Artis emo-pop Australia, daine, kembali merilis karyanya. Setelah merilis mixtape debutnya yang berjudul Quantum Jumping, diane kembali merilis single baru yang berjudul Sleepwalking.
Ada inspirasi musik shoegaze dalam single terbaru diane ini namun tetap dengan ciri khas genre musik miliknya.
Lagu ini dibuat oleh daine sedikit berbeda dengan gaya lagunya di Quantum Jumping. Sebab lagu-lagu di mixtape tersebut ditulis diane saat usianya sekitar 15-16 tahun. Menurutnya, penulisan lagu di Sleepwalking terdengar lebih tangguh.
daine adalah artis Filipina-Australia yang memiliki minat tinggi dengan band emo Amerika Serikat seperti American Football, Basement, dan Turnstile. Ia menemukan inspirasi musiknya ini lewat Tumblr.
Setelah mencoba membangun beberapa band di masa SMA nya, daine mencoba fokus dengan musiknya sendiri. Saat ini daine yang berusia 18 tahun dinyatakan sebagai icon emo di masa depan, dimentori oleh Charli XCX sebagai mentornya. Bahkan sudah banyak kolaborator yang mau bekerja sama dengannya seperti Over It, Trophy Eyes dan Born Free.
Menurut ceritanya, daine bertemu dengan Charlie XCX lewat seorang teman di Laneway Festival pada tahun 2019. Sejak saat itu mereka sering kali bertemu. Menurut daine, Charlie adalah seseorang yang sangat cerdas dan ia benar-benar ingin mengikuti jejaknya.
Single debutnya rilis pada tahun 2020 dengan tajuk Picking Flowers adalah lagu perpisahan yang murung dan halus. Sementara lagu-lagunya yang lain seperti My Way Out dan Ascension memadukan ketukan trap, gitar denting, dan lirik yang terkesan tanpa harapan.
Sejak debutnya ini, daine dianggap sebagai salah satu icon musik pop kiri di Melbourne. Kemampuan seniman muda Filipina-Australia untuk menyatukan unsur-unsur pop, emo Midwest dan hardcore telah membuat kehadiran mermenawan, baik dalam rekaman maupun baru-baru ini di panggung live.
Lagu-lagu awal miliknya menarik perhatian ikon seperti Charli XCX dan Oli Sykes dari Bring Me The Horizon. daine adalah salah satu artis Australia pertama yang menghiasi sampul daftar putar hyperpop Spotify.
Dalam mixtape debutnya, Quantum Jumping, daine bekerja dengan produser seperti Circle Pitt dan Lonely Speck untuk menciptakan soundscapes emosional dan elektronik yang menangkap rasa sakit dan kecemasan menjadi seorang remaja. daine mengungkapkan bahwa sebagian besar Quantum Jumping ditulis setelah putus pertamanya pada usia 15/16. “Agak ngeri untuk memikirkannya sekarang, tetapi pada saat itu, rasanya masalah yang saya hadapi sangat besar. Saya tidak berpikir saya bisa menulis seperti itu lagi, karena saya sangat berbeda sekarang. [Penulisan lagu saya] akan terdengar jauh lebih tangguh sekarang,” jelas daine.
Image source: Kerrang
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 21/07/2022
5 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Muhamad Saifudin
01/08/2025 at 19:59 PM
Lukman Hakim
29/09/2025 at 14:41 PM
Muhammad
24/01/2026 at 20:38 PM
PERES FILIMON
06/03/2026 at 22:25 PM
sahrul wijayadi
16/04/2026 at 13:41 PM