SuperFriends, Las Vegas bakal kembali jadi saksi duel panas kelas dunia. Di T-Mobile Arena, ajang UFC 326 siap menghadirkan pertarungan yang sudah dinanti lebih dari satu dekade: Max Holloway vs Charles Oliveira yang kedua. Ini bukan sekedar main event UFC biasa. Ini adalah soal harga diri. Soal sejarah yang belum benar-benar selesai! Karena sebelum hype sebesar ini muncul, keduanya pernah bertemu. Dan hasilnya? Masih menyisakan tanda tanya besar sampai sekarang. So, langsung aja mari kita bahas!
Flashback 2015: Saat Semuanya Belum Tuntas
Kita mundur ke 23 Agustus 2015. Di ajang UFC Fight Night 74, Holloway dan Oliveira pertama kali berbagi oktagon. Waktu itu mereka belum jadi superstar seperti sekarang. Holloway masih 23 tahun, lapar akan panggung besar. Oliveira dikenal sebagai submission specialist yang berbahaya di bawah. Belum satu ronde penuh berjalan, tensi sudah panas. Holloway tampil agresif, kombinasi pukulan cepat dan tekanan konstan bikin Oliveira harus bertahan.
Lalu momen janggal dan aneh itu terjadi.
Dalam situasi clinch, Oliveira tampak kesakitan di area leher dan bahu. Beberapa detik kemudian, ia nggak bisa melanjutkan pertarungan. Wasit menghentikan laga. Holloway menang TKO ronde pertama. Cepat. Antiklimaks. Dan jujur aja nih, terasa belum selesai. Banyak fans menganggap laga itu “gantung”. Oliveira nggak benar-benar tumbang karena knockout atau submission. Cedera lah yang menghentikan semuanya.
Dan sejak saat itu, satu pertanyaan terus muncul: bagaimana kalau mereka bertarung dalam kondisi 100 persen?
10 Tahun Berlalu, Dua Monster Lahir
Waktu terus berjalan dan karir keduanya pun meledak! Holloway menjelma jadi salah satu striker paling berbahaya dalam sejarah UFC. Volume pukulannya gokil. Kardionya seperti nggak ada habisnya. Mentalnya? Baja. Ia merebut sabuk juara featherweight dan mempertahankannya dengan gaya.
Di sisi lain, Oliveira bertransformasi total. Dari petarung berbakat yang naik-turun, ia berubah jadi mesin submission paling mematikan. Ia mencetak rekor submission terbanyak dan akhirnya meraih gelar juara lightweight. Dulu mereka berdua adalah prospek. Tapi sekarang? Mereka adalah sang legenda aktif! Itulah kenapa UFC 326 terasa beda. Ini bukan sekedar rematch belaka! Ini adalah duel dua versi terbaik dari diri mereka.
UFC 326: Bukan Nostalgia, Ini Pertarungan Legacy
Rematch ini lebih dari sekedar membalas kekalahan lama. Bagi Holloway, kemenangan berarti satu hal: hasil 2015 bukan kebetulan. Bagi Oliveira? Ini adalah kesempatan untuk menghapus noda di masa lalu. Satu kemenangan bisa mengubah narasi karirnya.
Secara gaya bertarung, duel ini tetap klasik: striker vs grappler. Holloway kemungkinan akan bermain di jarak aman. Jab cepat. Kombinasi panjang. Dan volume tanpa henti. Oliveira? Jangan kaget kalau ia langsung cari celah untuk membawa laga ke ground. Sekali terkunci, habis sudah. Tapi jangan lupa. Ini 2026. Holloway sekarang punya takedown defense jauh lebih solid. Oliveira pun sudah berkembang pesat dalam striking. Artinya? Semua bisa terjadi.
Kenapa UFC 326 Wajib Banget Lo Tonton?
Ada beberapa alasan kenapa duel UFC ini berpotensi jadi salah satu pertarungan terbaik tahun ini:
1. Rematch yang sudah ditunggu hampir 11 tahun
2. Dua mantan juara dunia di puncak performa
3. Penyelesaian cerita yang sempat terhenti
4. Atmosfer Las Vegas yang selalu gila
Dan kalau melihat sejarah duel-duel besar di Las Vegas, biasanya selalu ada drama.
Tekanan Mental: Siapa Lebih Siap?
Dari sisi mentalitas, Holloway dikenal santai tapi mematikan. Ia menikmati tekanan. Semakin besar panggungnya, semakin tajam penampilannya. Oliveira juga bukan petarung yang mudah goyah. Ia sudah melewati fase jatuh-bangun dalam karirnya. Justru tekanan sering membuatnya tampil lebih buas.
Bedanya, kali ini ada beban sejarah. Rematch sering kali lebih emosional dibanding pertemuan pertama. Ego, pride, dan reputasi ikut bermain. Dan di level seperti ini, satu kesalahan kecil bisa jadi penentu.
Apa yang Bakal Berbeda dari 2015?
Yang paling jelas: pengalaman. Dulu, mereka masih mencari jati diri. Sekarang, keduanya sudah membuktikan diri di level tertinggi. Dulu laga selesai cepat karena cedera. Kali ini, semua berharap pertarungan berjalan penuh dan benar-benar menentukan siapa yang lebih unggul. Kalau duel pertama terasa seperti prolog, maka UFC 326 adalah klimaksnya.
Dendam Lama, Versi Terbaik
UFC 326 bukan cuma event UFC besar. Ini penutup cerita yang tertunda sejak 2015. Holloway ingin memastikan dominasinya nyata. Oliveira ingin menulis ulang sejarah. Las Vegas siap bergemuruh. Oktagon siap jadi saksi. Dan dunia MMA? Siap menyaksikan siapa yang benar-benar pantas berdiri terakhir diantara dua juara dunia ini. Karena kali ini, nggak ada ruang untuk tanda tanya. Ini saatnya jawaban.
So, pada akhirnya who will win in UFC 326? Kasih tau jagoan favorit Lo, pada kolom komentar dibawah!
ARTICLE TERKINI
Article Category : News
Article Date : 28/02/2026
Source:https://www.ufc.com/event/ufc-326
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :