Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Menelisik Tren Musik yang Sempat Padam

Masuk ke babak era digital saat ini, kerinduan penggila musik untuk menikmati karya sang pujaan lewat rilisan fisik ternyata menunjukan grafik yang meningkat. Beberapa tahun belakangan, rilisan fisik berupa vinyl, kaset maupun CD kembali marak di kalangan para pencinta musik. Tak jarang segelintir kolektor rela merogoh kocek dalam-dalam hanya untuk sekedar mengoleksi rilisan-rilisan favorit.

Jika vinyl telah lebih dulu mencuri perhatian awam sebagai benda koleksi pada beberapa tahun lalu, lain halnya kaset. Benda berbentuk persegi berisi gulungan pita hitam itu kembali naik daun di tengah-tengah gempuran zaman digital yang serba instan. Kualitas, daya tahan, dan bentuk fisik kaset dinilai memiliki kesan aesthetic teruntuk sekumpulan orang. ‘Daur ulang tren’ juga menjadi salah satu faktor pokok mengapa kaset mulai diminati kembali di pasaran musik.

Sebenarnya tren meledaknya kaset belakangan tahun ini tak bergulir dengan sendirinya. Digelarnya ajang Cassette Store Day seolah menjadi wadah sekaligus pemicu bangkitnya era kaset sebagai benda populer yang sempat terlupakan oleh masyarakat. Kaset sekarang sudah jadi barang langka, eksistensinya tergilas oleh kedigdayaan CD sejak kalender berganti fase menuju abad milenium. Itu pun belum termasuk dengan inovasi lewat lagu berformat digital yang semakin marak di zaman millenial.  

Akibatnya banyak dari produsen musik berformat kaset yang terpaksa gulung tikar. Sebagian memilih jalan bertahan walau dengan sistem berdikari, tapi beberapa label baru yang muncul menghiasi pasaran musik pun hanya sekedar untuk memproduksi album kaset dalam jumlah yang terbatas. Maka tak heran jika beberapa pelaku musik sengaja menjadikan kaset sebagai komoditas berharga.   

Mundur ke beberapa dekade belakang, sekedar pengingat memoar selaku penikmat musik. Awal mulanya transisi vinyl menuju era kaset terjadi di awal tahun 70-an.  Kaset mengalami era jaya dari tahun 1970-an hingga penghujung 1990-an. Kaset pertama kali diperkenalkan secara luas oleh perusahaan Phillips di tahun 1963 di jazirah Eropa dengan nama beken Compact Cassette.

Pada awal tercipta, kualitas suara yang dihasilkan pada kaset orisinal tak terlalu mumpuni untuk musik. Tapi di tahun 1971, The Advant Corporation memperkenalkan model terbarunya, 201, yang memfusikan langsung Dolby tipe B pengurang gangguan (noise) dengan pita Kromium dioksida. Oleh karena penggabungan itu kaset mulai dapat difungsikan dalam industri musik secara serius dan komersial, hingga akhirnya dominasi kaset mulai perlahan menggantikan posisi sentral vinyl.

Di sepanjang tahun 1980-an, popularitas kaset kian meroket tajam bagi kalangan penikmat musik setelah kemunculan perangkat portable pocket recorder seperti Walkman dari Sony. Di era sekarang pun kaset masih menjadi salah satu alternatif media musik. Keawetan kaset serta kemudahannya untuk digandakan berperan vital di balik berkembangnya musik underground di seantero dunia.

Namun kehadiran CD di medio 80-an lambat laun mulai menggeser dominasi kaset sebagai format media yang paling umum digunakan dalam industri musik saat itu. Setelah CD merajai pasaran musik, seolah ingar-bingar kaset yang ditunjukkan selama dua dekade menghilang tanpa jejak. Tren format kaset pun dinyatakan sedang dalam fase hibernasi untuk sementara waktu, hanya tinggal menunggu momen yang tepat untuk kembali bangkit sebagai entitas bernuansa vintage.

Berdasarkan data valid yang diumumkan oleh Nielsen Music, penjualan album kaset melonjak di persentase angka 74 persen di Amerika Serikat tahun lalu dengan raihan 129.000 kopi. Hal ini tentu menjadi petanda baik jika format kaset mulai digandrungi kembali oleh para penggemar setianya. Kemunculan kaset di era millenial ini seakan menjadi selebrasi merayakan kembali fenomena yang sempat hype di tiga dekade silam.

Tak jarang para pelaku musik seperti label rekaman nasional pun mulai ikut berlomba-lomba untuk menghasilkan rilisan kaset edisi spesial. Deretan nama-nama label independen lokal beken seperti Grimloc, Orange Cliff, Nanaba hingga Anoa adalah sekian banyak dari label berdikari yang rajin melepas rilisan fisik berupa kaset. Selain tentunya aspek komersil, sisi ‘pelestarian’ pun menjadi sorotan utama dalam mempertahankan rilisan fisik di tengah-tengah gempuran lagu berformat digital yang kian mendominasi pasar. Berharap tak cuma sekedar selebrasi semata, namun menghargai karya musisi idola lewat cara ‘konvensional’ merupakan cara terbaik untuk mempertahankan tradisi di ranah musik. 

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Sejarah Kaset #Kaset

Article Category : Super Buzz

Article Date : 26/01/2017

Supermusic
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
Super Buzz

The Dare Lepas Single Terbaru yang Berjudul Strangestreetfellows

Read to Get
image arrow
image article
Super Buzz

Tampil di Jepang, Isyana Sarasvati Akan Kolaborasi Bareng Mantan Gitaris Megadeth

Read to Get
image arrow
image article
Super Buzz

Milledenials Luncurkan Musik Video untuk Single Precious Me dan Feel Any Pain

Read to Get
image arrow
image article
Super Buzz

Break Out Day Fest Cirebon Berlangsung Super Seru!

Read to Get
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive