Trio gelandang itu disebut sebagai kombinasi lini tengah paling sukses dalam sejarah.
Bintang Real Madrid Toni Kroos berharap masih bisa bermain dengan Luka Modric dan Casemiro hingga tahun-tahun mendatang.
Sejak bekerja sama dari musim 2015/16, trio gelandang tersebut telah mengoleksi 17 gelar, termasuk lima gelar Liga Champions.
Musim ini pun mereka kembali meraih kesuksesan bersama Los Blancos. Menjuarai Piala Super Spanyol, La Liga dan merengkuh trofi Liga Champions ke-14 dalam sejarah klub.
Dan Kroos menegaskan bahwa kebersamaan mereka tidak akan berakhir dalam waktu dekat dan mengungkapkan alasan di balik kesuksesan mereka.
“Maaf, kebersamaan ini tidak akan berakhir,” ungkap Kroos dalam wawancaranya dengan Sport1. “Tidak, serius, tentu saja kami ingin terus bermain di level seperti ini.”
“Masing-masing dari kami mengetahui apa yang bisa dan tidak dilakukan pemain lain. Itu sangat membantu kami, terutama di pertandingan besar, kami sudah terbiasa dan memahami satu sama lain.”
Trio gelandang tersebut kini sudah tidak muda lagi, dengan mereka telah berkepala tiga, bahkan Modric akan berusia 37 di tahun ini, dan Kroos kemudian membahas bagaimana penerus mereka di Madrid.
Menurut pemain asal Jerman tersebut, kehadiran Eduardo Camavinga dan Federico Valverde memberikan kelegaan sekaligus warna baru dalam permainan Madrid, dan Kroos yakin bahwa mereka berdua akan menjadi pemimpin lini tengah Los Blancos di masa depan.
Pemain berusia 32 tahun tersebut kagum dengan apa yang sudah ditunjukkan Camavinga dan Valverde, meski masih berusia sangat muda, keduanya mampu memberikan kontribusi nyata ketika berada di lapangan, baik saat menjadi starter atau turun dari bangku cadangan.
“Kami memiliki dua orang lagi di tim musim ini, Valverde dan Camavinga. Mereka yang pasti mampu memberikan dorongan, baik dari awal atau dari bangku cadangan,” imbuhnya.
“Ini sangat penting dan akan menjadi semakin penting, karena pada titik tertentu mereka harus menggantikan posisi kami sepenuhnya.”
Kroos kemudian menambahkan soal kesuksesan di musim ini, khususnya di Liga Champions, mengatakan: “Memenangkan Liga Champions lebih sulit dan seringkali dramatis.”
“Mungkin tahun ini sangat dramatis, namun bagi saya kelima gelar [UCL] itu memiliki nilai yang sama. Tetapi jika saya jujur, itu [final vs Liverpool] mungkin Liga Champions yang paling tidak saya harapkan dari lima gelar yang saya menangkan.”
ARTICLE TERKINI
Article Category : News
Article Date : 01/06/2022
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :