Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Leipzig

Unit post-punk asal Bandung, Leipzig, melepas album terbaru berjudul Third Poetica Manifesto. Lewat album ini mereka mencoba merevolusi musik dengan memainkan ciri avant-garde dengan genre apa pun.

"Third Poetica Manifesto lebih dari sekadar album; ini adalah sebuah manifesto, sebuah pemberontakan yang dapat didengar terhadap hal-hal yang biasa," tulis Leipzig dalam keterangan resmi tertulisnya. 

Dengan komitmen yang tak tergoyahkan untuk mendorong batas-batas musik, Leipzig mengajak pendengarnya dalam sebuah perjalanan otak melalui lanskap pendengaran yang menentang konvensi.

Lebih lanjut, Leipzig dengan mudah menggabungkan energi mentah, lirik yang menggugah seperti yang mereka lakukan pada rilisan sebelumnya, dan suara khas yang memberi penghormatan kepada akar post-punk mereka sambil melontarkannya ke wilayah yang belum dipetakan, tetapi entah bagaimana masih terdengar begitu akrab.

Melalui album ini, Leipzig memberikan penampilan yang penuh teka-teki dan memikat, menenun permadani liris yang melampaui yang biasa. Keahlian musik band ini, ditambah dengan eksplorasi lanskap sonik yang tidak biasa, menjadikan "Third Poetica Manifesto" sebagai salah satu kekuatan dalam genre post-punk.

"Ini adalah sebuah deklarasi kemandirian artistik, sebuah jari tengah yang mengacungkan jari tengah kepada duniawi dan seruan bagi mereka yang mendambakan sesuatu yang luar biasa," pungkas Leipzig.

 

 

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Album #Single

Article Category : News

Article Date : 28/02/2024

Supermusic
Admin Music
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

1 Comments

Comment
Primadara Falsafi

Primadara Falsafi

21/07/2025 at 21:40 PM

Nice news!
Other Related Article
image article
News

Total "Kesurupan" Lewat Opus Terbaru Kelelawar Malam

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Chord Gitar Slow Rock 90an Indonesia, Barat, dan Malaysia buat Pemula

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Arti Tangan Metal yang Dipakai Anak Band, Ini Asal Usulnya

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

The Waving’s Rilis Maxi Single “Ley Sin Voz”, Ketegangan Datang Tanpa Peringatan

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive