Kabar baik datang buat para penggemar band post-hardcore, Refused. Band yang kini beranggotakan lima orang itu mengumumkan bakal merilis mini album terbaru yang dikeluarkan pada 20 November 2020.
Mini album tersebut diumumkan bakal bertajuk 'The Malignant Fire'. Ini merupakan karya terbaru keempat milik Refused setelah kembali berkumpul pada 2014. Akan terdapat lima lagu dalam mini album teranyar band asal Swedia tersebut.
Pada 16 Oktober lalu, Refused merilis single Born On The Out sebagai lagu pertama yang ada dalam mini album terbarunya nanti. Lagu ini secara khusus menjadi anthem anti-fasis dari Refused yang akan membakar semangat para pendengarnya.
Refused menjelaskan bahwa EP The Malignant Fire seharusnya dirilis setelah mereka melakukan tur di tahun ini. Namun, pandemi COVID-19 membuat rencana konser tersebut berantakan. Refused tak menyesalkan kondisi tersebut dan tetap puas dengan karya terbaru mereka.
"Ada tradisi di dalam karya Refused dan salah satu yang paling kuat adalah dalam setiap gagasan saat mengeluarkan setiap album atau EP. Namun, kali ini sepertinya kami mengalahkan diri kita sendiri. 'Malfire' adalah rekaman favorit saya, jadi lebih dari pantas jika kami menyoroti hal itu," kata sang frontman Refused, Dennis Lyxzen.
"EP ini harusnya dirilis setelah kami melakukan tur, tapi di kondisi saat ini (pandemi) tur itu tak bisa dilakukan. Namun, ini masih EP yang bagus dan merupakan rekaman yang hebat. Bagaimana pun kita butuh musik untuk menerangi jalan ketika semua semakin gelap. Ini merupakan sedikit upaya dari kami," jelasnya.
As millions die in vain
The future stands and weighs
On moderations grave
I carve my name in hate
Born on the outside
I accept my fate
I carve my name in hate x2
Hate hate
I carve my name in hate
With your silence you vote for their oppression
With your violence you vote continuation.
Selain single Born On The Out, mini album The Malignant Fire milik Refused akan menghadirkan empat lagu lain yaitu Malfire, Organic Organic Organic (Go Fuck Yourself), Faceless Corporate Voilence, dan Jacklas Can't Be Bothered To Dream.
Introducing - Born On The Outs. Listen now on all streaming platforms.
A post shared by REFUSED (@refused) on
Refused Aktif Berkarya Setelah Berkumpul Kembali
Seolah hidup kembali dan mendapat energi baru, itulah gambaran paling tepat untuk kondisi Refused saat ini. Setelah sempat melewati masa hiatus beberapa kali, Refused aktif melahirkan karya-karya musik baru.
Mini album The Malignant Fire merupakan karya keempat Refused setelah kembali berkumpul pada 2014. Sebelumnya mereka sudah merilis album bertajuk Freedom pada 2015, disusul EP Servants of Death pada 2018, dan album studio teraktual bertajuk War Music pada 2019.
Meski beberapa kali mengalami masa vakum, musik dan ideologi yang diusung Refused sama sekali tidak berubah. Lirik-lirik band ini masih sangat menggambarkan politik sayap kiri sebagai ideologi mereka serta ragam kritik sosial di dalam musiknya.
Hal itu juga dibuktikan dalam single REV001 yang ada di album War Music. Dalam video klip lagu tersebut yang dibintangi oleh frontman Refused, Dennis Lyxzen, digambarkan dengan tampilan topi dan has panjang seiring dia menari menuju revolusi di antara sekelompok neo-fasis.
“‘REV001’ adalah lagu protes. Lagu punk rock. Kami suka menganggapnya sebagai musik pop yang sangat bengis. Apa pun sebutannya, kami harap ini akan membakar semangatmu dan membuatmu ingin berjoget (seperti halnya kapten kami yang tak kenal takut @dennislyxzen di video), karena apa lagi yang bisa dilakukan di masa-masa sulit ini? Yah, kita di bagian bawah bisa mempersenjatai diri dan menyerang mereka yang ada di atas, sambil menghancurkan beberapa bank di jalan? Kita lihat saja,” bunyi penjelasan Refused soal lagu REV001.
Refused Sempat Vakum Selama 14 Tahun
Dibentuk di Umea, Swedia, pada 1991, Refused merupakan legenda hardcore-punk dan merupakan salah satu band paling berpengaruh di era 90-an hingga 2000-an. Beberapa band kenamaan dunia macam Link Park, Rise Against The Machine, Steve Aoki, hingga Blink-182 menyebut band ini sebagai pengaruh fundamental pada gaya bermusik mereka.
Band yang kini digawangi oleh Dennis Lyxzen (vokal), Kristofer Steen (gitar), David Sandstrom (drum), Magnus Flagee (bass), dan Mattias Barjed (gitar) ini merilis album perdananya pada 1994 dengan tajuk This Just Might Be the Truth.
Perjalanan Refused berlanjut dengan merilis album kedua pada Juni 1996 dengan tajuk Songs to Fan the Flames of Discontent. Lantas, pada album ketiga bertajuk The Shape of Punk to Come (1998), Refused benar-benar menancapkan eksistensi mereka sebagai band hardcore-punk berpengaruh.
Di sini Refused beradaptasi dengan perkembangan zaman dan musik dengan memanfaatkan musik-musik elektronik, jazz, dan aliran ambient ke dalam album The Shape of Punk to Come. Akan tetapi, album ketiga mereka justru menjadi awal di mana akhirnya mereka berpisah untuk sementara waktu.
Pecahnya Refused berawal saat mereka manggung di Harrisonburg, Virginia. Saat baru membawakan empat lagu, penampilan mereka dihentikan oleh polisi dan para anggota Refused menggambarkan konser tersebut sangat mengecewakan secara emosional.
Konflik berlanjut ketika terjadi perdebatan internal di dalam band yang berujung dengan berpisahnya Refused. Beberapa sumber lain menyebutkan penyebab berpisahnya Refused dikarenakan konflik antara Dennis dengan anggota band yang lain. Refused secara gamblang menyatakan mereka berpisah pada 1998 dengan surat terbuka berjudul "Refused Are Fucking Dead".
Akhirnya setelah 14 tahun berlalu, Refused resmi bereuni pada 2014. Kembalinya mereka ditandai dengan penampilan di Reading and Leeds Festival pada musim panas 2015 yang disusul dengan rilisnya album Freedom sebagai karya terbaru Refused setelah lebih dari 14 tahun berpisah.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 13/11/2020
1 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
pujanadi
13/11/2025 at 08:50 AM