Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Never Too Lavish

“Apa itu Never Too Lavish? Awalnya kita cuman bikin untuk ‘customizing’ aja, jadi custom house—tapi kalo sekarang sendiri Never Too Lavish udah menjurus content creator. Jadi udah lebih ke perkumpulan orang kreatif, di sini tuh,” umbar Benhard—atau yang biasa dipanggil hardthirteen, co-founder Never To Lavish.

Berawal dari sebuah custom house, tempat dimana kalian bisa pesan jasa custom sneakers, Never Too Lavish berhasil menempuh perjalanan hebat untuk terus berkembang hingga menjadi entitas yang matang seperti sekarang. Apakah mereka sudah puas? Yok cari tahu lebih lanjut tentang Never Too Lavish di bawah ini!

Di series Has#tag episode keempat dari SUPERMUSIC, kami berbicara panjang lebar bersama Never Too Lavish untuk mencari tahu apa yang mereka kerjakan, bagaimana dan sudah sejauh mana eksistensi karya-karya mereka. Enggak lupa juga pertanyaan terbesar—“sudah puas belum?” Setelah wawancara bersama Benhard, kami jadi  soal hal-hal keren di balik Never Too Lavish.

Awalnya, Benhard merupakan seorang seniman grafiti di jalanan. Namun, dia sadar bahwa menggambar di jalanan—atau di tembok—tidak bisa dilakukan setiap hari. Dia butuh wadah baru agar bisa terus berkarya.

Larilah dia dari satu medium ke lainnya dan mulai menggambar di sepatu sneakers. Berangkat dari hal serupa, lahirlah Never Too Lavish—sebuah  custom house yang menyajikan visualisasi keren untuk barang-barang (bisa sepatu, jaket, jam, kacamata, dan lainnya) yang ingin kalian tambahkan nilai estetikanya.

Untuk proses kerjanya, Never Too Lavish enggak mau pusing sama flow kerja. Melihatnya, terasa benar kerja tim dan tanggung jawab leader yang propsional dan seimbang dalam menggarap design custom mereka. Never Too Lavish juga menggunakan referensi-referensi untuk lebih menghasilkan custom yang lebih memuaskan dan tentunya, akurat.

“Gue ngonsep bareng sama dua orang design gue. Setelah dapet brief dari customer, kita lempar dulu ke group. Terus, gue akan ngelempar juga beberapa referensi gambar yang akan kita pakai,” imbuhnya menjelaskan soal cara mereka kerja.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Vuitton Damier Graphite on AJ1. #deconrecon

A post shared by NEVERTOOLAVISH (@nevertoolavish) on

Bicara soal sneakers dan proses custom,Never To Lavish kerap menerapkan proses “Decon-Recon”. Apa itu? Decon-Recon merupakan sebuah proses medekonstruksi sneakers dan kemudian merekonstruksinya ulang dengan materi baru atau yang diinginkan oleh customer.

Deconstruct and reconstruct,” rangkum Benhard menerangkan.

Tentu proses custom sebuah sneakers tentu tidaklah semudah itu, banyak kendala dalam prosesnya. Awalnya, trial error itu bisa diulang sampai sepuluh kali. Bahkan, pernah mereka membongkar sepatu Yeezy sampai delapan kali—hingga akhirnya rusak dan tidak bisa dipasang ulang. Sakit!

Untuk eksistensi karya sendiri, Never Too Lavish sudah bukan lagi nama awam di dunia custom Indonesia. Jelas saja, karya mereka sudah sampai dipakai oleh RI 1. Ya, Jaket custom dari Never Too Lavish digunakan oleh bapak presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo.

Begitu juga dengan para musisi—Never Too Lavish juga kerap colab bareng sama para musisi lokal. Contohnya, mereka pernah colab bareng kang Armand Maulana dari Gigi, dengan merancang sebuah jaket penuh paint splatter untuk seorang vokalis yang energik.

Sekarang, jasa custom Never Too Lavish marak dibicarakan. Pesanan custom-nya pun sudah semakin banyak dan merambah ke lintas media—tidak lagi terbatas hanya sneakers. Custom jaket, jam tangan, handphone, kacamata, dompet, spoiler mobil, body motor, dan lain-lain jadi makanan mereka sekarang.

Intinya, kualitas custom Never Too Lavish sudah tidak bisa dipungkiri dan tidak berbohong.

Jadi kembali ke pertanyaan di awal, “Apakah sekarang Never to Lavish sudah puas?” Ternyata untuk menjawabnya, kita hanya perlu merujuk pada makna yang terkandung dari nama Never Too Lavish.

“Sebenernya Never To Lavish itu artinya adalah ‘gak pernah puas’. Lo ga akan bosen untuk bikin karya, berkembang, dan ga bosen untuk ngerjain yang itu-itu aja. Jadi kaya, Never To Lavish itu enggak ada batasnya, lo bisa ngapain aja disitu,” tutup Benhard secara mantap.

Jadi bisa kita pastikan bahwa mereka belum puas, dan mungkin tidak akan pernah. Mimpi berikutnya bagi mereka adalah keliling dunia dan mengerjakan project di tiap negara yang mereka singgahi, ada yang bisa bantu?

Tonton liputan lengkapnya di episode Has#tag milik SUPERMUSIC. Has#tag eps. 4 sudah bisa kalian simak melalui video dibawah ini. Jangan lupa untuk subscribe ke channel resmi Youtube SUPERMUSIC untuk terus pantau dan dapatkan update terbaru dari konten video kita!

ARTICLE TERKINI

Tags:

#never too lavish #custom house #sneakers #street art #hard thirteen #custom sneakers #art #fashion

Article Category : Super Buzz

Article Date : 11/04/2019

Supermusic
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

8 Comments

Comment
Agus Samanto

Agus Samanto

27/01/2025 at 01:25 AM

nice
Ald /

Ald /

18/02/2025 at 02:26 AM

Nice info
Panji Nugraha

Panji Nugraha

22/02/2025 at 20:45 PM

#INIRASANYASUPER
SEPTIAN DWI NUGROHO

SEPTIAN DWI NUGROHO

26/03/2025 at 13:33 PM

Sebuah 'Rumah Kreatif' Bernama Never Too Lavish
AKHMAT KHUDDORI

AKHMAT KHUDDORI

27/03/2025 at 16:32 PM

Sebuah 'Rumah Kreatif' Bernama Never Too Lavish
Agung Sutrisno

Agung Sutrisno

30/05/2025 at 19:23 PM

sneakers. Custom
RAJIN SILALAHI

RAJIN SILALAHI

12/06/2025 at 05:54 AM

Nice
Cands

Cands

03/12/2025 at 02:08 AM

Kelaz
Other Related Article
image article
Super Buzz

The Dare Lepas Single Terbaru yang Berjudul Strangestreetfellows

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Tampil di Jepang, Isyana Sarasvati Akan Kolaborasi Bareng Mantan Gitaris Megadeth

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Milledenials Luncurkan Musik Video untuk Single Precious Me dan Feel Any Pain

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Break Out Day Fest Cirebon Berlangsung Super Seru!

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive