Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Kematian Lemmy mungkin telah membuat dunia ini terasa agak sepi, namun warisan yang ditinggalkan Motorhead sepertinya tidak akan mati. Salah satunya, ada hal yang pasti tidak akan bisa dilupakan oleh fans Lemmy dkk di seluruh dunia. Hal itu adalah logo resmi Motorhead yang dikenal dengan nama Snaggletooth.

Dari mana logo tersebut berasal? Seperti sejarah dan proses kelahirannya?

Kembali ke tahun 1975, di mana musik Motorhead sudah mulai menyala keras dan menyalak galak. Sedari itu pula Lemmy dkk telah menyodorkan irama musik cadas yang garang, berbalut dengan vokal parau yang membangkang. Semuanya digeber kencang menyiksa telinga, dan seakan tak pernah mau kompromi. 

Bahkan dalam volume nol sekalipun, Motorhead akan tetap tampak brengsek dan berandalan. Itu jika kita jeli melihat imej visual yang selalu mereka usung – pada sampul album, kaos, jaket, emblem, merchandise, poster dan segala desain lainnya.

Ya, Snaggletooth yang bertanggungjawab atas itu semua. Itu memang tidak sekedar logo biasa. Begitu ikonik dan bertenaga.

“Keberadaan Snaggletooth itu sungguh penting,” kata Joe Petagno, sang kreator logo Motorhead. “Logo itu sangat mencolok sekali. Bisa bikin orang-orang sontak berdiri dan menarik perhatian. Membuat mereka langsung penasaran dan ingin segera mendengarkan musiknya. Ini seperti berawal dari pandangan mata, lalu ke telinga.”

Sejak mendapatkan hadiah satu pak krayon di usianya yang ketiga tahun, Joe Petagno sudah menjadikannya sebagai mainan favorit yang terus digeluti sehari-hari. Benih-benih bakat seni mulai muncul di kepala dan imajinasinya. 

Hingga beberapa tahun kemudian, bakat seninya itulah yang mempertemukan Joe Petagno dengan seorang pria jangkung bernama Ian Fraser Kilmister, di sebuah pub kecil di kota London. Ketika itu, Joe Petagno baru saja menyelesaikan karya logo Icarus yang terkenal bagi grup band Led Zeppelin dan sedang dalam proses pengerjaan ilustrasi untuk Hawkwind. Lemmy, yang saat itu baru saja cabut dari Hawkwind, memang sengaja ingin ketemu Joe Petagno untuk meminta bantuan menggarap artwork bagi band barunya, Bastard (nama band sebelum Motorhead).

“Saat itu, kami mendiskusikan berbagai hal sambil minum-minum,” kenang Joe Petagno. “Sesungguhnya tidak terlalu jelas apa yang Lemmy inginkan. Semacam sesuatu yang mirip ksatria atau robot penuh karat, kalau saya tidak salah ingat. Juga emblem bertemakan biker yang katanya bisa dipasang di bagian belakang jaket denim.”

“Dalam perjalanan pulang dari situ, saya mampir di sebuah perpustakaan di Chelmsford. Sekedar mencari inspirasi dan ide soal ilustrasi yang biasa dipakai para berandalan biker. Saya mengumpulkan banyak gambar tengkorak dan tulang-tulang manusia. Ketika menemukan buku berisi tengkorak binatang, saya langsung dapat ilham. Ah, sebuah tengkorak binatang ternyata bisa lebih menarik dibandingkan tengkorak manusia,” jelasnya kemudian.

Joe Petagno lalu melanjutkan, “Sampai di rumah dan mulai bikin sketsa, tiba-tiba saya terpikir; kenapa tidak menciptakan model tengkorak yang baru saja, semacam hibrida? Saya lalu mengerjakan sketsa itu dan mencampurkan banyak hal – tengkorak anjing, singa, serigala, dan semacamnya...”

“Sampai akhirnya saya berhasil menyelesaikan satu gambar yang mungkin adalah anjing, serigala atau gorila dengan taring yang cukup besar. Lalu saya tambahkan rantai dan tengkorak manusia dalam ukuran normal, plus iron cross sebagai simbol keberanian dan beberapa spike,” katanya. “Ketika gambar itu selesai, saya langsung tahu kalau saya baru saja menggambar sesuatu yang unik dan mungkin bakal abadi. Itulah dia Snaggletooth. Sebuah simbol yang bisa dibilang anti-everything.” 

Logo Snaggletooth itu seperti gambaran yang pas tentang segala yang terdapat pada band-nya sendiri. Keras, berandalan dan juga rusuh. Telinga yang ditindik menunjukkan aura punk dan blues, dua genre musik yang lahir dari rasa protes dan memberontak. Begitu cocok untuk band yang selalu tegar berdiri dan tetap berjuang atas apa yang mereka yakini.

Apa yang Lemmy idamkan sebelumnya mengenai emblem biker di bagian belakang jaket denim juga telah menggambarkan semangat persaudaraan dan kebersamaan. Sampai hari ini, di setiap konser atau festival musik apapun, logo Snaggletooth yang menyeringai itu pasti selalu hadir pada kaos, jaket, sepatu, hoodie, topi, tato, dan sebagainya.

“Buat saya pribadi,” lanjut Joe Petagno. “Snaggletooth dan segala imej yang melekat padanya sudah sama pentingnya dengan musik Motorhead itu sendiri. Sama seperti jika kita melihat logo Eddie-nya Iron Maiden atau Rattlehead-nya Megadeth, misalnya.”

Baca Juga : Danzig, ‘Blackest of the Black’ Tour 2015

“Bahkan saya sudah membayangkan kalau Snaggletooth bisa hidup di luar musik, di masa mendatang. Tidak perlu fantasi yang berlebihan untuk membayangkan suatu saat nanti bakal ada sekelompok pemberontak militan yang mengusung bendera bersimbolkan Snaggletooth...”

Foto: Motorhead / Joe Petagno

ARTICLE TERKINI

Tags:

Article Category : Super Buzz

Article Date : 19/02/2016

Supermusic
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
Super Buzz

The Dare Lepas Single Terbaru yang Berjudul Strangestreetfellows

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Tampil di Jepang, Isyana Sarasvati Akan Kolaborasi Bareng Mantan Gitaris Megadeth

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Milledenials Luncurkan Musik Video untuk Single Precious Me dan Feel Any Pain

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Break Out Day Fest Cirebon Berlangsung Super Seru!

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive