Superfriends, skena esports itu seru banget, apalagi kalau lo pendatang baru yang jago banget sampai dapat banyak pujian dan perhatian dari tim-tim besar beserta sponsor yang legit! Sayangnya, ada cobaan yang banyak menghantui atlet-atlet esports pendatang baru, yaitu Star Syndrome. Tapi, godaan ini bisa lo hindari karena kuncinya ada di diri lo sendiri.
Star syndrome banyak ditemui di industri-industri yang bisa membuat seseorang jadi terkenal, nggak terkecuali esports. Dinamakan seperti penyakit karena memang kondisinya masuk ke dalam salah satu penyakit psikis yang bersifat situasional atau sementara. Beberapa hal yang jadi tanda seseorang sedang mengalami star syndrome adalah arogan atau sombong, merasa dirinya spesial dan hanya mau berinteraksi dengan orang-orang tertentu, juga selalu berusaha untuk mendapatkan sorotan. Yang paling parahnya, punya anggapan bahwa orang-orang akan mendatangi dia karena dia terkenal dan terbaik. Udah kebayang, kan, bakal gimana menyebalkannya kalau atlet esports kena star syndrome?
Kejadian yang paling banyak ditemui pada atlet-atlet esports pendatang baru itu sikap arogan. Merasa dirinya pemain terbaik dan spesial dari yang lain. Percaya nggak percaya, pandangan kayak gitu malah bisa menghambat karir lo sebagai pendatang baru. Kalau lo merasa jago, mulai punya nama di komunitas esports, dan cuma mau menerima tawaran tim-tim besar dan sponsor-sponsor top industri ini, hati-hati, Superfriends. Itu bisa jadi tanda-tanda awal lo mulai kena star syndrome. Orang-orang penting di industri esports udah sering menolak pemain yang disinyalir star syndrome.
Tapi, it’s okay, Superfriends. Kondisi ini cukup umum kok di kalangan pendatang baru esports. Alasannya karena, wajar lo excited setelah semua hasil latihan lo yang susah payah akhirnya dilihat dan dihargai orang-orang. Belum lagi, lo harus menunjukkan kalau lo memang sejago itu. Apalagi kalau lo bisa pakai seragam resmi tim esport yang lo impikan. But then again, masalahnya star syndrome jadi batu sandungan besar yang menghancurkan impian itu dari masa depan lo, Superfriends.
Kalau lo takut kena Star Syndrome, ada kebiasaan dan mindset yang bisa lo bangun supaya mental lo terbentuk melawannya. Pertama, biasakan jadi pemain yang rendah hati, tapi bukan rendah diri ya. Ketika lo kalah, jangan marah-marah menyalahkan teman satu tim, dan ketika lo menang jangan jumawa dan tetap santai. Kedua, meskipun lo mulai terkenal dan punya skill di atas rata-rata, jangan gengsi untuk ikut turnamen-turnamen lokal di kota atau provinsi lo. Jangan merasa lo lebih baik dari mereka dan cuma pantas berkompetisi di level nasional. Stay humble, terus belajar dan berlatih. Ketiga, jaga komunikasi dengan tim dan sponsor yang udah punya reputasi di industri esports. Terlalu jual mahal justru bakal jadi bumerang buat lo di sini, Superfriends. Kalau lo bisa membangun relasi yang baik, tinggal tunggu waktu mereka ngasih lo offering untuk kelak lo mengenakan seragam tim esport yang lo dambakan itu.
Sederhananya, selalu jaga attitude lo di skena esports, Superfriends. Ketika lo mulai dikenal, mereka nggak cuma menilai dari permainan, tapi juga perilaku lo di kehidupan nyata. So, stay humble, jadilah orang yang menyenangkan, mudah disukai, dan selalu ingat pepatah tentang padi, yang kian berisi kian merunduk!
ARTICLE TERKINI
Article Category : E-sport
Article Date : 30/09/2021
Source:https://esports.id/mobile-legends/news/2021/05/609e9d4bcc8157c00808993f612f1acd/clover-bahas-star-syndrome-penyebab-utama-gamer-baru-gagal-bersinar
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :