Duh, jalanan yang bukan dibuat untuk sepeda, tapi punya jalur sepeda itu emang menyimpan banyak bahaya buat cyclist kayak lo, bro. Banyak bocoran oli dari kendaraan, minyak dari pedagang kaki lima yang masak di pinggir jalan, cat yang menetes atau tumpah dari proyek pembangunan, sambai lubang, retakan, dan penutup saluran air yang bolong gede banget sampai ban sepeda lo bisa masuk. Semua hal itu bakal selalu ada di jalanan perkotaan bersama dengan benda lainnya yang bikin sepeda lo jadi licin, nyebelin, dan malesin, Superfriends!
Tentunya, hazard-hazard atau marabahaya yang menanti lo di jalan itu harus bisa lo antisipasi. Ada banyak cara buat menghadapi bahaya-bahaya ini, bro. Paling gampang dan paling umum adalah menghindar dari hazard yang ada di depan lo. Tapi, kadang kecepatan lo terlalu tinggi sampai lo nggak bisa menghindar dan terpaksa harus menghadapi hazard itu. Belum juga kalau ternyata jalannya sempit atau ramai sampai lo nggak punya pilihan selain coba menghadapi hazardnya. That's why penting untuk melatih reaction time dan kewaspadaan lo terhadap sekitar. Jangan sampai reaksi lo udah mantap pas menghindari hazard, tapi lo nggak sadar ada kendaraan lain di sebelah lo dan malah jadi laka. Sebaliknya juga sama, lo udah bagus nih perhatian sama sekitar lo, tapi nggak bisa merespon cukup cepat karena reaction time lo kurang.
Selain reaction time dan awareness ke lingkungan, ada satu lagi nih tambahan skill yang harus lo kuasai kalau seing gowes bareng rombongan atau peloton. Lo harus bisa mengomunikasikan keberadaan hazard itu ke teman-teman yang ada di belakang. Apalagi kalau lo dapat posisi paling depan atau leader, ada tanggung jawab besar buat menyampaikan informasi tentang hazard. Jangan sampai lo gerak mendadak dan bikin belakang lo kaget sampai nggak bisa merespon dengan baik. Skill satu ini nggak bisa lo pelajari cuma lewat teori, Superfriends. Harus ada latihan dan percobaan komunikasi sama tim gowes lo. Salah satu caranya adalah dengan melakukan relay atau estafet informasi dari posisi lo dengan hand signal yang udah disepakati dan dimengerti oleh semua orang di barisan. Hand signal emang ada yang standar, tapi kalau ada yang lebih mudah dipahami sama teman-teman lo, mending pakai yang itu aja, bro. Emang agak ribet dan butuh fokus, sih. Tapi, ingat juga, ini tuh demi safety, and safety harus selalu jadi prioritas lo semua!
ARTICLE TERKINI
Article Category : Urban Sport
Article Date : 01/08/2022
Source:https://www.bicycling.com/training/g20041085/how-to-avoid-8-common-road-biking-hazards/
3 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
SUROSO R
09/05/2025 at 15:04 PM
uca aa
05/12/2025 at 17:25 PM
Alriz .
26/02/2026 at 21:45 PM