Keberhasilan Inter Milan melewati hadangan Benfica di ajang Liga Champions disambut positif oleh pecinta Liga Champions. Sebab dengan ini, partai panas Derby Della Madonnina bisa tersaji lagi di babak semifinal.
Rivalitas dua klub sekota ini selalu menjadi sajian terbaik untuk para pecinta sepak bola dunia. Bagaimana tidak, duel ini selalu menghadirkan pertandingan yang intens dan panas. Derby Milan adalah salah satu bukti kuatnya persaingan dalam sepak bola.
Berdasarkan catatan World Football, Inter dan Milan sudah bertatap muka sebanyak 201 kali di berbagai kompetisi. Dan satu yang diingat masyarakat dunia adalah kala keduanya bertemu di babak semifinal Liga Champions pada tahun 2005 silam.
Leg kedua berakhir ricuh. Kala itu, Inter Milan harus mencetak empat gol untuk membalikkan keadaan dan melaju ke babak final. Sayang upaya mereka harus terhenti pada menit ke-73 lantaran fansnya melampiaskan amarah hingga ke lapangan.
Flare berwarna merah memenuhi lapangan. Kiper AC Milan, Dida, bahkan sampai jadi korban lemparan flare hingga harus menerima perawatan. Pemain Inter Milan berusaha menenangkan kobaran emosi fans, tetapi gagal.
Pertandingan sempat dilanjutkan. Namun, kerumunan penonton belum bisa dikendalikan. Markus Merk selaku wasit pun memilih untuk memberhentikan pertandingan, hingga Inter dinyatakan kalah secara WO.
18 tahun berselang, kedua tim kembali bertemu. Tentu ada doa agar kericuhan serupa tidak terulang. Meski begitu, bukan berarti Inter Milan akan mengendurkan semangat. Steven Zhang selaku presiden tim telah menyatakan niatan tim untuk balas dendam.
“Selama bertahun-tahun saya di Inter, derby selalu menjadi salah satu laga favorit saya karena kegembiraannya, tapi juga tentu saja karena kami ingin balas dendam untuk sejarah kami dan juga untuk tahun lalu,” ujar Zhang kepada Sky Sport Italia.
Zhang juga menegaskan impian Inter Milan untuk memenangkan trofi Liga Champions musim ini. Sebab kalau sukses, bukan hanya Inter saja yang diuntungkan. Tapi seluruh sepak bola Italia juga akan menerima keuntungannya.
“Setiap musimnya, kami selalu berniat untuk melaju jauh di setiap kompetisi. Tentu saja, Liga Champions yang paling sulit, terlebih saat ini untuk klub Italia, tapi sudah pasti kami memimpikannya,” kata Zhang lagi.
ARTICLE TERKINI
Article Category : All Supersoccer
Article Date : 20/04/2023
Source:Sky Sport Italia, Football Italia
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :