SuperFriends, Ilia Topuria kini resmi menggeser posisi Islam Makhachev sebagai juara peringkat pound-for-pound UFC, setelah menyelesaikan pertarungan kilat melawan Charles Oliveira di UFC 317 nih! Nah, dominasi sang “El Matador” ini, kini menjadi tonggak baru dalam sejarah divisi ringan, sekaligus menegaskan statusnya sebagai salah satu petarung terhebat. Gua akan mengajak Lo, untuk membahas bagaimana sih Topuria kini bisa ada di puncak P4P UFC? Simak langsung pembahasannya berikut ini!
Karier Singkat Ilia Topuria
Ilia Topuria memulai perjalanan profesionalnya pada 2015. Dalam waktu singkat, ia mencatatkan rentetan kemenangan lewat KO dan submission, dan langsung menarik perhatian fans serta analis MMA. Debut resminya di UFC pada tahun 2020 pun, langsung memberi sinyal kuat bahwa petarung berdarah Georgia–Spanyol ini pantas diperhitungkan di panggung dunia.
Momen Penentu: UFC 317
Pertarungan di UFC 317 melawan Charles Oliveira menjadi batu loncatan terbesar Topuria. Hanya dalam waktu kurang dari dua menit, ia berhasil memanfaatkan celah pertahanan Oliveira, memukul dengan akurasi tinggi, dan mengunci kemenangan KO super kilat. Momen ini, tentunya nggak hanya mengukuhkan reputasinya, tetapi juga menaikkan posisinya ke #1 pound-for-pound UFC lho!
Faktor Penentu Kenaikan P4P
- Konsistensi Kemenangan
Dalam 12 pertarungan UFC, Topuria meraih kemenangan mutlak tanpa pernah kalah atau seri.
- Kombinasi Striking dan Grappling
Gaya bertarungnya memadukan tinju presisi dan ground game agresif, membuat lawan kerap kewalahan.
- Daya Tahan Mental
Ia menunjukkan kepercayaan diri luar biasa saat menghadapi petarung papan atas, termasuk mantan juara dan veteran UFC.
- Kemampuan Adaptasi
Topuria cepat membaca gaya lawan, lalu mengubah strateginya di tengah ronde, sebuah indikator kecerdasan taktis yang tinggi.
Perbandingan Statistik P4P Utama
Dampak pada Divisi Ringan
Kenaikan Topuria ini, tentunya memicu gelombang rivalitas baru nih, SuperFriends. Mantan juara seperti Charles Oliveira dan Dustin Poirier, kini berpeluang mencari rematch. Sementara itu, Islam Makhachev kemungkinan akan mempertimbangkan duel super fight atau bahkan loncatan ke divisi welter, demi tantangan baru.
Peluang dan Tantangan ke Depan
1. Pertahanan Gelar
Topuria harus siap menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Makhachev atau Poirier, untuk mempertahankan statusnya.
2. Mega-Event Internasional
Laga utama di panggung besar seperti Madison Square Garden, bisa memperkuat popularitas globalnya.
3. Branding dan Media
Kolaborasi dengan sponsor internasional dan dokumenter MMA akan memposisikan Topuria di luar arena octagon.
Penampilan Paling Epic Topuria
Nggak hanya itu, Ilia Topuria juga telah memberikan beberapa penampilan memukau yang mengukuhkan reputasinya sebagai finisher paling mengerikan di UFC. Berikut beberapa pertarungannya yang paling berkesan:
UFC 317: Topuria vs Charles Oliveira
- Hasil: KO ronde 1 (2:27)
- Topuria naik ke divisi lightweight dan menumbangkan mantan juara Oliveira dengan pukulan kanan brutal diikuti hook kiri saat Oliveira terkapar tak sadarkan diri. Kemenangan ini menjadikannya juara dua divisi, dan mengantarkannya ke peringkat #1 pound-for-pound.
UFC 308: Topuria vs Max Holloway
- Hasil: KO ronde 3 (1:34)
- Holloway belum pernah KO sebelumnya, hingga Topuria melancarkan kombinasi dahsyat yang mengakhiri pertarungan. Momen bersejarah ini menunjukkan presisi dan kekuatan Topuria.
UFC 298: Topuria vs Alexander Volkanovski
- Hasil: KO ronde 2 (3:32)
- Volkanovski dianggap salah satu featherweight terhebat sepanjang masa. Kemenangan KO Topuria nggak hanya menjatuhkan sang juara, tapi juga menandai awal era kejayaannya.
UFC Fight Night: Topuria vs Jai Herbert
- Hasil: KO ronde 2 (1:07)
- Setelah sempat terhantam tendangan kepala, Topuria bangkit dan melepaskan pukulan kanan mematikan yang mengangkat Herbert ke udara. Comeback KO sejati.
UFC 282: Topuria vs Bryce Mitchell
- Hasil: Submission (Arm Triangle) ronde 2
- Mitchell sebelumnya adalah fighter tak terkalahkan dan terkenal akan grappling-nya, tapi Topuria tampil superior di ground, membuktikan kredensial sabuk hitam BJJ-nya.
Overall, pencapaian Ilia Topuria sebagai petarung #1 pound-for-pound UFC, mencerminkan kombinasi langka antara teknik, mental juara, dan konsistensi hasil. “El Matador” bukan hanya sosok masa depan divisi ringan, tetapi ia juga sudah menjadi ikon masa kini. So, gimana menurut opini Lo nih, Superfriends? Apakah Topuria mampu mempertahankan status terbarunya itu? Atau dalam waktu dekat bakal lepas ke fighter lain? Share jawaban Lo, pada kolom komentar dibawah!
ARTICLE TERKINI
Article Category : News
Article Date : 15/07/2025
Source:https://apnews.com/article/ufc-317-ilia-topuria-charles-oliveira-f836c0966017f9193932ff9e97e54cfd
16 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Yogi Putra Pratama
15/07/2025 at 20:29 PM
Agus Samanto
15/07/2025 at 21:27 PM
Desy Osmon
15/07/2025 at 21:50 PM
adji Noor
16/07/2025 at 08:12 AM
Garindratama Harashta
16/07/2025 at 08:23 AM
Ricko Pratama Putra
16/07/2025 at 10:43 AM
Ricko Pratama Putra
16/07/2025 at 10:43 AM
Lukman Hakim
16/07/2025 at 11:02 AM
Agung Sutrisno
16/07/2025 at 14:11 PM
Budi Nurcahyo
16/07/2025 at 14:19 PM
DEVI TRI HANDOKO
16/07/2025 at 16:28 PM
GRACE JELIA PUTRI TADETE
16/07/2025 at 17:02 PM
AyuRL Ningtyas
17/07/2025 at 08:20 AM
Imam Ciptarjo
17/07/2025 at 09:13 AM
NURHANDANY DANY
17/07/2025 at 16:06 PM
Nicolas Filbert Tandun
20/07/2025 at 11:02 AM