Siapa bilang brand atau produsen alat musik harus punya nama yang identik dengan kesan garang? Ada juga salah satu produsen efek gitar yang namanya diambil dari salah satu jenis hewan menggemaskan, yaitu Red Panda. Beberapa tahun belakangan, terutama di tahun 2020, nama Red Panda sebagai produsen efek gitar jadi salah satu nama yang cukup populer dan dicari oleh banyak orang yang memang cukup update dengan perkembangan musik di pasar butik. Red Panda dianggap sebagai salah satu produsen efek gitar sintesis yang punya kualitas dan reputasi besar di pasar butik berkat inovasi yang ada di dalam rancangannya yang dapt menggugah penggalian kreativitas musisi jadi lebih mendalam.
Salah satu produk Red Panda yang hingga saat ini masih memegang predikat sebagai efek gitar yang paling dicari oleh musisi adalah Particle. Efek gitar bernama Particle milik Red Panda tersebut dirancang dan dikembangkan sepanjang tahun 2010 hingga tahun 2011. Saat merancang Particle, Curt Malouin selaku pendiri Red Panda menginginkan sebuah efek sintesis yang mampu menghasilkan karakteristik suara granular dalam rentang waktu yang nyata. Curt Malouin sendiri menyatakan bahwa Particle ini bisa dianggap sebagai sebuah efek delay dengan modifikasi. Terdapat 8 pengaturan mode yang bisa diatur untuk dapat menyelaraskan karakteristik suara granular dengan sentuhan efek delay. Konsep tersebut diperlukan agar para pemain gitar mampu menghadirkan karakteristik suara yang unik dan menarik sambil tetap merasa nyaman saat bermain. Sebelum lahirnya Particle dari Red Panda, efek granular sintesis ini lebih populer untuk ditambahkan dalam proses rekaman melalui komputer. Dengan adanya Particle, Curt Malouin berharap para pemain musik untuk dapat melakukan eksplorasi musik secara lebih liar setelah sebelumnya terbatas waktu dan alat-alat yang cukup memakan tempat.
Red Panda dibentuk di tahun 2009 oleh Curt Malouin yang tidak punya sama sekali keahlian dasar dalam bermusik. Curt Malouin memulai kariernya sebagai seorang teknisi elektronik yang cukup senang merancang dan memodifikasi suara melalui papan sirkuit elektronik. Sejak lama pendiri Red Panda memang menyukai komputer, elektronik, dan juga musik. Kecintaannya terhadap musik datang dari sosok Prince, Eddie Hazel, Jimi Hendrix, Frank Zappa, dan Pete Cosey. Kelima musisi tersebut dikenal sebagai pemain gitar yang tidak hanya memiliki keahlian baik, tapi juga cenderung gemar melakukan eksplorasi suara. Oleh karena itu, Curt Malouin mulai memperdalam pengetahuannya tentang efek gitar untuk bisa membuat replika suara yang datang dari eksplorasi pada idolanya dan memodifikasinya agar bisa digunakan oleh kebanyakan pemain gitar modern.
Proses perancangan dan modifikasi efek gitar sudah dilakukan oleh Curt Malouin jauh sebelum dirinya mulai mendirikan Red Panda. Curt Malouin mengakui bahwa di tahun 1990-an dirinya sempat membuat efek gitar secara mandiri untuk kebutuhan teman-teman yang gemar bermain musik. Namun, semenjak itu Curt Malouin lebih sering merancang software synthesizers hingga tahun 2009. Bosan untuk terus duduk di depan komputer sambil mengolah dan merancang kebutuhan software synthesizers, Curt Malouin pun akhirnya memutuskan untuk berhenti dan memilih untuk merancang efek gitar konvensional dan menamakannya Red Panda.
Ide untuk mendirikan Red Panda tersebut berasal dari rasa rindu Curt Malouin untuk merancang efek gitar secara konvensional serta bantuan dari temannya yang mengirimkan video pemain organ yang menggunakan efek gitar tua dalam menghadirkan karakteristik suara musik yang unik. Dari video tersebut, Curt Malouin menyadari bahwa efek gitar memiliki kesan simpel tapi mampu membuat para musisi terus melakukan eksplorasi musik tanpa harus mengganggu flow permainan musiknya. Selain itu, para musisi bisa menyambungkan satu efek gitar dengan efek lainnya untuk menambah keunikan suaranya. Hal tersebut membuat yakin Curt Malouin untuk membuat efek gitar konvensional karena konfigurasi dan pengaturannya yang hampir sama dengan synthesizer modular yang jadi acuannya dalam merancang software synthesizers sebelumnya.
Curt Malouin mengakui bahwa ketika dirinya berhasil merilis Particle, belum banyak orang yang tertarik bahkan mengetahui tentang keberadaan Red Panda di pasar butik untuk musik. Reputasi tentang Red Panda baru muncul ke permukaan ketika efek Particle rancangan Curt Malouin masuk ke dalam daftar 10 efek gitar terbaik di tahun 2013 dari Juan Alderete yang kala itu beritanya diangkat oleh guitar.com. Curt Malouin pun merasa bangga dengan apa yang telah dilakukannya dalam memulai Red Panda sebagai bisnis jangka panjang karena mampu mendapatkan apresiasi positif dalam skala yang besar. Sejak saat itu, Curt Malouin mulai serius mengembangkan Red Panda.
Di tahun 2016. Red Panda bekerja sama dengan berbagai macam desainer grafis. Kolaborasi tersebut hadir untuk dapat membuat efek gitar yang diproduksi oleh Red Panda memiliki desain yang ikonis, sekaligus menjaga konsistensi citra dari lini produk lainnya yang dikembangkan oleh Red Panda. Particle jadi salah satu produk utama yang mendapatkan treatment pengembangan di bidang tampilannya beserta beberapa produksi mixer audio milik Red Panda. Pemilihan Particle sebagai salah satu produk utama yang mendapatkan wajah baru ini diambil berdasarkan kesuksesan penjualan unit dari efek gitar tersebut. Pengembangan citra brand yang dilakukan oleh Red Panda ini berjalan dengan cukup lama, kurang lebih satu tahun dengan berbagai macam kendala yang dihadapi oleh Curt Malouin dan rekan-rekan yang ada di belakangnya. Hingga akhirnya mereka menemukan desain yang menarik untuk unit efek gitar bernama Tensor rancangan Red Panda.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 03/07/2021
5 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Garindratama Harashta
23/02/2025 at 11:26 AM
Budi Nurcahyo
16/04/2025 at 08:19 AM
Sultan
16/04/2025 at 15:57 PM
DENNY ADHY NUGROHO
22/06/2025 at 19:48 PM
tiurnatalia
13/03/2026 at 22:51 PM