mulut ke mulut, sehingga para petualang mengenal air terjun ini dengan nama Kanto Lampo.
Posisi Air Terjun Yang Miring

Posisi Air Terjun Yang Miring - Air Terjun Kanto Lampo, Gianyar. credit photo: ocafajeste.blogspot.com
Jika lo perhatikan lagi, dinding dari air terjun tersebut tidak lurus. Artinya, air yang jatuh tidak langsung mengenai atau jatuh ke dasar sungai. Sampai saat ini belum diketahui mengapa air terjun ini tidak lurus tapi miring.
Namun, walau begitu, air yang jatuh dari ketinggian 10-15 meter juga langsung mengalir ke sungai yang ada di bawahnya. Dengan kemiringan ini, sepertinya juga belum ada yang pernah untuk mencoba cliff jumping dari atas air terjun ini.
Hal ini dikarenakan oleh bebatuan cadas yang ada di bawahnya dan air sungai yang tidak terlalu dalam. Jadi, cukup tidak mungkin untuk melakukan cliff jumping dari atas air terjun tersebut.
Bebatuan Acak Yang Membuat Air Terjun Kanto Lampo Semakin Indah

Bebatuan Acak Yang Membuat Air Terjun Kanto Lampo Semakin Indah. credit photo: andikagalip.wordpress.com
Tidak pada seperti air terjun pada umumnya yang airnya langsung jatuh ke bawah dan mengalir ke sungai, Air Terjun Kanto Lampo memiliki dinding bebatuan berwarna gelap yang posisinya mengacak. Posisi bebatuan cadas ini lebih tepatnya berundak-undak.
Undakan bebatuan cadas ini membuat air yang jatuh, jatuh merata ke segala sisi. Jadi, jelas tidak seperti air terjun pada umumnya yang hanya berpusat pada satu titik jatuh saja. Bebatuan acak yang berbentuk undakan ini justru menjadi salah satu daya tarik dari keindahan Air Terjun Kanto Lampo ini.
Wah, bagaimana nih bro? Semakin penasaran dengan keindahan yang ada di Air Terjun Kanto Lampo ini? Siapkan Rp. 5.000 untuk tiket masuknya ya, wah cukup terjangkau, kan?
[readalso url=17912]
Sekarang lo tinggal mengambil hari libur, siapkan budget secukupnya, berkemas, dan langsung saja berangkat ke Air Terjun Kanto Lampo!
Feature Image - kintamani.id
ARTICLE TERKINI
Article Category : Wilderness
Article Date : 11/05/2018
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :